
Anggel tengah menangis di kediaman Keluarga Alister, mengadu pada Gerry atas apa yang di perbuat Guen padanya.
"Aku hanya ingin memesan baju pesta padanya Bi? dia menganggap aku miskin, dia hampir menusukku dengan gunting," isaknya di buat buat dengan kepala bersandar dibahu Gerry.
"Dasar gadis tidak tahu malu, bahkan dia lebih busuk dari sampah. Beraninya dia ingin menusukmu," geram Gerry.
"Aku tidak akan datang ke pemberkatan mereka besok Bi, aku membencinya. Aku akan merancang sesuatu agar Carcas mencintai ku dan meninggalkannya," rengek Anggel.
"Aku akan mendukung mu, yang penting jangan biarkan Carcas menikahi wanita kampung itu lebih lama, aku akan membantumu, tapi jangan sampai Keanu tahu tentang ini. Dia pasti akan murka bahkan mengusir ku," jujur Gerry membuat Anggel sedikit terkejut.
"Kenapa Bibi takut jika di usir? bukankah Bibi juga memiliki banyak harta di Keluarga Alister?" tanya Anggel sedikit menjentik perasaannya.
"Aaaagh, sudah lah! jangan kamu ingat, yang penting jangan sampai suami ku mengetahui rencana kita. Sekarang kamu pulang lah, besok kita akan ke gereja menghadiri acara pernikahan Carcas dan Citra," jelas Gerry.
"Baik Bi, tapi belikan aku gaun yang mewah yah? aku ingin tampil sempurna di depan Carcas," ucap Anggel tanpa ada perasaan berdosa.
"Iya, besok butik langganan ku akan mengantarkan pada mu. Sekarang pulanglah," kecup Gerry pada kepala Anggel.
Anggel meninggalkan kediaman Keluarga Alister, mobilnya berpapasan dengan mobil Keanu saat keluar dari perkarangan.
"Kenapa gadis itu keluar dari kediamanku?" batin Keanu.
Keanu turun dari mobil setelah sopir berhenti dan pengawal membukakan pintu untuk sang bangsawan sesungguhnya.
"Selamat malam Tuan," tunduk pengawal.
"Malam, apa tadi itu mobil Anggel?" tanya Keanu penasaran.
"Ya Tuan," tunduk pengawal.
"Apa dia bertemu dengan putra ku?" tanya Keanu.
"Tuan Muda belum kembali Tuan," ucap pengawal.
"Haaaah? dimana dia?" tanya Keanu menaikkan kedua alisnya.
"Tuan muda masih di butik calon istrinya, Tuan," jelas pengawal.
"Hmmmm,"
Keanu berlalu memasuki kediamannya yang berlantai dua bak istana di hiasi patung patung sejarah bahkan di hiasi lukisan Monalisa.
"Sayang," sambut Gerry pada Keanu.
"Hmmmm apakah Anggel dari sini?" tanya Keanu melihat reaksi istrinya.
"Hmmm dia hanya ingin bertemu aku dan menunggu Carcas sayang," jelas Gerry.
"Ingat sayang, Carcas akan menikah. Jangan kau kotori kepalamu untuk membatalkan pernikahan putraku, jika kau ingin masih tinggal di kediaman ku," kecup Keanu pada bibir istrinya berlalu menuju kamar pribadi di lantai dua.
__ADS_1
"Sayang," kejar Gerry mengikuti langkah suaminya.
"Jangan menggangguku, aku lelah," tegas Keanu.
"Kenapa? apa kau menghabiskan waktu bersama simpanan mu?" tanya Gerry berang.
Keanu menatap lekat wajah istrinya yang sangat dia cintai.
"Jangan kau ungkit masa lalu ku. Aku sudah melupakannya," tegas Keanu.
"Tapi Carcas anak selingkuhan mu Ken," tangis Gerry pecah.
Keanu menarik nafas dalam, dia tidak bisa berucap. Baginya Gerry adalah cintanya, wanita yang bernama Elizabeth adalah wanita Jepang yang rela memberikan rahimnya untuk mengandung Carcas demi menyelamatkan panti asuhan miliknya, demi menutupi aib Gerry yang tidak bisa memberikan keturunan pada Keluarga Alister.
"Dia bukan selingkuhan ku Ger, dia dengan ikhlas memberikan putranya untuk kita. Kau ingat? aku telah menyelamatkan panti asuhan miliknya. Apa kau lupa sayang? atau kau akan melanggar perjanjian mu?" kenang Keanu.
"Ken, aku membenci gadis kampung itu. Aku tidak ingin putraku menikah dengannya," jujur Gerry meratapi dirinya sendiri.
