CEO, Gadis Bersyarat

CEO, Gadis Bersyarat
Ular betina...


__ADS_3

"Selamat pagi menjelang siang," sapa seseorang membuat Guen dan Carcas sedikit terkejut.


Carcas menggenggam jemari Guen, menatap kesal kearah Keanu yang datang tiba tiba tanpa memberi tahu mereka.


"Pa, ngapain kesini? bukankah kita akan bertemu di kantor?" tanya Carcas.


"Sudah lebih dari tiga jam aku menunggu mu di kantor, ternyata kau masih di sini," sindir Keanu berlalu menuju pintu utama butik.


Carcas bergegas membawa Guen bersama menuju mobil. Saat sudah meyakinkan istrinya aman didalam mobil, dia mendekati Keanu.


Tok tok tok,


Keanu membuka jendela mobil tak menatap, "hmmm," ucapnya.


"Aku akan membawa Guen ke kantor, aku mohon jangan membahas tentang Anggel, karena aku telah menutup semua akses untuk dia," tegas Carcas.


Keanu tersenyum tipis, "good boy," tepuk Keanu pada wajah Carcas.


"Jalan," ucap Keanu pada sopir, menutup kaca dan berlalu.


Carcas merasa lega, tapi sangat berbeda dengan suasana Anggel di kediaman Keluarga Alister yang mengetahui mobil yang iya bawa telah di ambil alih oleh pria oriental itu.


"Lihat putra mu Bi, kemaren dia sangat mesra pada ku! hari ini dia menutup semua akses agar aku tidak bisa masuk ke apartemen miliknya," rungut Anggel pada Gerry.


Gerry menggeram kesal, bahkan dikepalanya hanya ada kebencian pada istri Carcas.


"Pasti wanita sampah itu yang meminta putra ku agar dia melakukan hal itu padamu," geram Gerry.


Anggel tengah merencanakan sesuatu untuk memberi pelajaran pada Guen, tanpa sepengetahuan siapapun.


"Kau akan menyesal wanita sampah," sungutnya mengajak Gerry untuk menghabiskan waktu bersama disalon.


"Baiklah, mari kita pergi. Kita akan memberi pelajaran pada wanita sampah itu di butiknya, bahkan aku berhak mengusir dia dari tempat itu! karena dia belum bisa membayar hutangnya pada keluarga suamiku," ucap Gerry menarik tangan Anggel meninggalkan kediamannya.


.


.


Guen tengah di sibukkan dengan pekerjaan, sesekali melirik ke arah Carcas yang duduk di kursi kebanggaannya.


Berkas yang menggunung harus dia tanda tangani karena sudah lebih seminggu dia meninggalkan kantor.


"Apa kita akan makan siang disini?" tanya Guen saat mereka bersitatap.


"Hmmmm aku sudah memesankan beberapa makanan kesukaanmu, kita akan menghabiskan waktu hingga sore," jelas Carcas mengalihkan pandangannya.


Guen mengangguk, dia melanjutkan pekerjaannya, sesekali memberi kabar pada Salsa, agar segera memberikan gaun pengantin yang akan di jahit kepada langganan mereka.


Tok tok tok,


Pintu ruangan Carcas dibuka oleh Keanu, ayah mertua Guen masuk tanpa ada persetujuan dari putranya.

__ADS_1


"Pa, jangan masuk nyelonong saja, bagaimana jika aku dan Guen sedang bermesraan," rungut Carcas.


Keanu malah diam tak bergeming memilih duduk disamping Guen. Pria tampan nan dingin itu menatap penuh ke layar laptop menantunya, tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Dia hanya menikmati jari lentik Guen yang menari nari di atas keyboard sambil menatap layar.


"Ehem,"


Keanu mendehem menarik perhatian menantu agar mau berbicara dengannya.


Guen menghentikan pekerjaannya, menatap kearah Keanu, "ya Pa," sapanya.


"Aku ingin menanyakan sesuatu padamu,"


Keanu membuka kotak cerutu termahalnya untuk segera dinikmati.


"Ya, silahkan bertanya," senyum Guen menutup layar laptop menatap penasaran pada Keanu.


"Hmmmm apakah Elizabeth ibumu?" tanya Keanu santai.


Guen tersenyum tipis menatap wajah Keanu dan Carcas bergantian. Matanya penuh tanda tanya, "kenapa Papa menanyakan itu pada ku? aku hanya anak panti asuhan, Ibu Elizabeth hanya orang tua angkatku," jelasnya.


Keanu mengangguk, "apakah dia pernah menceritakan sesuatu padamu?" tanyanya sekedar basa-basi.


"Hmmmm tidak Pa, kami hanya saling membantu. Menurut cerita Ibu angkatku panti bisa bertahan seperti saat sekarang karena bantuan dari pengusaha kaya. Yaaaah, hanya itu yang beliau ceritakan pada kami," jelas Guen.


"Bisakah kau mengundang Ibu Elizabeth untuk makan malam bersama Keluarga Alister besok malam? sopir akan menjemputnya,"


Keanu menghembuskan asap cerutu ke udara menikmati perlahan is a pannya.


