
Kota Paris memiliki sejarah sangat panjang bagi wanita berdarah Jepang, Guenhumura. Disanalah dia menyelesaikan tugasnya sebagai magister desainer terbaik kala itu, setelah kecewa oleh pria bule Prancis, Samuel yang kini telah menikah dengan Citra sahabat barunya.
Paris juga menjadi saksi untuk karier Guenhumura kembali bangkit menata masa depan agar bertahan menjadi istri sekaligus perancang busana wedding dress diatas naungan Rabbit hole milik William mantan kekasih gay Carcas.
Dunia ini begitu sempit bukan, jauh melanglang buana, kembalinya tetap dengan orang yang sudah menjadi takdir dengan cara yang tidak disangka-sangka.
Carcas pria blesteran Jepang itu, ternyata memiliki kisah kelam menjadi seorang gay karena kekecewaannya pada kekasih Carenina. Wanita yang berjanji akan menikah dengannya, malah memilih kabur bersama Kenny, sahabat masa kuliah Carcas dan Samuel. Hingga dia memutuskan untuk kembali menginjakkan kaki di Loumarin.
Suasana pagi yang sangat damai, mengejutkan dua pasangan muda itu agar tetap bersahabat, menutup semua kisah masa lalu mereka.
Carcas mengecup lembut punggung telanjang Guen yang sangat indah meringkuk disampingnya, "pagi sayang," kecupnya terus menerus.
"Hmmm, aku masih ngantuk Cars, please jangan ganggu dulu," rengek Guen manja, membuat pria tegap oriental itu semakin berambisi untuk membawa istrinya masuk dalam dunia surga yang akan dia ciptakan.
"Cars, please. Aku ngantuk," bisik Guen saat menerima sentuhan jemari lentik diatas tubuh mungilnya nan indah.
"Ngantuk, tapi kenapa tubuhmu bereaksi jika kamu tidak mau sayang. Nikmati, I love you," Carcas semakin membawa Guen kedunia indahnya, menyatukan angan angan keduanya agar segera memiliki keturunan dengan perasaan cinta yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Beberapa kali Guen mengeluarkan suara indah nan merdu membuat Carcas semakin liar diatasnya.
"Hmmm," Guen meremas kuat punggung suaminya, saat mencapai keindahan surga dibawah sana..
Carcas masih membawa serta Guen menembus cakrawala dunia yang berbeda bagi keduanya, "aaaaagh," tubuh kekar itu seketika menghentakkan sesuatu didalam sana, bercucuran peluh dalam penyatuan cinta mereka yang baru mendapatkan kenyamanan bersama beberapa waktu di Paris.
"I love you Guen," Carcas mengecup bibir mungil istrinya dengan penuh perasaan.
Dengan nafas terengah-engah, Guen masih memeluk suami tercinta menyambut hangatnya penyatuan cinta yang selalu berakhir indah.
"I hate you, kamu selalu membuat aku menggigil, tak bisa menolak" bisik Guen ditelinga suaminya.
Carcas tertawa geli mendengar celotehan Guen setelah penyatuan cinta mereka, "kamu mau mandi sekarang, atau mau tidur?" dia melepaskan laras panjangnya dari surga dibawah sana.
"Hmmmmfgh Cars," erang Guen terdengar manja.
Carcas berulang kali menciumi wajah istrinya yang benar benar lelah. Bagaimana tidak, dari malam pria oriental itu tidak pernah berhenti menyentuh tubuh wanitanya yang telah sah menjadi istri selama empat bulan.
__ADS_1
"Apakah istriku mau menyambung tidurnya?" bisiknya melihat Guen enggan membuka kedua mata, Guenhumura malah menutup tubuh mungil yang mulus dengan selimut sangat tebal.
"Hmmm aku ngantuk," ucapnya membalikkan tubuh membelakangi Carcas yang masih menatap.
"Kita akan kembali ke Loumarin hari ini, aku akan membawamu bertemu Papa dan Mama. Mama Gerry tengah sakit. Aku ditelpon Jenar, meminta agar kita segera kembali," jelas Carcas.
Guen mengangguk setuju, "apakah Mama tengah kritis?" sambungnya.
Carcas tersenyum, mencium puncak kepala Guen, bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dari sisa pelayaran mereka menerjang ombak asmara.
.
🔥🔥🔥
Loumarin, Keanu menggandeng tangan Elizabeth memasuki kediaman istana yang mewah dan megah tanpa ada perasaan bersalah ataupun berdosa. Semua pelayan menatap aneh pada Tuan besar, yang sama sekali tidak pernah membawa wanita lain kekediamannya.
"Selamat pagi Tuan," tunduk Jenar saat mengetahui Keanu telah kembali.
Keanu masih menggenggam erat jemari Elizabeth, mereka berdua akan menuju kamar Gerry yang terletak dilantai dasar.
Jenar terlihat gugup untuk menjawab Tuan besar, "emmm sudah Tuan, beliau sedang beristirahat," jelasnya menatap kearah Elizabeth.
