
Pagi yang cerah di Loumarin kali ini menjadi kenyataan yang sangat menyakitkan bagi Carcas dan Gerry. Mereka tidur bersama dikamar Carcas tanpa memperdulikan Keanu yang masih terbaring lemah di ranjang kingsize milikinya. Kediaman Alister sangat mencekam bahkan sangat menyakitkan.
Guen tengah memeluk Carcas, sementara Gerry tidur dikasur kecil yang dibawa pelayan kekamar mereka. Ada perasaan bersalah dihati Gerry selama ini, karena telah menghina menantunya yang berhati malaikat.
Guen membuka mata, melihat Carcas yang masih babak belur dengan wajah memar di pipi dekat pelipis mata.
"Morning hubby," Guen mengecup bibir Carcas pelan.
"Hmmm, ada Mama sayang. Jangan menggodaku," Carcas tersenyum tipis melirik kearah Guen.
"I love you, kita sarapan dimana. Kamar atau ruang makan?" Guen duduk, mencepol rambut indahnya tinggi.
"Mandi gih, kita sarapan diruang makan saja. Bagaimana pun aku masih Tuan muda dirumah ini, Mama masih Nyonya besar," bisik Carcas.
Guen mengangguk, mengikuti semua perintah suami tercinta, untuk mandi lebih dahulu sebelum turun kebawah.
Gerry mendengar celotehan anak menantunya, merasa sangat bahagia. Sudah lama dia tidak mendengar kemesraan Carcas, "ternyata kau sangat bahagia bersama wanita itu, Nak."
Carcas melirik kearah Gerry, "apa Mama mendengar pembicaraan kami?"
Gerry tersenyum, "aku sangat bahagia melihatmu, jaga dia. Oya, ada rencana apa kalian ke Loumarin?"
Carcas kembali menatap langit-langit kamarnya, "aku pulang ingin melunasi butik Guen, Ma. Mungkin kami akan membawa serta Kasih dan Salsa ke Paris untuk tinggal bersama disana. Kami akan fokus bekerja sama dengan Rabbit hole. Jadi lebih baik di Paris dulu, jika ada waktu kembali ke Loumarin. Mama mau ikut bersamaku?"
Gerry terdiam, bagaimana mungkin dia akan ikut bersama Carcas. Sementara hubungannya dengan Keanu masih berantakan, "lebih baik, kalian saja dulu yang ke Paris. Mama akan menyelesaikan semua urusan dengan Papa. Agar tahu apa maunya Papa. Mama sudah tidak berharap banyak dengan pernikahan ini. Biarlah dia memilih Elizabeth, aku memang salah karena masa lalu ku yang buruk, tapi aku tidak bisa memberi keturunan padanya karena kondisiku. Papa berjanji akan menjaga hatinya demi aku. Ternyata dia kembali pada wanita itu."
Carcas menatap penuh harap pada Gerry, "apakah Mama tahu, Papa jatuh cinta padanya?"
"Tahu, lima belas tahun dia tidak menyentuhku. Aku diam, karena bagiku tidak masalah. Dia yang menyiksaku, tapi biarlah ini semua menjadi kenangan ku," Gerry tersenyum menatap Carcas.
__ADS_1
Entah apa yang ada dikepala mereka berdua saat ini, saat mata ibu dan anak itu menatap kearah Guenhumura.
"Apa aku mengganggu kemesraan kalian?" Guen menatap sungkan pada ibu mertuanya.
Carcas berdiri dari ranjang peraduan, mendekati Guen istrinya, "tidak sayang, justru Mama tengah berfikir, dia mau ikut kita ke Paris, atau tetap di Loumarin. Hari ini kita akan melunasi hutang di Bank Alister, segera membawa Salsa dan Kasih untuk ikut bersama. Bagaimana dengan Mama?"
Guen menatap Gerry, "Mama bisa tinggal di butik jika tidak ingin ikut ke Paris. Agar bisa menyelesaikan semua yang menjadi keputusan Papa dan Mama. Itu lebih baik. Ingat Ma, jika semua urusan Mama sudah selesai disini, datanglah ke Paris, bawa Jenar agar bisa menjadi teman Mama selama disana, karena kesibukan kami juga sangat menyita waktu nantinya."
Gerry mengangguk malu. Baginya ketulusan Guen sangat berarti saat ini. Hanya saja dia bingung harus membalas kebaikan menantunya, "apa yang harus aku berikan padamu Guen?"
Guen tersenyum senang, "Mama senang saja, sudah sangat cukup bagiku. Bersiaplah, kami akan ke Bank hari ini. Kita sarapan bersama."
