CAHAYA CINTA

CAHAYA CINTA
CAHAYA CINTA 51


__ADS_3

BAB 51 🌹


" Oh ya ada apa ya sehingga kalian bisa ke rumahku?"


" Begini Bianca, kenapa kamu mengundurkan diri dari kantor?" Tanya Alvaro.


Bianca menghela nafasnya dengan panjang.


" Sebenarnya aku ingin mencari pekerjaan yang benar-benar bisa memberikan gaji yang sepadan, walaupun aku hanya lulusan sekolah menengah atas, tapi aku ingin berusaha melunasi utang kedua orang tuaku dengan Pak Hendri."


" Pak Hendri? siapa Pak Hendri?" Tanya Bima.


" Dia adalah rentenir kelas kakap, Dia bekerja sebagai manajer di hotel berbintang, tapi aku tidak tahu nama hotelnya itu apa."


Mereka berempat pun paling pandang.


Setelah menghela nafasnya Bianca melanjutkan bicaranya.


" Aku juga tidak tahu kenapa almarhum Ayah kemarin berhutang pada mereka, kalau aku masih bekerja disana aku mungkin tidak bisa melunasi itu semua, karena gaji yang kuterima tidak sepadan."


" Kamu tidak usah khawatir Bianca, semua sudah teratasi, pak Yanuar adalah dalang dari semuanya, sekarang Pak Yanuar berada di dalam penjara." Sahut Dewa.


" Apa? Pak Yanuar ditangkap pihak yang berwajib?"


" Iya, kami sudah menyelidikinya semua dan ternyata dialah yang telah memotong beberapa bagian uang dan gaji kalian, sekarang semua sudah dikembalikan, begitu juga punya kamu, kamu bisa bekerja kembali Bianca, Alvaro sudah mencabut surat pengunduran diri kamu, Alvaro tidak mengizinkan kamu berhenti di kantor itu." sambung Arsya.


" Benar apa yang dikatakan Arsya." Sambung Bima.


" Tapi Aku tidak bisa bekerja di sana lagi."


" Kenapa kamu tidak bisa ?" Tanya Bima, Bianca menghela nafasnya dengan panjang.


" Bianca, kamu harus tetap bekerja di sana, sekarang kamu tidak sebagai OB lagi, tapi melainkan menjadi sekretarisnya Bima." Ucap Alvaro.


Mendengar ucapan itu Bima pun terkejut.


" Sekretaris aku?" Tanya Bima terlihat senang tersenyum dalam bicaranya.


" Iya, inilah yang ingin aku katakan pada Bianca, aku mengangkat Bianca sebagai sekretaris kamu."


Bianca menatap ke arah mereka silih berganti.

__ADS_1


" Tapi bagaimana dengan yang lainya? Kalau seandainya Aku naik jabatan seperti ini."


" Tidak apa-apa, semua bisa diatasi." Sambung Bima.


" Besok kamu sudah mulai bekerja dan kamu tidak perlu memikirkan uang yang sudah aku berikan pada kedua orang tadi, karena itu memang ikhlas aku berikan pada kamu, untuk membayar hutang kedua orang tua kamu."


" Terima kasih banyak Pak Alvaro, sekali lagi terima kasih banyak."


" Tidak usah kamu panggil aku dengan sebutan Bapak, panggil saja dengan sebutan Alvaro karena kita berteman."


" Apalagi kamu adalah orang yang sangat disukai oleh Bima." sambung Dewa.


Bima terkejut dengan ucapan Dewa.


Bianca pun langsung menundukkan kepalanya, debaran di jantungnya pun tidak menentu.


" Astaga Dewa? Kenapa kamu terlalu jujur banget sih?" sambung Arsya sembari terkekeh disambut Dewa dan Alvaro ikut terkekeh.


" Bima, sekarang kamu berbicaralah pada Bianca, kami menunggumu di dalam mobil." ucap Arsya lagi dianggukkan oleh kedua sahabatnya itu, kemudian mereka pun menepuk pundak Bima dengan pelan dan melangkah menuju ke arah mobil mereka yang terparkir di pinggir jalan tersebut.


Sepeninggal mereka tidak ada suara sama sekali di antara mereka berdua yang duduk di teras rumah tersebut.


Mereka berdua hanya saling pandang lalu kemudian mereka pun sama-sama tersenyum., Bima memulai bicaranya.


" Bicaralah..." Ucapnya singkat.


" Aku rindu denganmu..."


Mendengar ucapan dari Bima Bianca tersenyum malu-malu, dia jadi salah tingkah di hadapan Bima, terlihat wajah Bianca bersemu merah mendengar ucapan dari Bima, Bima menatap dengan mesra ke arah Bianca membuat Bianca lagi-lagi tidak bisa berbicara.


" Bianca..." Panggil Bima.


Bianca menatap ke arah Bima.


