
BAB 32🌹
Bima kemudian mendekati Daffa.
" Sekarang katakan siapa diri kamu ini sebenarnya! aku tidak punya waktu banyak untuk membujuk kamu agar kamu bisa berbicara! Kamu memiliki mulut kan? Sedari tadi kamu mengeluarkan kata-kata yang keras, bahkan mengatakan kalau aku ini adalah orang yang berbohong besar dan menyewa beberapa orang untuk mengakui sebagai keluarga dari Wibawa sekarang jelaskan Siapa kamu.!!"
Namun Daffa hanya tetap diam membuat Bima hilang kesabarannya.
" Katakan!! sebelum aku naik pitam!!" ucap Bima membuat ketiga sahabatnya itu terkejut dengan teriakan Bima, Dewa kemudian mendekati Bima sembari mengusap pundak sahabatnya tersebut seraya berkata.
" Sabar Bima, tidak usah kamu berteriak mengeluarkan urat leher kamu, karena yang hanya bisa membuat mulutnya itu terbuka hanyalah pihak yang berwajib!" ucap Dewa mendengar ucapan dari dewa seperti itu Daffa pun langsung mengangkat wajahnya dan menatap kedua orang yang ada di hadapannya itu,dia pun kemudian berdiri dari duduknya dan langsung meraih tangan Bima, tanpa disangka dan tanpa diduga dia langsung bersuara membuat mereka yang ada di ruangan itu pun terkejut dengan ucapan Daffa.
__ADS_1
" Maafkan aku, aku memang bersalah, Aku memang mengaku sebagai keluarga Wibawa, karena aku memang terinspirasi pada keluarga itu, Aku tidak memiliki perusahaan ataupun Aku memiliki mobil bergonta-ganti, Aku memang menyukai wanita yang aku sukai saat ini, tapi sebenarnya aku tidaklah kaya raya dan aku tidak memiliki kekayaan berlimpah seperti apa yang aku katakan, aku hanya pedagang di pasar tradisional, hasil daganganku aku pergunakan untuk menyewa beberapa mobil agar bisa mengunjungi Prilly dan membuat calon mertuaku terkesan,aku tidak menyangka kalau pengakuanku ini sebagai keluarga Wibawa akhirnya terbongkar di sini, beberapa tahun aku menjalani sebagai keturunan keluarga Wibawa palsu dan menjerat beberapa wanita yang memang mengharapkan menjadi menantu dari keluarga Wibawa, aku juga menyewa dua orang dari temanku yang bekerja di pasar tradisional tersebut untuk berperan menjadi orang tuaku. Walaupun aku menjerat beberapa wanita dengan cintaku, tapi sedikitpun aku tidak memanfaatkan mereka, jujur Maafkan aku jangan laporkan aku dengan pihak yang berwajib." ucapnya, lalu dia mendekati Alvaro.
" Pak Alvaro maafkan saya karena saya sudah membuat nama besar Bapak dalam kehidupan saya, saya mohon maafkan saya pak .." ucapnya sembari menangkupkan tangannya didada, Alvaro hanya menatap kearah Daffa yang ada dihadapannya itu. Kemudian dia pun menatap ke arah Prilly, dia menyentuh tangan Prilly namun langsung ditepiskan oleh Prilly.
" Prilly... Maafkan aku, Aku pasrah apa yang akan kamu lakukan denganku nantinya, kamu akan memutuskan hubungan pertunangan kita ini, aku akan terima, karena ini adalah salahku padamu, Maafkan aku." ucapnya sembari menundukkan kepalanya dan menghentakkan tubuhnya di sofa dia memegang tengkuk belakangnya dengan kedua tangannya sembari menundukkan kepalanya, karena dia penuh dengan penyesalan yang mendalam dia tidak menyadari dengan apa yang dia lakukan saat ini.
" Aku tidak sudi bersama denganmu! aku tidak ingin membina rumah tangga dan hidup denganmu! mulai sekarang kamu bukanlah tunanganku!" ucapnya sembari melepaskan cincin pertunangannya dan melemparkannya ke arah Daffa, semua yang ada di ruangan itu pun hanya menatap dengan diam.
" Bianca, maafkan aku, karena aku sudah membuat kamu sakit hati, sekali lagi maafkan aku."
Bianca menatap ke arah Bima, Bima hanya menganggukan kepalanya, biar bagaimanapun Prilly adalah keluarga Bianca, mereka sudah menyadari kesalahan mereka yang sudah menghina dan menjauhi Bianca.
__ADS_1
Satu persatu pun keluarganya meminta maaf pada Bianca dan mempersilakan Bianca dan mereka berempat untuk duduk bersama tanpa menghiraukan lagi Daffa.
Namun Alvaro kemudian mengajak ketiga sahabatnya untuk keluar dari rumah tersebut dan memberikan nasehat untuk Daffa.
" Lebih baik kamu bekerjalah dengan keras agar kamu bisa menjadi seperti keluarga Wibawa, jangan gunakan rezeki kamu itu untuk berfoya-foya, gunakanlah rezeki kamu itu sebagaimana mestinya, aku memaafkan kamu dan tidak akan melaporkan kamu atas pengakuan palsu kamu itu, Tapi... Ingat! kalau masih kamu ulangi aku tidak akan membiarkan kamu berkeliaran lagi." ucap Alvaro dianggukan oleh Daffa, mereka berempat pun kemudian berpamitan, saat mereka melangkah meninggalkan ruang tengah tersebut, Bianca pun berbicara.
" Tunggu Bima...."
Bima menoleh ke arah Bianca, Bianca melangkah mendekati Bima.
" Kalian tidak mengajak aku? kalau kalian meninggalkan aku di sini,bagaimana aku pulangnya?" ucapnya tersenyum, Bima pun tersenyum Begitu juga dengan ketiga sahabatnya itu, kemudian mereka menganggukkan kepalanya dan meninggalkan keluarga Bianca tersebut menuju ke arah luar, beberapa saat kemudian dua buah mobil itu pun meninggalkan rumah Nenek Sri.
__ADS_1