CEO, Gadis Bersyarat

CEO, Gadis Bersyarat
Aku membencimu..


__ADS_3

Guen berlalu dengan wajah sadis bahkan lebih tepatnya sangat kejam. Jika sudah seperti ini, biasanya Guen enggan melakukan apapun bahkan bertemu siapapun. Emosinya sudah meledak ledak seperti bom perang dunia kedua, saat negara sekutu menjatuhkan bom ke Nagasaki dan Hiroshima.


Kasih hanya menatap Guen menekan tombol lift, tapi....


"Aku akan menuntut mu karena kau telah merusak gaun mahal ku wanita sampah," sumpah serapah Anggel keluar dari bibir tipisnya.


Tanpa berfikir panjang, Guen mengambil gunting di genggaman Kasih akan menghujamkan pada gadis sombong yang ada di hadapannya, seketika...


"Guen,"


Tangan Carcas menahan Guen yang sudah berada di udara akan menusuk Anggel secara brutal tepat di dadanya.


Mata Guen menatap tajam tanpa berkedip, nafas dia atur sangat sempurna tanpa ada perasaan takut, karena lelahnya dia menerima hinaan orang sekitar. Dia menelan salivanya tanpa ingin menghentikan hentakannya.


Anggel memang sudah ketakutan atas kenekatan Guen memilih mundur.


"Dasar perempuan gila, aku akan membalas mu," ucapnya berlalu meninggalkan butik.


Carcas masih menahan tangan Guen, terpaku menatap gadis cantik yang kejam penuh dendam.


"Ada apa dengan mu Guen? are you oke?" tanya Carcas penasaran menatap lekat wajah sadis itu.


"Pergilah, aku membenci mu Tuan Carcas.


Guen meletakkan gunting di atas meja dengan sangat baik dan sadar, dia berbalik arah tanpa senyum ataupun lemah lembut. Tidak ada sosok manja yang menghiasi wajah cantiknya.


"Ada apa dengan dia?" batin Carcas dalam hati.


"Guen, Guen,"


Carcas menghentikan lift menerobos masuk memberikan paper bag pada Kasih berisikan baju tidur milik Guen.


Guen masih diam tanpa peduli Carcas berada di sampingnya.


Tiiiing.... Pintu lift terbuka,


Guen melangkahkan kaki menuju kamar, memejamkan mata, masih belum menyadari Carcas mengikuti. Dia menghempaskan tubuh di ranjang menjerit sekuat kuatnya menutup wajah cantik itu dengan bantal.


"Tuhan, ambil saja nyawaku. Aku sudah tidak sanggup menghadapi mereka, sungguh menyakitkan bagi ku," isaknya tanpa memperdulikan Carcas.


Carcas perlahan membuka cctv yang terpampang jelas berada di depan ranjang Guen, untuk melihat setiap kegiatan di lantai bawah, mencoba mengulang kembali semua kejadian tanpa izin Guen. Pria itu hanya dapat menyaksikan tanpa mendengar suara, apa yang membuat Guen tersulut emosi hingga menyiram Anggel dengan secangkir teh, kemudian ingin menghujamkan gunting ke tubuh Anggel.


"Guen," sapa Carcas mendekati gadis keras kepala itu.


Guen masih terisak, tanpa peduli dengan siapapun.


Carcas mencoba mendekati Guen, berharap gadis itu akan lebih tenang jika berada di dekatnya. Dia membuka bantal yang menutupi wajah cantik, gadis berwajah lembut tiba tiba bisa berubah dalam hitungan detik menjadi sosok pembunuh berdarah dingin.

__ADS_1


Guen merasakan hembusan nafas dari seseorang berada di dekatnya. Dia menutup mata enggan menatap.


"Guen," sapa Carcas memberanikan diri mengambil jemari gadis yang berada di samping pria tampan itu.


"Maaf, aku kesini untuk mengantarkan baju tidur mu,"


Carcas mengecup punggung tangan Guen.


Guen kembali menangis, air mata terjun bebas meluncur dari sudut mata yang lentik.


"Pergilah, tinggalkan aku. Menikahlah dengan gadis sombong itu," ucap Guen memiringkan tubuhnya hingga membelakangi Carcas.


Carcas menarik nafas dalam, memilih memeluk tubuh Guen, membawa dalam dekapannya.


"Aku tidak akan menikah dengannya," jawab Carcas.


"Tapi dia telah menghina ku," jelas Guen.


"Hmmmm apakah kau akan membunuhnya jika aku tidak datang?" tanya Carcas semakin mendekap.


"Ya, aku lelah, aku kecewa, sejak kecil orang menghina ku tanpa tau perjuangan ku. Lebih baik aku mendekam di penjara dari pada aku harus mendengar hinaan mereka. Aku sudah lelah, aku paling pantang di rendahkan oleh orang yang tidak mengenal ku," jelas Guen.


"Maafkan Anggel, dia teman sekolah ku," bisik Carcas membuat darah Guen semakin mendidih kembali panas naik 100 derajat.


"Lepaskan tanganmu, tinggalkan kamar ku," sarkas Guen.


