
Dikamar nan indah berada dilantai tiga, Carcas dan Guen justru masih perang dingin sambil menikmati semangkuk cream soup dan roti buatan Kasih. Mereka sarapan bersama tanpa ada yang mau menyapa.
Carcas menutup wajahnya di sofa menggunakan bantal kecil yang menjadi hoby barunya. Aroma wanitanya sangat khas menempel di bantal kecil yang bertuliskan nama Guenhumura.
"Aku mengalah, aku tidak bisa seperti ini! aku membutuhkanmu, bantu aku untuk bangkit dan melanjutkan pernikahan kita," ucap Carcas dengan wajah tertutup.
Guen yang tengah menikmati cream soup duduk berdekatan dengan suami, tersenyum tipis membuka bantal yang menutup wajah tampan itu, terlihat kusut seperti belum disetrika tiga minggu.
"Kamu kenapa? nggak ke kantor? mungkin aku akan ke Paris dan menginap di sana. Apa kamu mau menemani ku? menemui pengusaha yang memesan gaun pengantin untuk acara wedding fashion," jelas Guen tanpa mau membahas masalah lain.
Carcas terduduk rapi, memeluk tubuh mungil yang sangat baik menghadapi sifat kekanak kanakannya.
"Bisa ulangi?" tanya Carcas penuh harap.
Guen mendelik, menatap aneh dan merasa di permainkan oleh seorang CEO pintar tapi bodoh dalam menghadapi sebuah case.
"Hmmmm kamu kenapa?" tanya Guen menaikkan kedua alisnya.
"Aku merindukan mu," rengeknya seperti anak kecil.
Guen memberanikan diri untuk duduk dipangkuan Carcas.
"Menjadi wanita penggoda untuk suami sendiri tidak masalah, dari pada dia harus menghabiskan waktu dengan wanita sampah di luar sana," batin Guen.
Dress biru langit yang tipis membuat Carcas semakin tidak kuasa membendung rasa rindu bahkan aroma tubuh Guen perlahan menusuk hingga ke otak turun ke pangkal paha.
"Uuuups, jawab aku jujur sebelum aku memulainya!" tahan Guen mengalungkan tangan dileher Carcas.
"Apa hmmm?" tanya Carcas penuh harap.
"Apakah kamu mencintaiku hanya untuk merebut mahkotaku? atau kau ingin mengakhiri kisah kita setelah enam bulan?" tanya Guen menatap hezel mata Carcas.
Deg,
Carcas justru berfikir Guen tidak sesuci ini karena hubungannya dengan Samuel sangat serius. Tidak mungkin dua insan dewasa menjalin hubungan hanya ngobrol, tanpa menghabis waktu bersama atau malam malam indah mereka, tapi Carcas salah. Guen masih suci bahkan tidak tersentuh oleh Sam.
Berbeda dengan Citra dan Samuel saat mereka menjalin hubungan, mereka sudah tinggal bersama di hotel milik Citra. Bahkan terang terangan mengatakan mereka sudah melakukannya.
"Jawab aku Cars! atau kita memang akan seperti ini setiap hari?" geram Guen masih menatap dalam wajah oriental itu.
__ADS_1
Carcas menyandarkan tubuhnya lebih dalam di sofa agar mudah untuk mengeksplore tubuh Guen saat ada penyerangan mendadak. Tangan pria itu sudah sangat gatal untuk memanjakan tubuh mungil yang dia rindukan.
"Dari awal aku katakan, aku ingin serius dengan mu! melupakan masa lalu kita, melupakan kesalahan yang aku buat. Kita mulai dari nol agar kita bisa bersama. Aku akan menemanimu ke Paris. Aku juga sudah mengganti password apartemen agar Anggel tidak bisa masuk ke rumah kita," jujur Carcas.
"Oke, good boy," senyum Guen tipis.
Wanita itu berusaha turun dari pangkuan Carcas, tapi sayang laras panjang pria itu lebih dulu bangun tanpa mau bernegosiasi.
Carcas menahan tengkuk Guen mencium bibir manis yang sudah membiusnya sejak tadi malam. Perlahan tapi pasti apa yang menjadi candu mereka berdua dapat terwujud. Begitu indah sehingga tidak ada kata penyesalan untuk melakukannya lebih sering.
"Aku mencintaimu Guen," ucap Carcas saat laras panjang itu akan menembus syurga Guenhumura membawanya terbang ke angkasa luar.
