
Loumarin Prancis masih berada dalam suhu minus. Bahkan sangat dingin menjelang datangnya musim salju. Carcas masih mendekap tubuh Guen, agar istrinya merasakan kehangatan dari sentuhannya.
Drrrt drrrrt,
Getaran panggilan telepon untuk Guen, membangunkan wanita itu agar terjaga dan menggapai handphone miliknya dinakas, tanpa melihat lagi, Guen meletakkan ditelinga nya dengan suara sedikit serak.
📞"Ya," Guen.
📞"Selamat pagi Nona Guenhumura, saya William. Pria yang memesan wedding dress pada anda, bisa kirimkan draft yang sudah selesai? karena saya akan mempromosikan pada sahabat saya yang berada di Netherland," William.
📞"Hmmm nanti akan saya kirim dua puluh draf yang sudah saya refisi sesuai kebutuhan anda Tuan. Jika anda bisa menunggu, dua jam lagi akan saya kirimkan," Guen.
📞"Baik, dua jam lagi saya tunggu tidak boleh terlambat, saya tunggu," William.
Mereka saling menutup telfon, Guen meletakkan handphone di nakas kembali. Mengusap wajahnya, hingga dia benar benar terjaga.
"Aaaaagh,"
Guen merenggangkan otot dan persendiannya, menggeliatkan tubuh mungil itu, sesekali melihat kearah Carcas yang masih terlelap.
"Morning kiss," kecup Guen sambil berbisik ditelinga Carcas.
Pria itu sengaja tidak membalas, karena pikirannya sangat berkecamuk sejak tadi malam. Carcas hanya mendekap tubuh Guen, membalas kecil kecupan istrinya.
"Siapa yang nelfon?" tanya Carcas penasaran.
Gue kaget, hatinya terasa sangat bahagia menatap wajah tampan suaminya, "hmmm, kamu nguping?" kekehnya.
"Emm ya, karena aku ingin kamu jujur," ucap Carcas masih menahan tubuh Guen.
"Hmmm, Tuan William, pengusaha Prancis yang memesan wedding dress untuk acara fashion show. Mungkin lusa kita akan bertemu beliau, karena ada permintaan dari sahabatnya di Netherland," jelas Guen jujur.
Deg,
"Jika banyak pemesanan, berarti Guen akan melunasi hutang butiknya. Kemudian meninggalkan aku," batin Carcas dengan pikirannya.
Carcas memeluk tubuh mungil Guen, "kamu nggak akan ninggalin aku kan? sampai kapanpun?" bisiknya.
Guen tertegun, dia justru tampak bingung. Kenapa suaminya justru berfikir dia akan meninggalkan Carcas. Kedua alisnya naik, menatap lekat wajah pria tampan itu agar tidak terlihat bodoh.
"Yang mau ninggalin siapa? bukankah kita sudah memulai semua agar lebih baik? aku harap kamu percaya sama aku," tegas Guen.
"Hmmmm," Carcas kembali mengecup bibir Guen agar merasa yakin dengan ucapan istrinya barusan.
"Aku mandi dulu, karena mereka menunggu email draft dariku."
Guen berlalu meninggalkan Carcas yang masih terbaring diatas ranjang, dengan menatap tubuh mungil istrinya dari belakang.
__ADS_1
"Andaikan kamu adalah seorang bangsawan, mungkin kita tidak akan mengalami hal tersulit ini," batin Carcas melihat handphone miliknya.
Ada beberapa pesan yang masuk, termasuk dinner keluarga malam ini.
"Ck, aku malas bertemu dengan Keluarga Alister. Mereka akan mempersulit ku dengan menanyakan berbagai macam tentang Guen," batin Carcas.
Carcas menyusul Guen yang tengah melakukan ritual membersihkan diri, tentu dengan sengaja mengganggu istrinya dengan adegan hot didalam sana.
"Hubby stop," teriak Guen manja, dapat didengar oleh Kasih saat mengantarkan sarapan ke kamar Guen.
******* ******* kecil yang terdengar dari balik kamar mandi membuat tubuh Kasih meremang memutuskan segera meninggalkan kamar Guen majikannya.
Kasih bergegas menghampiri Salsa yang berada di lantai dua. Dengan sedikit khawatir jika mendengar suara suara aneh membuat pikirannya semakin traveling.
"Kenapa kamu?" goda Salsa.
"Hmmmm, eeeegh, iiiighs," kenangnya.
Salsa menaikkan kedua alisnya, merasa aneh pada Kasih, yang ketakutan.
"Kenapa?" tanya Salsa menatap lekat wajah polos Kasih.
Kasih tampak bingung, mau berbicara atau hanya diam, "ehmm, Ibu Guen dikamar mandi ehem ehem, kayanya suaranya justru membuat bulu kuduk saya berdiri," ceritanya polos membuat Salsa tertawa terbahak-bahak.
"Iiiighs, tuhkan saya diketawain," rungutnya.
Salsa semakin keras tertawa, menatap kearah Kasih, "itu biasa, bahkan akan lebih sering kita dengar jika Ibu dan Tuan ada disini," kekehnya.