"Tidurlah, aku akan menjagamu. Jangan membangkang, karena aku lebih garang jika emosi ku terpancing," bisik Carcas dingin.


Carcas merasakan Guen akan tenang jika tertidur, hingga pria itupun ikut tertidur tanpa memikirkan permasalahan yang ada.


Mereka tertidur sangat nyenyak dengan perasaan nyaman. Besok adalah pernikahan Carcas dan Guen.


"Belum menikah saja Guen sudah mendapati permasalahan yang mengerikan, bagaimana menjadi istrinya Tuan Carcas? pasti akan datang teror setiap hari ke butik. Apa Guen kuat Kasih?" bisik Salsa saat mereka mengintip ke kamar Guenhumura.


"Ntahlah Mba, saya jadi khawatir. Kejadian ini terakhir saya lihat saat Bu Guen putus dari Tuan Samuel. Sekarang malah di hadapkan dengan wanita cantik itu," jawab Kasih berbisik.


"Untung ada Tuan Carcas, kalau enggak iiiighs pasti sudah mati gadis sombong itu di tikam bagian dada," tambah Kasih lagi.


"Yuuuk, kebawah. Tarok saja makanan mereka di dalam, nanti pas bangun nggak nelfon ke bawah lagi," jelas Salsa.


"Baik mba,"


Kasih menjalankan perintah Salsa, meletakkan makanan untuk Guen dan Carcas di meja depan televisi yang terletak sebelah kanan saat memasuki kamar majikan mudanya.


Hampir 5 jam mereka terlelap, hingga posisi keduanya kini berhadapan. Tangan Guen berada di leher Carcas bahkan lebih dekat karena kedua paha saling mengikat menjadikan guling agar merasa hangat.


Jam dinding kamar Guen menunjukkan pukul 21.15 waktu Loumarin.

__ADS_1


Carcas sudah bangun sejak 20 menit lalu, tapi enggan beranjak dari posisi yang benar-benar menguncinya hingga sulit baginya untuk melepas capitan kaki Guen yang melingkar di pinggulnya.


Tangan Carcas hanya mampu melingkar di pinggul Guen agar gadis itu merasa hangat berada di dekatnya.


"Eeeegh,"


Guen menggeliat kan tubuh indahnya, membuat gadis itu tampak membutuhkan sosok pria yang mampu membuat dia nyaman.


Perlahan Carcas mengusap lembut kepala Guen. Entah ada hasrat apa membuat pria oriental itu memberanikan diri mencium bibir gadis yang sejak tadi berada di hadapannya sedikit menggoda iman.


"Hmmmfgh,"


Carcas menggigit sedikit bibir Guen agar mau terbuka hingga mampu memasuki bibir yang terasa manis baginya.


"Hmmmfgh,"


Guen menikmati ciuman mereka walau dengan mata masih terpejam. Perlahan dia merasakan ada tangan lembut menyentuh tubuhnya dengan sedikit memaksa membuat gadis itu tersentak kaget.


"Kau, kenapa kau berada di kamar ku? kita belum menikah dan beraninya kau menyentuh ku!" tegas Guen.


Carcas malas berdebat dengan gadis cantik tapi sangat keras menurutnya, memilih berlalu menuju kamar mandi.


"Kenapa kau lakukan ini pada ku Carcas? apakah kau seorang CEO yang tidak pernah bisa memegang janji mu? atau kau berniat akan membeli aku atau bahkan menjadikan aku gun di kmu Carcas,"


Ucapan Guen terdengar mirip seperti orang yang telah menjadi korban tekanan dan sangat tidak terkontrol kali ini.


Mendengar ucapan itu Carcas kembali mendekati Guen dengan perasaan marah sambil m en in dih tubuh itu sangat keras.


"Jaga ucapan mu Guen! kau seorang wanita baik dan lembut, aku tidak akan menjadikan mu apapun, aku hanya ingin menjadikan mu istriku. Jika kau berkata kasar sekali lagi di hadapan ku, aku berjanji akan merobek tubuhmu dengan cara ku," tegas Carcas menatap tajam mata Guen.


Guen terdiam tak bisa berucap, dia kembali menangis. Tangan yang berada di genggaman Carcas awalnya menegang kini lemah pasrah. Bahkan kali ini dia terlihat rapuh tidak berdaya.


"Guen,"


Carcas memeluk tubuh gadis mungil itu kembali memeluknya. Perlahan pria itu memperbaiki posisi mereka agar terasa nyaman.


"Tenanglah, jangan ikutkan hati marah atau kecewamu," jelas Carcas tak melepas pelukannya bahkan dia berani mengecup kepala gadisnya.


"Kenapa dia tertekan seperti ini Tuhan?" batin Carcas.


"Apakah luka Guen sangat dalam karena Samuel?"


Pikiran Carcas menerawang jauh, bahkan tak kuasa dia untuk memikirkan hal itu sendiri tanpa bertanya pada Guenhumura.


Tobe continue...


Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah...🙏

__ADS_1


Setidaknya kalian penyemangat ku!


Khamsiah.... Fillen danke and thankyou...🤗🔥


__ADS_2