
Suasana sejuk dikota Paris, sangat nyaman bagi insan yang tengah menikmati bulan madu ditemani secangkir teh beraroma mint, sangat menghangatkan dua pasangan suami istri, Carcas dan Guen.
"Terimakasih sayang, apakah lukamu masih terasa perih?" ucap Carcas saat menyelesaikan tugasnya sebagai suami untuk kebahagiaan istri tercinta.
Carcas mengusap lembut perut Guen, yang masih tertutup plaster.
Guen memeluk tubuh tegap Carcas, "tidak sesakit perbuatan dan penghinaan yang kamu berikan padaku Cars," bisiknya ketelinga suami tersayang.
Carcas mendelik kesal, "aaagh, kenapa kamu selalu membuat mood ku berantakan, setelah kita menghabiskan malam yang indah Guen?" rengeknya mendengus kesal.
Guen terkekeh geli, menggoda puncak hidung suaminya agar lebih tenang bahkan mau bersahabat dengan keadaan saat ini.
"Apa kamu melupakan semua perlakuan kasar mu padaku? setidaknya aku pemenangnya saat ini Cars! kamu mengkhianati ku, kamu menyakiti ku dan akhirnya kamu menyerah kembali bersama ku, karena apa? karena kamu tidak tahu akan kemana. Kamu seperti pria kehilangan arah bahkan sangat jauh dari siapa dirimu sebenarnya. Kamu adalah pria arogan, sombong, keras kepala bahkan egois, kini mau menyerahkan diri pada ku? why? why Cars? kenapa kamu tiba tiba datang kepadaku, meminta agar aku memahami mu! apakah itu suatu kebodohan? ludah yang kau buang, kini kau jilat karena tidak tahu arah tujuan mu! bukankah itu egois dalam suatu hubungan suami istri?" tanya Guen berapi api membuat pria oriental itu tidak mampu berkata apapun.
"Aku minta maaf pada mu. Lupakan kesalahan ku! aku mohon, aku sangat mencintaimu Guenhumura. Aku tidak ingin kamu pergi meninggalkan aku. Please, aku berjanji pada mu, pada Jesus akan selalu mencintaimu dan setia. Berjanjilah Guen, untuk tidak mengungkit semua kesalahanku," mohon Carcas pada Guen.
Guen tersenyum tipis, "baik, dengan catatan. Kamu mau membantu ku untuk menyelesaikan semua desain ku. Setiap acara pameran, kamu harus selalu ada didekat ku. Aku akan memberi upah untuk semua kerja kerasmu membantuku," syaratnya membuat Carcas benar benar kesal.
"Bukankah itu bentuk pemaksaan? aku tidak mengerti dengan dunia fashion, aku justru malas berdekatan dengan William dan Nanta. Kamu tahu aku Guen, please. Aku akan membantumu untuk menghitung semua pembukuanmu. Kamu gaji aku 3000 euro (jika dirupiahkan berkisar 51juta)," pinta Carcas lembut pada Guen.
Guen membelalakan matanya, "3000 euro? kau sedang memerasku haaah? aku akan memberimu gaji 2500 euro (berkisar 42juta rupiah), jika kau tidak setuju, silahkan cari pekerjaan diluar sana!" tegasnya, membuat Carcas harus menerima tawaran istrinya.
Guen mengulurkan tangannya pada Carcas, "setidaknya dirumah aku istrimu, tapi diluar aku adalah atasanmu Carson Carcas Alister," senyumnya mengembang tanda kemenangan.
Carcas memeluk tubuh mungil Guen, "terimakasih Guen, setidaknya aku merindukan mu menjadi istri sekaligus sahabat ku. Aku tidak pernah salah dalam menentukan pasangan hidup," bisiknya.
"Ya, tapi kau salah pilih dalam menentukan selingkuhan," kekeh Guen mencubit perut suaminya yang masih bertelanjang sama sepertinya.
"Kamu," geram Carcas, kembali membawa istrinya dalam dekapan perjalanan menuju hangatnya puncak Eiffel yang tinggi menjulang.
__ADS_1
"Aaaagh Cars, please," suara merdu mendayu dayu Guen kembali terdengar.
.
Loumarin Prancis, Salsa dan Kasih tengah sibuk menyelesaikan semua permintaan yang dikirim Guen hingga pukul 02.00 dini hari. Suasana butik itu, kini tampak tenang bahkan nyaman. Tidak pernah ada yang berani menghampiri mereka, karena ada beberapa pengawal yang menjaga ketat butik milik Guen, atas perintah Keanu Alister.
"Aku merasa sedikit lega akhir akhir ini Sal," ucap Kasih pada Salsa saat mereka hendak beranjak kekamar.
