
BAB 30🌹
" Baiklah Bapak saya akan menjelaskan semuanya tentang silsilah keluarga Wibawa, kalau saya ini emang benar adalah keturunan dari keluarga Wibawa yang asli sedangkan dia (sambil menunjuk ke arah Daffa ) yang mengaku sebagai keluarga Wibawa, apakah dia tahu silsilah keluarga kami sedari tadi saya bertanya tentang nama kedua orang tuanya pun dia tidak menjawabnya, bahkan dia menjawabnya dengan sinis, kalau seandainya dia bukanlah keluarga dari Wibawa, Saya akan ambil tindakan karena ini sudah menyangkut keluarga saya." ucap Alvaro terlihat Dafa mulai gelisah Dia memegang tengkuknya dan kembali duduk di kursinya, mereka menatap ke arah Dafa kembali namun Pak Yakult merasa masih belum percaya dia menganggap calon menantunya itulah asli dari keturunan keluarga Wibawa.
" Ya Tuhan, kenapa ini jadi lebar seperti ini, aku kan cuma ingin mereka itu tidak pernah akan menghina aku lagi, setelah aku menyewa laki-laki ini, tapi ternyata aku salah malah membuat masalah dengan Daffa tunangannya Prilly." gumam Bianca, kemudian dia pun berdiri sembari berkata pada mereka semua.
" Maafkan aku, ini semua adalah salahku bukan maksudku untuk mempermasalahkan tentang siapa Daffa sebenarnya, apakah dia itu bersangkutan dengan keluarga Wibawa atau tidak,tapi di sini aku memang mengajak kekasihku untuk memperkenalkannya kepada kalian, tapi tanggapan kalian selalu salah denganku." ucp Bianca sembari menundukkan kepalanya karena dia merasa dipermasalah yang mereka pertengkaran itu adalah berawal Dari dirinya itu.
Mendengar ucapan dari Bianca, Alvaro, Dewa, dan Arsya, terkejut mendengar Bianca berbicara, kalau dia adalah kekasihnya Bima, mereka bertiga langsung menatap ke arah Bima dengan lekat, Bima hanya mengekspresikan dengan mengangkat kedua bahunya dan menaik turunkan alisnya sembari tersenyum.
" Ini sudah terlanjur, karena kamu sudah memulai permasalahan yang telah ada, lagi pula kamu itu sudahlah tidak memiliki apa-apa, seharusnya kamu tidak perlu untuk menyaingi aku!" ucap Prilly.
__ADS_1
" Sudah! sudah! ini sudah terlanjur, kalau memang kalian benar-benar dari keluarga Wibawa, kalian bisa memberikan bukti pada kami, kalau seandainya kalian tidak benar dari keturunan keluarga Wibawa, silahkan kalian keluar dari rumahku ini, sebelum aku melaporkan kalian ke pihak yang berwajib!" ucap nenek Sri sembari menatap tidak senang ke arah mereka berempat termasuk cucunya sendiri Bianca.
Alvaro pun tersenyum.
" Baiklah nenek, saya tidak perlu menjelaskan siapa sebenarnya keturunan dari Wibawa yang sebenarnya, tapi lebih jelasnya lagi silakan nenek berbicara dengan papah saya, kalau memang nenek pernah mengenal siapa sebenarnya keluarga Wibawa." ucap Alvaro sembari mengeluarkan ponselnya dan menghubungi sang Papah melalui video call.
Beberapa saat mereka menunggu panggilan Alvaro pada sang Papah, panggilan itu pun tersambung.
" Waalaikumsalam papah." ucap Alvaro.
Mereka pun menatap satu sama lain, Daffa sudah mulai dilanda gelisah, dia mengeluarkan keringat dingin, karena dia sudah berada di tebing yang terjal yang sudah tidak bisa lagi untuk lari menyelamatkan dirinya, dia lari ke depan pun dia pasti akan jatuh ke jurang tersebut, bahkan dia berbalik arah ke belakang pun dia tetap akan jatuh ke jurang yang sudah menunggunya itu,diibaratkan dia sudah berdiri diantara dua jurang yang siap saja menyantap tubuhnya itu.
__ADS_1
" Ada apa Alvaro? Kenapa kamu menghubungi papa.?"
" Begini Pah, Ada yang ingin tahu tentang silsilah keluarga kita."
" Siapa?" tanya papa Abiyasa.
" Sebentar pah, silahkan nenek berbicara sendiri dengan papa saya, kalau nenek merasa saya ini bukanlah keturunan dari keluarga Wibawa, ini adalah anak dari kakek saya Andre Praja Wibawa, yaitu papah saya Abiyasa Putra Wibawa.' ucap Alvaro sembari menyerahkan ponselnya kepada nenek Sri.
Nenek Sri pun kemudian berbicara dengan papa Abiyasa, nenek Sri terdiam, setelah Papa Abiyasa menjelaskan siapa mereka sebenarnya, mereka yang ada di ruangan itu pun terkejut mendengar penjelasan dari papa Abiyasa.
Papa Abiyasa menjelaskan semua dari anak pertama, kedua, dan seterusnya tidak ada satupun terlewatkan, mereka semua mendengarkan penjelasan tersebut, tidak ada suara di antara mereka, Bianca terkejut dan tidak menyangka kalau Bima masih ada hubungan dengan keluarga Wibawa.
__ADS_1
Sedangkan Bianca pun tahu kalau Papah Abiyasa adalah Bos sekaligus pemilik perusahaan Wibawa Group.