CEO, Gadis Bersyarat

CEO, Gadis Bersyarat
Ide gila Keanu.


__ADS_3

Elizabeth masih menekuk wajah polosnya dihadapan Keanu. Suasana direstoran seketika berubah karena kehadiran Gerry dihadapan mereka membawa serta sahabatnya Zanet. Pertemuan mendadak ketiga insan itu membuat Elizabeth tidak mampu berucap. Ada perasaan takut dan bersalah menari nari dikepanya.


"Selamat siang Ken!" ucap Gerry menatap Elizabeth penuh dengan perasaan cemburu.


Keanu menatap wajah Gerry dan Zanet secara bergantian, "siang sayang. Perkenalkan, dia salah satu nasabah kita di bank dan kami sedang membicarakan sesuatu yang akan menguntungkan kita dan keluarga," jelasnya menyambut Gerry tanpa rasa berdosa.


"Zanet, bisakah kau meninggalkan kami? karena aku akan membicarakan sesuatu pada istriku," tambah Keanu tanpa basa basi.


Zanet menatap lekat wajah cantik wanita Jepang yang sangat alami dihadapannya, "apakah kau sedang tertangkap basah telah berselingkuh Ken?" tanyanya penuh selidik.


Keanu tertawa, "siapa yang berselingkuh? aku sedang melakukan penawaran menarik pada gadis ini dan aku yakin Gerry akan mengerti," senyumnya meraih tangan istrinya agar duduk berdekatan.


Zanet hanya menaikkan bahunya, memilih pergi meninggalkan sahabatnya dengan perasaan penasaran.


"Baiklah Ger, aku pulang saja. Sepertinya kehadiranku tidak diinginkan oleh suamimu," kecup Zanet pada sahabatnya Gerry.


Gerry tersenyum membalas kecupan sahabatnya, menatap punggung Zanet dengan senyuman tipis.


Zanet berlalu, meninggalkan restoran walau sedikit kesal, "hmmm, tidak jadi saya shopping dengan Gerry, padahal kami akan belanja disalah satu butik terkenal. Dasar suami menyebalkan," batinnya memberhentikan taksi.


Sementara Keanu, Gerry dan Elizabeth tampak sedikit kaku. Kehadiran mereka yang tidak disengaja ternyata mempercepat proses keinginan Keanu untuk melancarkan niatnya.


Gerry duduk sesuai keinginan Keanu, memandang lekat wajah gadis cantik dihadapannya.


"Ada apa? siapa dia Ken? apa kau sedang mengkhianati aku? apa kau ingin berselingkuh dan meminta izin pada ku?" ketus Gerry menatap nanar kearah Elizabeth.


Keanu mengusap lembut punggung istrinya, "tenanglah sayang, kenalkan dia Elizabeth pemilik panti asuhan yang berada disudut kota. Aku telah menyetujui permohonan pinjamannya pada bank kita. Saat ini aku sedang bernegosiasi dengannya agar dia mau mengandung anak untuk kita," jelasnya sangat tenang membuat Gerry dan Elizabeth saling tatap.

__ADS_1


Gerry menatap tajam kearah Elizabeth, "apakah kalian telah melakukannya Ken? aku tidak sudi berbagai ranjang dengan wanita lain. Kau tahu aku sangat mencintaimu, kenapa kau sangat berharap padaku untuk memiliki seorang baby! kau terlalu memaksaku Ken!" ucapnya dengan mata memerah.


Keanu menggenggam jemari tangan istrinya, "Gerry, kau tahu Papi sangat menginginkan keturunan dari pernikahan kita dan aku tidak tahu apa yang mesti aku lakukan, kau tidak menginginkan kehamilan karena kondisimu. Aku belum melakukan apapun padanya, aku akan memberi 500.000 euro padanya. Kita menyewa rahim Elizabeth, tentu dengan beberapa perjanjian," jelasnya.


Mata Gerry membulat, pandangannya seketika kabur, perlahan dia meraih air mineral yang ada dihadapannya, menenggak hingga habis tanpa peduli air mineral itu milik siapa.


"Apa harus seperti ini kita mendapatkan anak Ken? aku tidak sanggup mesti berbagi dengannya! apa kata keluarga kita? apa yang akan mereka pikirkan jikalau wanita ini membuka mulutnya suatu saat nanti!" ucap Gerry dengan sangat frustasi.


Gerry menarik nafas panjang, "ini gila Ken? apakah wanita ini masih sendiri? apakah dia bersedia dengan ide gilamu? siapa dia? dari bangsawan mana gadis ini?" tanyanya sinis pada Keanu.


Keanu masih menatap Gerry dengan sangat tenang, "dia wanita single, bukan dari kalangan bangsawan. Aku hanya menyewa rahimnya untuk memiliki anak dari darahku sendiri. Setelah anak kita lahir, aku tidak akan berhubungan dengannya. Aku berjanji padamu sayang," kecupnya pada punggung tangan Gerry.