" Aku tahu aku mungkin tidak sesempurna keinginanmu, tapi percayalah, aku akan selalu berusaha membuat kamu tetap bahagia, bagaimanapun caranya karena kamu sudah menyentuh hatiku sejak awal kita bertemu, jujur aku akui, aku menyukai kamu, Aku menyukai apa adanya dirimu, Aku berharap sekali semoga dalam hari-harimu akulah yang selalu pertama yang menyapa dan menegurmu, baik di dalam ingatanmu dalam pandanganmu dan dalam mimpimu, di setiap gerak-gerik langkahmu hanya ada aku."


Bianca merasa terbang mendengar ucapan dari Bima, Bima bergumam di dalam hatinya.


" Yes! Akhirnya aku bisa mengatakan ini semua padanya, padahal aku baru saja mengenal seorang wanita yang benar-benar menyentuh hatiku seperti Bianca, Apakah dia tetap menyukai aku setelah aku berbicara seperti ini, aku takut dia mengatakan aku hanyalah gombalan belaka saja."


" Hemmm....Jujur Bianca, Aku mencintaimu." Ucap Bima lagi.

__ADS_1


Mendengar ucapan Bima Bianca mengangkat wajahnya, terlihat jelas Bima menatap wajah Bianca yang bersemu merah.


" Asal kamu tahu Bianca, hatiku ini sudah merekat dengan hati kamu, membuat aku sulit berpindah pada hati yang lain, Aku memang benar-benar menyukai kamu, apakah kamu menerima cintaku ?" Ucapnya sembari menatap Bianca dengan tatapan penuh arti, Bianca pun refleks mengangguk, Bima tersenyum bahagia dia langsung meraih Bianca dan memeluknya, mereka yang ada di dalam mobil pun menatap ke arah Bima dan Bianca.


" Yes! Akhirnya Bima memiliki seorang kekasih." Ucap Arsya.


" Bagaimana denganmu Dewa?" Tanya Alvaro.


" Hmmmm... Aku tidak tahu Varo, aku akui ternyata Bima lebih unggul dari aku, Aku tidak tahu di mana jodohku....hahaha." Ucapnya sembari tertawa, mereka bertiga pun tertawa menyambut tawanya Dewa.


" Kamu beneran menerima aku apa adanya, dengan keadaanku seperti ini dan pekerjaanku sebagai bawahan di Wibawa Group?"


" Aku akan menerima kamu apa adanya, jujur aku juga menyukai kamu saat pertama kali aku melihatmu, tapi aku sadar diri karena aku salah orang,takut kamu sudah dimiliki orang lain, tapi saat itu sebenarnya aku juga mencintai kamu." Ucap Bianca tersenyum.


Cinta Bima tidak bertepuk sebelah tangan, bersambut dengan manis di hati Bianca, mereka resmi menjadi sepasang kekasih.


" Besok kamu berangkat bekerja, Aku akan menjemputmu." Ucapnya dan dianggukan oleh Bianca.


" Baiklah, aku pulang dulu karena ada urusan yang harus aku selesaikan, Aku harap kamu istirahat di rumah."


" Setelah sampai rumah nanti Kamu hubungin aku ya..." Ucap Bianca, Bima menganggukkan kepalanya, dia kemudian berpamitan dengan Bianca.


" Masuklah ke dalam rumah." Pinta Bima.


" Aku ingin melihat kamu pergi dulu, setelah kamu pergi dari rumahku aku akan masuk ke dalam rumah." Ucapnya.


Dianggukan oleh Bima.


" Assalamualaikum..."


" Waalaikumsalam..."


Bima kemudian melangkah menuju ke arah mobil Alvaro yang sudah sedari tadi menunggunya, setelah Bima masuk ke dalam mobil dan mobil itu pun meninggalkan rumah Bianca, dia langsung tersenyum dan masuk ke dalam rumahnya, serta menutup pintu rumahnya itu, dia merasa bahagia sekejap itu dia sudah memiliki seorang kekasih, dia sangat bahagia pertemuan mereka pun tidak terduga hanya karena kesalahpahaman akhirnya berbuah menjadi ikatan cinta yang sangat manis sekali, Bianca kemudian melangkah menuju ke dalam kamarnya dan dia langsung merebahkan tubuhnya sembari tersenyum-senyum saking bahagianya itu, dia larut dalam bahagia yang baru saja diciptakannya itu bersama dengan Bima.


" Bagaimana, apakah Bianca sudah menerima kamu?"


" Ya pastilah dia menerima aku, karena cinta kami itu saling memberitahu melalui hati, sinyal cinta antara kami sangat kuat dan mengeluarkan cahaya yang terang dan menerpa hati kami menjadi cahaya cinta abadi hehehe....." Ucap Bima terkekeh.


" Hehehe... Senang sekarang ya sudah memiliki seorang kekasih, sekarang giliran kamu Dewa..." Ucap Alvaro, Dewa menyentuh jidatnya sembari bersuara.


" Aku hanya bisa mengikuti arus air yang mengalir dan menemukan pujaan hati mengukir cahaya cinta abadi seperti apa yang dikatakan Bima..." Ucapnya tertawa pelan.

__ADS_1


Mereka pun tertawa mendengar ucapan dari Dewa dan mobil Alvaro terus menuju ke arah kantor Wibawa group untuk mengambil mobil pribadi mereka tersebut.


__ADS_2