"Hmmm mana saya tahu, saya belum menikah, nanti kalau saya udah nikah, saya ceritakan pada kamu," goda Salsa membuat Kasih semakin salah tingkah.
Mereka bergegas turun ke lantai dasar, untuk membereskan butik agar terlihat bersih dan wangi. Beberapa aroma lavender kembali disemprotkan oleh Kasih saat baru membuka butik Guenhumura.
45 menit kemudian, Guen turun kebawah bersama Carcas membawa pekerjaannya untuk diselesaikan sesuai janjinya.
"Aku jalan yah? nanti malam, jika kamu mau ikut kita pergi, jika tidak kita diapartemen saja. Saya ingin bertemu Snowy," kecup Carcas pada kening Guen.
Guen mengangguk, dia hanya ingin suaminya berangkat kerja dengan perasaan tenang dan bahagia.
"Kamu hati hati, selesai pekerjaanku, aku menyusulmu ke kantor," jelas Guen.
Carcas berlalu meninggalkan butik menuju kantor. Tak lama Guen dikejutkan dengan kehadiran Elizabeth, ibu angkatnya.
"Ibu," sapa Guen saat melihat wanita paruh baya itu masuk ke butik miliknya.
Elizabeth tersenyum tipis menatap wajah cantik Guen, memeluk tubuh mungil itu dengan sangat lembut.
"Ibu darimana? kenapa kemaren tidak keluar ruangan? apakah Tuan besar menyakiti ibu?" tanya Guen penasaran.
__ADS_1
Elizabeth tersenyum tipis mendengar ucapan anak asuhnya.
"Kamu ada waktu? bisa kita bicara sebentar di cafe sebrang sana?" ajak Elizabeth.
"Hmmm, bisakah ibu menungguku? ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan. Silahkan ibu duduk di sofa."
Guen menuju sofa bersama Elizabeth, dan duduk berdekatan. Dia membuka laptop kembali fokus pada kegiatannya.
Elizabeth hanya bermain handphone sesekali melirik kearah Guen, tampak wajah yang sumringah dari wajah wanita paruh baya itu, setelah menghabiskan waktu bersama Keanu hingga pagi.
Satu jam Elizabeth menemani Guen, saling berkirim pesan dengan Keanu, seperti gadis remaja yang sedang menikmati keindahan cinta yang tidak biasa, membuat Guen sedikit curiga.
"Apakah Ibu memiliki hubungan serius dengan Keanu? jika iya, ini akan menjadi bahan bagi Nyonya besar untuk semakin membenciku," batinnya.
Fellingnya tidak pernah salah, Guen melihat foto profil whatsApp Keanu dengan lambang love.
Sheeeer,
"Apakah dia akan membicarakan tentang ini?" batinnya lagi semakin penasaran.
Ada keinginan Guen untuk bertanya pada Elizabeth agar berhati-hati dalam melakukan sesuatu, karena akan merugikan banyak pihak hanya karena nafsu sesaat.
"Hmmm, yuuk Bu. Kita jalan, aku sebenarnya masih kenyang, tapi aku merindukan roti," senyum Guen menutup raut wajah yang khawatir.
Elizabeth berdiri, menanti Guen dipintu keluar agar tidak terlalu lama dia menyimpan rasa bahagianya.
Guen menitipkan laptop dan memberi pesan pada Salsa agar menunggu balasan dari William dan segera memberi kabar padanya. Dia bergegas meninggalkan butik, dengan berjalan kaki. Susana damai nan sejuk sangat membahagiakan keduanya saling bercerita dan bertukar pikiran tentang kisah cinta mereka.
Mereka duduk disalah satu restoran yang menyediakan beberapa menu pilihan. Guen memilih roti berisi selai kacang dan segelas coklat panas, sementara Elizabeth memilih roti berisi selai strawberry dan segelas kopi hitam.
"Ada apa Bu?" tatap Guen dengan penuh ketenangan.
Elizabeth tidak bisa menahan apa yang akan dia katakan pada putri angkatnya. Dia hanya ingin berbagi kebahagiaan yang sudah lama dia rindukan.
"Hmmm maafkan aku tentang kemaren, Keanu berusaha menggoda ku kembali," jujur Elizabeth membuat kedua bola mata Guen membelalak kaget.
"Maksudnya? apakah sebelumnya ibu memiliki hubungan spesial pada Tuan besar?" tanya Guen menatap serius.
Elizabeth mengangguk, membuat Guen merasakan sesuatu pada tubuhnya. Seketika semua persendiannya terasa lemah, bahkan tak seperti tidak bertulang.
Sheeeer,
"Habis aku," batin Guen membuang jauh tatapan matanya dari Elizabeth yang dia kagumi, ternyata siap menjadi simpanan seorang Keanu Alister.
Entah apa yang ada dikepala Guenhumura saat ini, pasti dia kecewa. Tapi dia berusaha mendengarkan apapun yang menjadi keputusan Elizabeth untuk kebahagiaannya.
Huuuufgh,🤧
__ADS_1
Tobe continue...
Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah.