
Loumarin Prancis sangat menyejukkan bagi tubuh Guenhumura, menanti kabar dari Carcas sang suami yang telah pergi meninggalkannya dalam keadaan bersitegang. Hati keduanya masih enggan untuk melunak, apalagi baku hantam didepan mata kepala Guen menyebabkan keduanya terluka hanya karena salah paham.
Salsa memang tengah mengadakan rapat bersama beberapa pemilik bahan terbaik untuk gaun pengantin yang akan mereka pesan, Kasih tengah mengunjungi panti asuhan atas perintah Guen, untuk memberikan pesanan Elizabeth yang meminta dibawakan beberapa makanan untuk anak asuh mereka.
Kedatangan Samuel kala itu untuk menawarkan bantuan kepada Guen menghadapi tantangan dari Keluarga Alister sewaktu-waktu akan mengancam butik milik mantan kekasihnya itu. Hanya karena dasar kemanusiaan, bukan untuk berselingkuh atau merebut Guen dari Carcas, tentu atas izin Citra.
Guen menolak keras karena tidak ingin ada bentuk balas budi atau rasa kasihan. Susah payah Samuel membujuk Guen agar mau menerima bantuannya, tapi gadis itu terus saja menolak. Samuel memutuskan untuk menjadi investor tetap di panti asuhan Elizabeth atas saran Guen.
Mereka tidak menyangka kecemburuan Carcas sangat mudah terbakar melihat pasangan itu saling berpelukan. Pelukan hangat yang di tawarkan Guen sebagai sahabat baru walau hanya mantan.
Tidak untuk pemikiran Carcas, pria oriental itu justru menilai Guen masih mencintai Samuel, tentu tidak mudah bagi wanita yang sudah resmi di nikahi Carcas untuk menerima kata maaf dari wanita mungil itu. Ucapan makian, sumpah serapah yang dia keluarkan sangat menyayat hati Guen sebagai seorang wanita biasa. Wanita yang berjuang bangkit menghadapi semua tantangan, kini harus menghadapi polemik salah paham.
Guen sengaja tidak menghubungi Carcas karena dia memang disibukkan dengan pekerjaannya. Semenjak menikah beberapa pesanan masuk ke email butik agar segera mengirimkan beberapa gaun rancangan Guen untuk acara salah satu pengusaha muda di Kota Prancis. Tentu menjadi suatu kebanggaan bagi Guen, rancangannya kembali di gemari oleh beberapa pengusaha karena penampilannya saat pernikahan diri sendiri.
"Hmmmm kenapa nomor Carcas tidak aktif? bukankah dia akan kembali hari ini menurut Stanley?" batin Guen.
Guen memberanikan diri untuk menghubungi Stanley memastikan pada Carcas kemana dia akan kembali. Sedikit lega, karena suaminya akan kembali ke butik malam ini. Suatu kabar yang membahagiakan bagi Guen, akan menghabiskan malam panjang setelah dua minggu mereka enggan bersentuhan dengan alasan kesibukan.
Guen menggunakan gaun malam agak tipis, menyemprotkan parfum wanita sedikit sensual agar menarik perhatian CEO bodoh menurutnya.
Tepat pukul 22.00 waktu Loumarin, Carcas di turunkan sopir di depan butik, disambut oleh Kasih yang masih di sibukkan dengan kegiatan menggunting beberapa bahan.
"Mana Guen?" sapa Carcas dingin.
Ada sedikit perasaan gugup di hati pria itu untuk bertemu dengan istrinya. Jujur dia sangat merindukan sosok Guen malam ini.
"Ada di kamarnya Tuan," jawab Kasih.
"Hmmmm,"
Carcas berlalu dengan santai menekan tombol lift menuju lantai 3. Menatap diri sendiri dari pantulan pintu lift, sedikit menata rambut agar terlihat lebih tampan.
Kasih segera menyiapkan makanan untuk Carcas, agar Guen tidak perlu repot-repot menghubunginya.
Tiiiing,
Perasaan Carcas semakin tidak karuan, debaran yang tidak biasa sangat menggangu pikirannya.
__ADS_1
"Kenapa aku jadi salting? hingga akan terjadi something," batin Carcas mengetuk pintu kamar istrinya.
Tok tok tok,
"Masuk," teriak Guen.
Saat pintu terbuka lebar, benar saja, mereka berdua tampak seperti salah tingkah. Mata keduanya saling menatap ingin menyapa, tapi tak kuasa karena ego masih mendera.
