
Penyesalan, mungkin itu menjadi satu ungkapan yang pantas bagi Keanu dan Elizabeth. Saat keluarga hancur berantakan, semua pergi meninggalkannya, justru pria tampan paruh baya itu harus kehilangan putra kesayangan Carson Carcas Alister.
"Hmmm."
Keanu menarik nafas panjang, mengusap lembut kepalanya, menatap foto keluarga kecilnya bersama Gerry.
"Aku mencintaimu Gerry, aku masih mencintaimu. Aku tidak ingin kehilanganmu, atau bahkan berpisah darimu. Lebih sebulan kamu meninggalkan aku," tangis Keanu pecah saat melihat foto masih dalam genggaman.
Elizabeth keluar dari kamar mandi, melihat Keanu tampak sedih tidak seperti biasa.
"Ada apa sayang? Kenapa kamu terlihat sedih?" Elizabeth mendekati Keanu yang masih meringkuk di pinggir ranjang.
"Hmm, aku rasa kita harus kembali seperti dulu, El. Kita tidak bisa melanjutkan hubungan ini, karena aku tidak bisa kehilangan Carcas dan Gerry. Apapun keadaan mereka, aku masih membutuhkan mereka," Keanu berusaha jujur pada Elizabeth.
Tentu ini merupakan hal yang sangat mengejutkan bagi Elizabeth, bagaimana tidak. Baru tadi malam mereka saling bercerita bahagia, bahkan saling menghangatkan tubuh di kota Loumarin yang terasa sangat dingin untuk musim ini.
"Ken.... kenapa mesti kamu ucapkan ini? Apa salahku selama ini pada kalian? Hingga tega sekali kamu mengatakan hal itu padaku!" kesal Elizabeth pada Keanu.
Keanu terdiam, wajahnya memerah menatap nanar pada Elizabeth yang duduk dihadapannya.
"Aku masih mencintai Gerry. Aku khawatir akan kesehatan dan keselamatannya. Semua pengawal mengatakan bahwa dia berada diapartemen Guen pemberian William. Aku sebagai pewaris tahta Keluarga Alister, tidak mengizinkan itu terjadi pada istri dan anakku," Keanu menjelaskan pada Elizabeth.
Sontak Elizabeth tidak terima dengan ucapan Keanu, "Gampang sekali kamu mengatakan bahwa tidak bisa kehilangan Gerry. Ingat Ken, kamu telah menceraikannya, dan tidak mungkin kamu bersama wanita yang tidak bisa memberikanmu anak juga kepuasan."
"Tapi aku mencintai Gerry, El. Aku mencintainya... kamu dengar? Aku mencintai Gerry," Keanu beranjak dari ranjang, masuk kedalam kamar mandi, menangis kencang disana.
Penyesalan yang mungkin sudah terlambat, setelah mendengar kabar dari keluarga mereka, yang mengatakan bahwa Gerry semakin bahagia bersama Carcas dan Guen di Paris.
__ADS_1
"Kenapa mereka tidak merindukan aku? Aku akan memberikan tempat tinggal yang layak, tanpa sepengetahuan mereka," Keanu meraih handphone miliknya, yang dia bawa.
Beberapa menit kemudian Keanu meletakkan handphone, dia melakukan ritualnya seperti biasa.
.
Paris, Rabbit hole milik William semakin terkenal, semenjak Guen menjadi partner bisnis pria gay itu. Membuat wanita berdarah Jepang itu menjadi desainer satu satunya, yang menjadi perhatian Will, selama saling menguntungkan untuk bisnis keduanya.
Carcas merupakan bagian keuangan Guenhumura, semakin bersemangat mendampingi istrinya, disela sela kesibukan mereka.
Saat akan meninggalkan kediaman mereka, Carcas dikejutkan dengan kehadiran Stanley, diapartemen Will. Tentu menjadi pemandangan yang sangat aneh bagi mereka.
Kasih membuka pintu untuk Stanley menunduk hormat, pada tamu yang berdiri tegap dihadapannya.
"Silahkan masuk Tuan," Kasih membuka pintu utama dengan lebar.
Stanley masuk, duduk disofa empuk yang sudah tersedia diruang ruang tamu.
"Apa yang ingin kamu sampaikan kepada kami disini? Apakah Keanu telah menikah dengan wanita murahan itu?" Gerry menatap tajam kearah Stanley.
Stanley terdiam, bibirnya seketika terkunci, menelan saliva susah payah, saat berhadapan dengan Nyonya besar Alister.
"Hmm, Tuan besar ingin memberikan ini Nyonya," Stanley memberikan satu card apartemen dan kunci mobil seri terbaru untuk Gerry dan Carcas.
Gerry tersenyum tipis, "Apakah semua account sudah sudah tidak terblokir?" tanyanya penuh selidik.
Stanley memberikan black card unlimited milik Keanu, meletakkan diatas meja.
__ADS_1
"Tuan besar menginginkan agar kalian kembali ke Loumarin Nyonya," Stanley menunduk.
Carcas dan Guen yang baru keluar dari kamar, melihat kehadiran Stanley cukup mengagetkan.
"Ada apa, kamu kesini? Apakah Papa sudah mati?" Carcas menatap tajam kearah orang kepercayaannya dulu.
Stanley hanya tersenyum tipis, menatap wajah Carcas dan Guen bergantian, "Tuan besar meminta saya untuk membawa kalian pulang ke Loumarin. Dia tidak bahagia bersama wanita itu, Tuan muda."
Carcas tertawa, menggelengkan kepalanya, merangkul bahu Guen, meninggalkan kediaman mereka segera.
"Cars...!" panggil Gerry.
Carcas menoleh, menerima lemparan kunci mobil dari tangan Gerry.
"Ma.... no..!" kesal Carcas meletakkan kunci mobil diatas meja.
Carcas menatap lekat kearah Stanley, "Jika dia ingin kami kembali, silahkan dia yang datang kesini menjemput Mama ku. Jangan kamu membawa semua ini, karena kami masih mampu bertahan hidup di kota Paris. Are you understand, Stan....!"
Stanley menunduk, mengangguk mengerti. Namun dia hanyalah orang suruhan keluarga Alister, tidak mungkin akan bersikeras dengan Nyonya besar dan Tuan muda, yang lebih berhak mengusirnya saat ini.
_______
Curahan hati Author.
Terimakasih pada pembaca yang meminta othor untuk update dan mengkritik karya ini. Mungkin ada beberapa kekecewaan kalian. Karya ini saya buat benar benar dari hati, bahkan tidak pernah ingin mengecewakan.
Karena saya sedang berada di pelosok yang tidak memiliki sinyal, membuat saya libur dalam waktu yang cukup lama.
__ADS_1
Insyaallah akan update setiap hari satu chapter. Hingga tamat yang tidak mengecewakan kalian, para reader terkasih.
Tya Calysta.❤️