"Ken, kau tahu aku sangat mencintaimu! dua tahun pernikahan kita, kau tega ingin berbagi dengan wanita ini. Hei, siapa kau? darimana asalmu? apa kau tahu siapa Keluarga Alister? apakah kau bersedia untuk dikontrak sesuai yang diinginkan suamiku? apakah kau seorang wanita murahan yang tengah menjual tubuhmu pada suamiku?" kesal Gerry menatap tajam pada Elizabeth.


Elizabeth menelan salivanya dengan susah payah, jika ditanya perasaan saat ini, ingin sekali dia menampar wajah wanita yang ada dihadapannya karena telah berani menghina.


Kembali Elizabeth menatap Keanu dan Gerry secara bergantian.


"Saya Elizabeth pemilik panti asuhan. Saya hanya menjalankan kehidupan untuk membantu anak anak yang kurang beruntung. Saya berasal dari Jepang, tapi sudah lama menetap di Loumarin Nyonya. Maaf jika permintaan Tuan Ken mengganggu kebahagian rumah tangga anda, saya hanya membutuhkan uang Nyonya," jelasnya sedikit menunduk sopan.


"Apa kau mencintai Ken?" tanya Gerry.


Elizabeth menggeleng, "saya baru bertemu dengan Tuan Ken hari ini. Dia yang mengundang saya dan meminta saya untuk melakukan hal gila ini," jelasnya dengan tenang.


Gerry mendekatkan wajahnya pada Elizabeth, "apa kau bersedia mengandung anak untuk kami? dan kau siap dengan semua konsekuensinya? apa kau siap kehilangan masa depanmu Nona? karena aku tidak mungkin akan memberikan keturunan pada keluarga suamiku, kondisi kita sangat berbeda," jujurnya.


"Aku siap Nyonya, karena aku membutuhkan uang untuk mempertahankan panti asuhanku, sebelum diambil oleh yayasan sosial milik negara. Aku akan melakukan apapun walau akan mengorbankan kebahagiaan ku. Aku tidak mencintai suami anda, aku hanya membantu agar kalian memiliki keturunan. Aku akan menandatangani perjanjian sesuai kesepakatan kita dan aku tidak akan menuntut apapun pada kalian," jujur Elizabeth.

__ADS_1


"Berapa uang yang kau butuhkan hmmm? apa 300.000 euro cukup untuk menyelamatkan panti asuhanmu diawal? satu lagi, jika kau tidak berhasil mengandung anak kami, maka aku akan mengusir mu dari Loumarin! apa kau yakin Nona telah berurusan dengan keluargaku?" ancam Gerry menatap tajam kepada Elizabeth dapat didengar jelas oleh Keanu.


Elizabeth menggigit bibir bawahnya, jujur ada rasa ketakutan dalam hatinya mendengar ancaman dari Gerry. Menelan saliva berulang kali karena kepanikannya dan berkali kali dia mengusap wajah lembutnya.


"Saya siap Nyonya!" angguk Elizabeth sangat yakin dengan keputusan yang dia buat tanpa memikirkan perasaan siapapun, baginya keselamatan panti asuhan miliknya sangat penting dibandingkan dengan perasaannya.


Gerry menatap kecewa pada Keanu, "tega kau Ken! sangat tega," bisiknya dengan terisak membendung perasaannya yang hancur berkeping-keping.


"Honey, ini demi kita! aku yakin, kita akan mendapatkan anak darinya," Keanu meyakinkan hati Gerry.


"Cepat kau buat perjanjiannya dan aku akan menandatangani semua. Aku meminta kau harus mengirim aku ke New York, karena aku tidak sudi mendengarkan de.s.a.han kalian saat melakukan hubungan yang menjijikkan itu," geram Gerry.


Keanu meraih tubuh Gerry, membawa istrinya masuk kedekapan hangat yang sangat dia rindukan, "maafkan aku Ger, aku berjanji tidak akan melakukan hal serupa setelah kita memiliki anak. Akan aku pastikan, bahwa kau menjadi ibu satu satunya bagi anak kita," ucapnya meyakinkan istrinya.


Air mata Keanu menetes dari sudut mata tanpa sengaja jatuh dipuncak kepala Gerry disaksikan oleh Elizabeth.


Elizabeth ikut mengusap lembut wajahnya, dapat merasakan kehancuran perasaan Gerry kala itu.


"Aku tidak akan jatuh cinta pada suami anda Nyonya. Kita hanya saling membantu, selamat siang. Saya tunggu surat perjanjian kontrak kerjasama kita. Saya siap untuk melayani anda Tuan Ken," tunduk Elizabeth meninggalkan restoran menuju panti asuhan miliknya dengan kegundahan hati yang bergemuruh penuh kecewa pada diri sendiri.


"Apa yang sudah aku lakukan? apakah cara ini yang harus aku hadapi untuk mendapatkan uang? apakah aku akan ikhlas memberikan anak kandungku pada mereka? ooogh kejamnya aku telah menjual rahimku sendiri demi anak anak panti," isak Elizabeth selama perjalanan pulang.


Berkali kali Elizabeth mengusap wajahnya dengan kasar, merasa frustasi atas keputusan yang dia ambil, "apakah ini adil untuk hidupku Tuhan?" batinnya semakin berkecamuk.


Tobe continue...


Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah.❤️

__ADS_1


__ADS_2