"Hmmmmfgh,"
Guen hanya menikmati getaran dari sentuhan tangan milik Carcas saat akan penyatuan cinta mereka. Saat ini Guen masih berada dipangkuan pria oriental yang akan menembus nirwana syurga.
"Aaaaagh,"
Terdengar suara erangan bersahutan keduanya, Carcas dengan sangat lembut membantu Guen untuk menggerakkan pinggulnya lebih dalam.
"Oooough honey," rengek Guen manja, masih memeluk tubuh mengikuti irama yang bermain.
Carcas benar benar ingin melepas semua kerinduannya bersama Guen, ini sangat jarang mereka lakukan. Selama dua minggu menikah, mereka baru tiga kali melakukannya.
Saat Guen mencapai kebahagiaannya, Carcas membawa tubuh mungil itu kembali ke ranjang mereka melakukan penyerangan balik demi mendapatkan garis finish.
"Oooough,"
Hentakan terakhir laras panjang membuat tubuhnya merasakan kedamaian yang sangat dalam. Carcas me lu ma t lebih dalam bibir mungil nan merah merona, meminta haknya sekali lagi tanpa kenal lelah. Entahlah, pagi yang dingin itu, menjadi pagi yang panas bagi keduanya agar mereka bisa bersahabat dengan keadaan.
"Apa kamu capek sayang?" tatap Carcas saat melepaskan laras panjang dari syurganya.
"Setidaknya capek ku terbayarkan karena telah melayanimu hubby," senyum Guen menatap mata yang indah penuh pesona.
"Apa kamu senang? maukah kamu menemani ku ke kantor pagi ini? kamu bisa bekerja di ruangan ku, jika aku menginginkannya lagi, kamu masih ada di dekatku," ucap Carcas meminta.
"Ya mandilah," pinta Guen.
"Berdua," goda Carcas.
__ADS_1
"Apakah tidak ada lelah? kita sudah melakukannya lebih dari dua kali Cars," rungut Guen.
"Aku ingin kamu hamil sayang," bisik Carcas.
Guen tersenyum tipis mendengar keinginan suaminya, "hmmmm baiklah, hamilin aku secepatnya,"
Carcas menggendong tubuh mungil itu, tentu untuk melakukan ritual bersama dengan berbagai macam permintaan maaf yang harus keluar dari bibir mungil itu.
"Apa kamu memaafkan aku sayang?" tanya Carcas memeluk tubuh mungil itu dari belakang di bawah guyuran shower air hangat.
"Aku maafkan, tapi kau harus selalu tidur dengan ku mulai detik ini," pinta Guen sedikit memaksa.
"Ya apapun, akan aku lakukan. Besok malam kita ada acara undangan makan malam bersama Keluarga Alister, aku harap kita datang tepat waktu, karena Papa tidak suka menunggu dan mungkin akan menginap disana," jelas Carcas lembut.
Guen merasa malas jika ada undangan makan malam, ini akan menjadi cercaan dan hinaan bagi dirinya sendiri, karena dia bukan bangsawan. Guen menarik nafas panjang, tanpa ada penolakan. Pikirannya hanya ingin berbahagia dengan caranya.
Lebih dari 30 menit mereka menghabiskan waktu di kamar mandi, menerima sentuhan dari tangan lentik yang sangat rajin mengelus tubuhnya. Akhirnya Carcas menggendong Guen menuju kamar.
"Aku akan memesan beberapa dress untuk mu," ucap Carcas mencium puncak kepala istrinya.
"Enggak usah, dress ku masih banyak, dapat dari brand new yang mengiklankan produk wedding dress ku, hubby," jelasnya.
Carcas tersenyum senang, "ternyata kamu mau memanggil ku hubby, sayang," kecupnya bangga.
"Hmmmm ya,"
Guen beranjak ke lemari pakaian mengambil underwear dan dress yang akan dia kenakan untuk menemani Carcas. Mereka menggunakan warna senada, riasan yang simple dan sangat menarik.
Carcas bergegas membawa semua perlengkapan menuju kantor, begitu juga Guen. Ternyata saat tiba dilantai bawah mereka dikejutkan dengan kehadiran seseorang.
"Selamat pagi menjelang siang," sapa seseorang membuat Guen dan Carcas sedikit terkejut.
Hmmmmm.... siapa hayooo? 🤔🤧
Bahagianya othor, bisa keramas...🔥
Tobe continue...
Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah...🙏
__ADS_1