"Kau siapkan dua kopi dan cemilan kecil, untuk aku dan Nyonya ini," perintah Keanu.
Jenar menunduk, "baik Tuan."
Keanu dan Elizabeth berlalu tanpa menghiraukan tanggapan asisten pribadi istrinya menuju kamar Gerry.
Cekreeek,
Keanu membuka lebar pintu kamar Gerry, mempersilahkan Elizabeth masuk lebih dahulu tanpa ada rasa sungkan.
Gerry yang tengah menikmati secangkir teh hangat, terlonjak kaget melihat kehadiran Elizabeth ada dihadapannya, "apa kau gila membawa dia kesini, Ken? tega sekali kau!" ucapnya menatap sinis kearah wanita Jepang yang masih bergandengan dengan Keanu.
Keanu tidak peduli, dia meminta Elizabeth duduk dihadapan Gerry, sementara dirinya duduk disamping istri sahnya.
__ADS_1
Keanu menyilangkan kakinya, tangan kanan meraih bahu Gerry dengan senyum smirk, "apa yang kau rasakan setelah tidak mengkonsumsi vitaminmu?" tanyanya sedikit remeh.
Gerry benar benar sakit melihat kehadiran Elizabeth ada dihadapannya. Jika dia bisa memilih, mungkin ini adalah hari terakhir wanita dihadapannya melihat Keanu dan dia, karena niatnya untuk menembak kepala wanita yang telah berani mengganggu suami dan merusak rumah tangganya.
"Apa mau mu? kenapa kau merusak kehidupanku? apa salah ku pada mu? kau tidak lebih dari wanita murahan, karena telah berani menginjakkan kaki dikediamanku!" kesal Gerry tanpa menghiraukan Keanu.
Keanu meremas kencang bahu Gerry, "jaga mulutmu! aku akan menikahinya, mau tidak mau kau harus menyetujui hubungan ku dengannya. Kau tahu kenapa? aku rasa, tidak perlu dijelaskan kenapa aku akan menikahi El," tegasnya tanpa memperdulikan perasaan istri sahnya.
"Ba ng sat kau Ken, apa salahku padanya, kenapa dia tidak lebih dari seorang wanita murahan setelah kita membayar semua sesuai perjanjian? ada apa denganmu, kenapa kau sangat tega pada ku!" tangis Gerry pecah menatap Elizabeth dan Keanu secara bergantian.
"Jika kau tidak menyukai Elizabeth, aku tidak peduli. Bagaimanapun dia Ibu dari putraku Carson Carcas Alister, jadi silahkan kau gugat cerai aku dan tinggalkan kediamanku," tegas Keanu tanpa mau dibantah.
Plaaaak,
Gerry melayangkan tangan kanannya kearah Keanu, dia tidak peduli akan apa yang akan terjadi setelah ini. Kali ini dia hanya ingin melepaskan rasa sakitnya setelah 35 tahun pernikahan mereka.
"Kau!" geram Keanu menatap nanar mata Gerry.
"What, aku sangat mencintaimu! tapi kau mengecewakan aku. Pantas selama 15 tahun kau tidak pernah menyentuhku, bahkan kita tidur dikamar terpisah, ternyata kau masih menjalin hubungan dengan dia!" tunjuk Gerry pada Elizabeth dengan tatapan penuh kemarahan.
Emosi Keanu terpancing karena ulah Gerry padanya, "dengar Ger, selama ini kau yang tidak sanggup melayani ku! kau tau aku laki laki normal, jika aku mau, aku akan mencari wanita muda diluar sana untuk menjadi pendampingku, tapi karena aku masih menghargai perasaanmu, aku urungkan niat untuk itu! saat ini, mau kau tidak terima, suka tidak suka, aku akan tetap menikahi Elizabeth. Kau mengerti?" ucapnya dengan sangat garang.
"Ooogh Ken! dia hanya wanita yang kita sewa rahimnya, bukan untuk hidup bersama. Aku tidak mau dimadu, Ken! aku akan melakukan apapun untuk kita," teriak Gerry frustasi.
Keanu tersenyum tipis, "kau terlambat Ger, aku sangat nyaman dengannya. Jaga kesehatanmu! aku permisi," kecupnya berdiri meraih tangan Elizabeth, berlalu meninggalkan kamar Gerry.
Gerry berteriak keras memanggil nama Keanu, memaki dan menjerit dalam kelukaan yang terdalam, "Ken, aku tidak setuju kau menikahinya!" tegasnya.
Keanu membalikkan tubuhnya menatap lekat wajah plastik Gerry, "maafkan aku, Ger," ucapnya.
"Ken, Keanu, Keanu Alister," teriak Gerry semakin berkecamuk.
Keanu membuka pintu kamar, membawa Elizabeth keruang kerjanya, untuk menunggu Carcas dan Guen.
Tobe continue...
__ADS_1
Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah.❤️