Gerry meninggalkan kamar anak menantunya, memilih kembali kekamarnya. Tentu melewati kamar Keanu yang sejak tadi malam masih tertutup rapat, "apakah dia masih tidur?"
Dia terus melangkahkan kaki melewati anak tangga, betapa terkejutnya Gerry, melihat Keanu sudah berada dibawah menunggu mereka untuk sarapan bersama. Memar dan luka masih terlihat diwajah tampan suami Gerry.
"Apa urusanmu, cepat ceraikan aku. Aku hanya butuh kejelasan, tidak ingin berharap banyak lagi padamu!" Gerry menantang Keanu.
Tentu ini menjadi kejutan bagi Keanu Alister saat Gerry berani menantangnya, "apa kau sudah siap hidup miskin diluar sana, apa kau sudah rindu dengan status sosialmu akan berubah. Apakah kau sudah siap dengan berbagai macam penyakit yang akan kau derita jika tidak bersuamikan aku?"
Gerry mendekati Keanu, "aku tidak pernah takut dengan apapun saat ini Ken. Aku hanya ingin suami yang setia. Bukan seperti mu. Ingat Ken, laki laki itu yang dipegang adalah janjinya, bukan janji yang hanya omong kosong."
Keanu merasa terhina atas ucapan Gerry. Selama pernikahan mereka wanita Italia berdarah bangsawan itu tidak pernah mau melepaskannya. Begitu banyak bukti yang didapat oleh Gerry tentang pengkhianatan Keanu selama ini, tapi kehadiran Elizabeth sangat menyayat hati keluarga Alister.
Jenar segera membawa Gerry kedalam kamar, sebelum pertikaian semakin memuncak antara dua majikan.
"Lepaskan aku, aku tidak butuh bantuanmu," Gerry melepas kasar pegangan Jenar.
"Hmmmm, maaf Nyonya. Jangan rusak pagi anda," Jenar mengingatkan Gerry.
__ADS_1
Gerry berlalu meninggalkan Keanu masih menatapnya.
Keanu masih sangat mencintai Gerry. Wajah cantiknya walau hasil operasi plastik, tapi mampu menarik perhatiannya. Ini hanya masalah nafsu dan kewajiban Gerry selama pernikahan yang tidak pernah Keanu dapatkan selayaknya pria normal diluar sana.
Sepuluh menit Keanu duduk dimeja makan sendiri, hanya ditemani beberapa pelayan dan pengawal berdiri didekatnya. Guen dan Carcas akhirnya turun dari kamar mereka. Tanpa ada perasaan sungkan menantu keluarga Alister berwajah oriental mendekati Keanu.
"Pagi Pa," Guen mengecup kening Keanu.
"Pagi sayang, bagaimana tidurmu. Apakah kau betah dikediamanku?" Keanu menatap lekat iris mata Guen.
"Hmmm, sangat nyenyak. Aku suka disini. Oya Pa, pagi ini aku akan melunasi butik. Aku harap waktu yang engkau berikan selama enam bulan, sangat cukup bagiku," Guen memilih duduk disamping Carcas.
Keanu tersenyum tipis, "apakah uang kalian cukup?"
"Cukup," Guen tersenyum senang menggenggam jemari Carcas.
Keanu mengangguk, "aku minta maaf atas kejadian kemarin. Aku khilaf, aku tidak akan pernah menceraikan Gerry, tapi aku harus menikahi Elizabeth secepatnya. Jika kalian tidak menyetujuinya, lakukan pelunasan, jika kalian menyetujui aku akan membebaskan hutang kalian detik ini juga."
Carcas menggeram, "ternyata kenyataan sangat menyakitkan. Kami akan melunasi hutang butik milik Guen hari ini. Itu tandanya, kami tidak menyetujui. Urusanmu dengan Mama, aku tidak ikut campur, tapi jangan berharap aku akan menerima Elizabeth sebagai ibu kandung walau dia merasa pernah melahirkan aku. Setahu aku, ibuku adalah Gerry, bukan Elizabeth. Kau mengerti Tuan Keanu Alister!"
"Jaga mulut mu Carcas!" Keanu tersulut emosi.
"Apa kurang kejadian kemaren Pa, sudah cukup. Aku tidak akan pernah berharap dilahirkan dari benih kau Tuan," Carcas berdiri menarik tangan Guen untuk ikut bersamanya.
"Ba ng s at kau, jaga ucapanmu!" Keanu semakin frustasi.
Tobe continue...
Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah.❤️
__ADS_1