"Sayang, kau sudah pulang?" sambut Guen berusaha menyambut Carcas dengan baik layaknya seorang istri.
"Hmmmmm,"
Carcas melepas sepatunya, membuka jas dan merenggangkan kancing kemeja.
Guen membantu Carcas melakukan itu semua.
"Kamu mau mandi?" tanya Guen sedikit gugup.
"Hmmmm,"
Carcas berusaha menahan agar tidak langsung menyerang istrinya karena keegoisannya. Melihat gaun malam tipis itu, mata Carcas justru tidak berkedip bahkan jakunnya turun naik, menahan saliva perlahan.
Carcas menahan lengan Guen, "kenapa kau semanis ini dengan ku? apakah kau masih berkencan dengan Sam?" tanyanya dengan tatapan penuh amarah.
Guen melepas tangannya dari genggaman Carcas, sedikit menghentakkan karena tidak sudi di tuduh selingkuh.
"Aku melakukannya karena kau suamiku, bukan karena untuk menutupi perselingkuhan atau apapun. Aku tidak pernah bertemu dengan Sam dan laki laki manapun. Aku di sini menunggumu melakukan kegiatanku untuk melunasi hutangku pada bank mu. Serendah itukah kamu memandang aku?"
Guen benar benar di buat kesal oleh sikap kekanakan Carcas. Dia seperti di tuduh selingkuh padahal itu tidak pernah dia lakukan walau Samuel mantan kekasihnya.
"Kenapa kau tidak menelfonku? kenapa kau tidak mengirim pesan pada ku? kenapa kau tidak peduli bahkan tidak mau tahu bagaimana keadaan ku Guen," teriak Carcas.
Guen ternganga melihat tingkah Carcas yang sangat meresahkan pikirannya.
"Haaaah apakah kita sering komunikasi melalui whatsApp, telfon? aku menghubungimu tapi handphone milikmu mati! aku menghubungimu melalui Stanley, apa itu salah?"
Guen bener benar di buat bingung oleh Carcas. Dia memilih duduk di sofa, "mandilah," ucapnya.
__ADS_1
Guen memijat pelipisnya, merasa kepalanya sedikit berdenyut karena ucapan Carcas yang seenaknya menuduh selingkuh.
"Apakah orang selingkuh harus di kandang sendiri? jikapun aku ingin begitu, pasti aku sudah memilih hotel terbaik, dan membawa Samuel ke Menara Eiffel," batinnya berkecamuk.
Carcas masuk ke kamar mandi, melakukan ritualnya. Penuh perasaan bersalah atas apa yang dia tuduhkan pada Guen.
"Kenapa dia sangat mempesona bahkan mampu membius ku?" batin Carcas.
Di kamar, Kasih meletakkan makan malam di meja, sedikit bingung melihat Guen yang tampak kurang baik.
"Ibu kenapa? bukannya Tuan sudah pulang? pasti senang," goda Kasih.
"Hmmmm ya, tolong kamu siapkan bahan yang saya kasih tadi, agar besok di kerjakan oleh Salsa. Tinggalkan saya, jangan ganggu saya sampai saya menelefon ke bawah. Sarapan di siapkan saja tarok di meja dekat pintu," perintah Guen.
Kasih mengangguk mengerti, memilih berlalu, sebelum Carcas keluar dari kamar mandi.
Guen masih menikmati hidangan yang di bawa Kasih tanpa menunggu Carcas, karena cacing didalam perutnya sudah berdemo sambil memeriksa email melalu handphone miliknya.
Cekreeek,
Terlihat Carcas sedikit segar, dari pertama awal tiba dihadapan Guen.
Segera Guen mengambilkan pakaian untuk suaminya, celana pendek dan kaos biru untuk menutup tubuh yang sangat menarik perhatian Guen.
"Pakailah ini? aku kemaren membelikannya untukmu," ucap Guen berusaha berlalu.
"Guen,"
Carcas menarik tangan istrinya, membawanya ke dekapan hangat itu, "aku merindukanmu," bisiknya.
Terasa air rambut turun menetes di pipi Guen, membuat wanita itu tersenyum lega.
"Aku juga merindukan mu! makanlah, kau pasti lapar. Jangan ikutkan emosimu, karena akan berdampak buruk pada kesehatan," jelas Guen.
Carcas tersenyum, mengecup puncak kepala Guen dengan sangat lembut penuh kerinduan.
Ngalah dulu yah Carcas, Guen... biar aman,🤧
__ADS_1
Tobe continue...
Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah...🙏