Salsa merasa sedikit aneh, "aku juga merasakan hal yang sama, tapi aku masih khawatir dengan Guen dan Carcas. Apakah sahabatku itu sanggup menghadapi semua kemiskinan yang mendera Carcas? dia meminta uang pada ku sebelum ke stasiun. Aku jadi aneh. Apakah Tuan besar Keanu rela melihat putra pewaris tahta miskin? seorang CEO lagi," kekehnya menutup pintu kamar.
Kasih hanya menatap wajah sahabat Guen, yang selalu setia pada Nyonya pemilik butik. Mereka digaji cukup oleh Guen tanpa harus terlambat. Semua Guen atur sedemikian rupa, agar Kasih dan Salsa tidak menderita sepertinya.
"Berapa kamu kasih Tuan CEO itu, Sal?" tanya Kasih terkekeh penasaran.
"Hanya 200 euro, karena aku tidak mau memberikan dia uang lebih. Nanti aku kasih 500 euro dia pasti berleha leha, tanpa mau mengalah pada sahabat ku," jelas Salsa.
"Semoga mereka bisa menjalani pernikahan tanpa ada syarat lagi. Untung Carcas menikah dengan Guen, jika menikah dengan wanita bangsawan manja, alamatlah Carcas akan meringkuk dibawah ketiak Keanu Alister," kenang Salsa.
Diangguki setuju oleh Kasih, "aku berharap mereka hidup normal tanpa iming iming gelar bangsawan keluarga besar Alister," jelasnya.
.
Diapartemen yang sangat luas terletak ditengah kota Loumarin, Keanu justru tengah menghabiskan malam bersama Elizabeth cinta sejatinya. Mereka tak ingin menyia-nyiakan waktu yang tersisa, tanpa memikirkan perasaan Gerry dan Keluarga besar Alister.
"Bagaimana jika Carcas akan menyakiti Guen, Ken?" tanya Elizabeth sedikit khawatir setelah mengetahui Keanu menarik semua fasilitas yang Carcas miliki.
Keanu mengusap lembut punggung Elizabeth, "aku akan mengirim dana ke account Guen untuk menggaji Carcas setiap bulan. Tenanglah, putri angkatmu itu sangat cerdas. Dia mampu merubah cara berfikir putra kita agar mau menerimamu," jelasnya dengan mengecup kening Elizabeth dengan penuh kelembutan.
Elizabeth merasakan kedamaian luar biasa saat bersama Keanu. Apapun keputusan pria gagah itu, adalah bentuk tanggung jawabnya, karena telah menyia nyiakan waktu mereka selama ini.
__ADS_1
Sementara Gerry, hanya mampu bertahan dalam kejujuran Keanu suaminya. Bagaimana tidak, sebelum suaminya menghampiri Elizabeth, pria gagah itu justru mengatakan akan menghabiskan malam bersama ibu dari putranya. Hati wanita mana yang tidak berkecamuk menahan amarah.
"Aku akan membalas perlakuan mu Elizabeth! aku akan menghancurkan seluruh harapanmu untuk menjadi Nyonya besar Alister. Kau tidak akan bisa menggantikan posisi ku, dasar wanita sampah. Bisanya merebut milik orang tanpa memikirkan perasaan aku sebagai istri sah Keanu," sesalnya menangis dibalik selimut tebal yang hangat.
Gerry ditemani pelayan, yang selalu menemaninya atas perintah Keanu, "tenanglah Nyonya, nanti kesehatan anda terganggu. Jika kau sakit dan mati, justru wanita itu akan sangat bahagia melihatmu terbaring kaku didalam peti mati," jelasnya sedikit horor.
Niat hati ingin menghibur sang majikan, tapi malah menerima lemparan vas bunga dari Gerry.
"Diam kau!" Gerry melayangkan vas bunga yang sangat indah.
Praaaank,
Vas bunga buatan Prancis itu hancur berkeping-keping, tapi tidak mengenai sang pelayan.
Pelayan itu terkekeh geli, melihat sang majikan yang tersulut emosi.
"Sekali lagi kau mengatakan itu pada ku, aku pecat kau!" ancam Gerry pada pelayan yang bernama Jenar.
Jenar semakin mendekati Gerry, "aku bisa menjadi temanmu Nyonya, agar kau bisa melupakan dan mengikhlaskan Tuan Besar. Kuatlah seperti wanita tangguh diluar sana Nyonya. Jangan mengurung diri. Kau ciptakan sebuah kesibukan agar bisa melupakan kesakitan yang telah diciptakan Tuan pada anda," jelasnya.
"Diam! aku tidak butuh wejangan darimu! pelayan bodoh!" teriak Gerry semakin berang.
Jenar memilih diam, "membiarkan Nyonya besar itu beristirahat dengan segala permasalahan yang mendera.
Saya no coment, nanti dilempar vas, 🤧
Tobe continue...
Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah.❤️
__ADS_1