"Ooogh tidak usah membawa Carcas, kamu saja pergi sendiri bersama sopir pribadiku. Aku ingin mengenal keluarga angkatmu lebih dekat," senyum Keanu.


Carcas tersenyum mengangguk menatap ke arah Guen, "sepertinya Papa sudah mau menerima istriku dan keluarganya," batinnya.


Guen mematuhi semua perintah Keanu tanpa berfikir apapun karena dia memang tidak mengetahui tentang masa lalu Keanu dan Elizabeth.


Stanley masuk memberikan pesanan makan siang untuk Carcas dan Guen, tersenyum tipis saat matanya menatap nyonya majikannya yang sangat baik dan pemaaf.


"Dasar majikan bodoh, memiliki istri secantik ini masih mau bermain gila dengan perempuan lain," gerutu Stanley dalam hati meninggalkan ruangan yang penuh pura pura itu.


Carcas mendekati istrinya, merangkul mesra bahu dan mencium aroma segar dari leher jenjang nan indah itu tanpa sungkan dihadapan Keanu.


"Hmmmm ada Papa," tolak Guen menjaga jarak.


Keanu tersenyum tipis mendengar ucapan menantunya, "bermesraan lah, agar kalian saling memahami dan memberi ku keturunan," jelasnya mematikan cerutunya di asbak yang tersedia kemudian berlalu.


"Pa, kenapa tidak makan disini?" ajak Carcas.


"Hmmmm aku kenyang telah melihat kau," ucap Keanu berlalu.


Carcas dan Guen menikmati makanan yang disediakan Stanley, saling menggoda dan menyuapkan. Kemesraan yang tidak pernah mereka ciptakan selama pernikahan. Sesekali Guen tertawa kecil memeluk tubuh Carcas yang sangat menyambut setiap sentuhan dan kecupan yang diberikan oleh istrinya.


"Aku sangat bahagia jika bersama mu seperti ini," bisik Carcas ditelinga Guen.

__ADS_1


"Hmmm aku akan membuktikan bahwa semua pemikiran mu salah hubby," kecupnya.


Saat mereka tengah menikmati makan siang yang penuh kemesraan dan kebahagiaan yang telah susah payah diciptakan keduanya, tiba tiba pintu ruangan Carcas terbuka lebar dengan kehadiran tamu tak diundang,


Braaak,


"Ooogh disini kau rupanya sedang bercumbu dengan putraku, wanita sampah!" lantang Gerry menyelonong masuk menggenggam tangan Anggel.


Guen yang tengah menikmati cumbuan Carcas dipangkuan suaminya, terlonjak kaget menurunkan mini dress yang tersingkap hingga d ad a.


"Ma! kenapa tidak mengetuk dulu! ini ruangan ku," teriak Carcas.


"Oooogh jadi mentang mentang ini ruanganmu seenaknya kau membawa wanita sampah ini dan bercumbu?" ucap Gerry sarkastik.


"Ma! Guen istriku," tegas Carcas membela Guen.


Guen merasa takut karena kepergok oleh Gerry, dia menyembunyikan wajahnya dibelakang tubuh Carcas.


"Jadi karena dia istrimu, seenaknya dia melakukan hal tak senonoh dikantor ini hmmm," sindir Gerry menatap tajam kearah Guen.


"Oke, ada urusan apa Mama datang ke ruanganku? membawa wanita ini?" tanya Carcas berdiri menghampiri Gerry.


"Aku ingin kau membuka akses apartemenmu untuk Anggel," perintah Gerry.


Carcas tersenyum smirk, menantang hezel mata Gerry yang sinis menatap wajah istrinya.


"Aku tidak akan pernah memberikan apartemen untuk Anggel, lebih baik suruh dia pulang karena aku tidak ada waktu untuk melayaninya," tegas Carcas.


"Cars, apakah kau meluapakan kisah kita?" tanya Anggel mengusap lembut wajah pria satu malam yang dikencaninya.


Carcas melepaskan tangan Anggel, "pergilah, kita tidak pernah melakukan apapun! Stanley, Stanley!" teriaknya.


"Ya Tuan," tunduk Stanley sedikit takut.


"Usir wanita ini dari kantor ku! jangan biarkan satu orangpun bisa masuk ke ruanganku tanpa perintah dari ku," tegas Carcas menatap lekat ke arah Stanley.


"Tapi tadi Nyonya besar menerobos masuk Tuan," jelas Stanley dengan suara bergetar.


"Usir wanita ini!" teriak Carcas lantang.


Anggel benar benar menggila, bahkan mengancam ke arah Guen. Begitu juga Gerry, "aku akan membuat perhitungan pada mu wanita sampah!" teriak Anggel dihadapan Carcas.


Membuat Carcas semakin muak melihat wanita yang selama ini dia anggap sebagai sahabat, ternyata memiliki sifat ular betina yang berbisa.


Deg,


"Apakah dia akan menyakiti Guen?" batin Carcas sedikit khawatir.


Ooogh Guen, sabar yah...🥺


Tobe continue...

__ADS_1


Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah...🙏


__ADS_2