"Jangan rusak hatimu malam ini, besok adalah pernikahan Carcas. Kau harus bisa menerima keputusan ku," tegas Keanu memilih berlalu.
"Ken, Keanu,"
Gerry memilih masuk ke kamarnya. Menangis disana dengan derasnya air mata. Betapa perihnya tidak bisa memiliki keturunan hingga harus mengikhlaskan suaminya meniduri wanita lain demi mendapatkan anak. Ternyata setelah putra yang dia rawat tumbuh dewasa malah menikah dengan gadis biasa.
"Aaaaaagh," geram Gerry melempar sesuatu ke dinding kamarnya.
Praaaank,
"Kenapa aku harus di paksa menerima kepahitan ini?" batinnya.
.
🌹🌹🌹
Di butik milik Guen, Carcas masih menemani calon istri yang dia kagumi sejak dulu. Sejak dia mengetahui Samuel meninggalkan gadis itu demi Citra tunangannya. Perjodohan yang mereka tolak dengan perdebatan panjang hingga memutuskan untuk menikahi mantan kekasih Samuel, Guenhumura.
"Apa kau sudah kenyang?" tanya Carcas bertanya pada Guen setelah menyuapkan gadis idamannya.
"Ya, terimakasih," ucapnya pelan.
"Baik, besok kau akan di jemput sopir Keluarga ku. Apakah kau ada pendamping untuk mengantarkankan mu hingga ke depan altar?" tanya Carcas.
"Ya, aku sudah menghubungi ibu angkatku. Dia akan datang ke sini besok pagi," jawab Guen jujur.
"Bagus, kita akan menikah demi menyelamatkan butik mu. Mungkin setiap hari aku akan menemanimu di sini setelah pulang kantor," jelas Carcas.
"Terserah! aku tidak peduli,"
Guen berlalu meninggalkan Carcas yang duduk di sampingnya.
__ADS_1
Carcas menahan tangan Guen, "mau kemana?" tanyanya.
"Aku mau istirahat, semoga aku besok tidak bangun hingga kau menikah dengan patung di depan altar, bukan dengan ku," jawab Guen asal membuat Carcas tertawa geli.
"Kau lucu Guen, sangat lucu. Oya, apakah Samuel pernah tidur dengan mu?" tanya Carcas menyulut emosi Guen.
"Kau?"
Guen menatap lekat wajah pria yang menyebalkan di hadapannya.
"Aku bertanya," jelas Carcas.
"Jika kau pernah tidur dengannya, tidak masalah bagiku. Bahkan aku tidak capek capek membuatmu menjerit saat malam pertama kita besok malam," kekeh Carcas dengan percaya diri.
"Iiiiighs, iiiiigh,"
Guen merinding membayangkan kalimat Carcas.
"Heeeiiii kau belum menjawab ku," tanya Carcas penasaran.
"Halloo, aku dan Samuel hanya hubungan relationship, tidak sampai ke ranjang," tegas Guen.
"Haaaaah benarkah? apakah dia tidak pernah menyentuh mu?" tanya Carcas dengan wajah senang.
"Ya lah, aku tidak pernah melakukannya dengan siapapun, karena aku tahu itu hanya akan menghambat karier ku," tegas Guen.
Carcas semakin tertawa geli.
"Apa kau gadis normal? atau kau pecinta sesama jenis, karena sama sekali tidak pernah lembut dengan ku seperti awal kita bertemu," jelas Carcas mengingatkan.
"Haaaah, apa kau menganggap gadis yang belum melakukan hubungan seksual di usia ku seperti sekarang itu buruk? justru aku akan melakukan dengan pasangan ku, yang benar-benar mencintai ku tulus tanpa syarat. Kau mengerti Tuan Carson Carcas Alister?" tegas Guen.
"Hmmmm,"
Carcas mendekat ke arah Guen menatap lekat wajah mulus itu.
"Bersiaplah Guen, kau akan jatuh cinta pada ku setelah kita menikah. Kau akan menjadi milikku selamanya. Aku sangat mencintaimu sejak dulu hingga saat ini,"
Mata mereka saling tatap, bibir Guen tertutup rapat tak mampu berucap. Mata Carcas yang merah menahan air mata akan kejujuran hatinya tak sedikitpun meluluhkan perasaan Guen.
Baginya Carcas adalah pria untuk bisnis dalam menyelamatkan butik, bukan untuk menjadi suami.
"Pergilah, aku tidak pernah percaya atas kalimatmu barusan," tegas Guen berusaha membendung air matanya.
Carcas tersenyum tipis, "selamat malam istriku," kecupnya di bibir Guen dan berlalu.
Tobe continue...
Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah...🙏
__ADS_1
Setidaknya kalian penyemangat ku!
Khamsiah.... Fillen danke and thankyou...🤗🔥