
"Maksudnya? apakah sebelumnya ibu memiliki hubungan spesial pada Tuan besar?" tanya Guen menatap serius.
Elizabeth mengangguk, membuat Guen merasakan sesuatu pada tubuhnya. Seketika semua persendiannya terasa lemah, bahkan tak seperti tidak bertulang.
Sheeeer,
"Habis aku," batin Guen membuang jauh tatapan matanya dari Elizabeth yang dia kagumi, ternyata siap menjadi simpanan seorang Keanu Alister.
"Carcas adalah putraku Guen," ucap Elizabeth jujur tanpa ada perasaan bersalah ataupun berdosa.
Praaaank,
Guen menyenggol gelas yang berada disamping, menutup mulut mungilnya menatap lekat wajah Elizabeth yang sangat dia kagumi.
"Auuugh," kejut Guen menatap pelayan yang menghampirinya.
"Maaf, saya tidak sengaja. Saya akan mengganti gelas kalian," ucap Guen pada salah satu pelayan yang membersihkan pecahan kaca dilantai.
"Enggak apa apa, apakah mau mengganti dengan minuman yang sama Bu?" tanya pelayan pada Guen.
Guen mengangguk, seketika perutnya terasa sangat kosong. Padahal sebelumnya dia sudah sarapan bersama Carcas saat dikamar setelah menghabiskan waktu berkencan dikamar mandi. Dia memesan beberapa makanan, setidaknya mendengar berita ini sangat menguras energi dan pikirannya.
"Apakah Carcas mengetahui semua ini Bu?" tanya Guen sangat hati hati agar tidak menyinggung perasaan Elizabeth.
"Hmmmm," Elizabeth menggelengkan kepalanya menatap lekat kearah Guen.
Perlahan Guen menyandarkan tubuhnya kekursi restoran, menatap lekat kearah Elizabeth.
"Apakah Nyonya besar mengetahui tentang semua ini Bu?" tanya Guen lagi.
Elizabeth mengangguk, membuat Guen semakin ternganga. Tidak menyangka bahwa Keluarga Alister sang bangsawan mencintai orang biasa sepertinya.
"Apakah Carcas tahu?" tambah Guen semakin penasaran.
Elizabeth menggeleng, "Carcas tidak mengetahui tentang status biologisnya Guen, kami ada perjanjian untuk panti asuhan dengan catatan aku memberi Keanu seorang anak untuk melanjutkan keturunan Keluarga Alister," jelasnya.
"Apa maksud ibu memberitahu padaku? apakah Ibu akan membuka tabir kepalsuan keluarga mereka?" tanya Guen.
Elizabeth menarik nafas dalam, "aku hanya ingin kau mengetahui tentang hubunganku dengan Keanu tanpa harus ada yang ditutupi. Aku sangat mencintai Keanu, bahkan dia yang pertama menyentuhku," kenangnya.
Jujur Guen semakin jijik mendengar cerita masa lalu keluarga suaminya.
"Kenapa aku dipertemukan dengan mereka? selingkuh menjadi hal biasa bagi keluarga ini, bahkan menjadi suatu kebanggaan," batin Guen semakin berkecamuk.
__ADS_1
"Apakah Ibu akan memberitahu pada Carcas? bukankah Tuan besar mengundang kita untuk mengadakan makan malam bersama?" tanyanya Guen.
Elizabeth mengelus punggung tangan Guen, "Ibu mohon rahasiakan semua ini dari Carcas, aku hanya ingin kau mengetahui siapa pria yang menjadi suamimu saat ini," jelasnya.
Guen mengangguk mengerti, dia benar benar melahap semua yang ada dihadapannya, perasaan hatinya sedang berkecamuk dikepalanya, bagaiman jika Gerry mengetahui mereka kembali, bahkan menghabiskan waktu bersama hingga tidak kembali pulang kerumah, batinnya.
"Apa perasaan mereka saat ini? kenapa ibu sangat berbeda?" tanya Guen dalam hati.
Entah kenapa saat ini Guen merasa kasihan pada suaminya Carcas. Laki laki yang baru tiga minggu menjadi suaminya, saat ini harus menerima kenyataan bahwa dirinya bukanlah anak kandung Gerry Alister.
"Bu, kenapa Nyonya besar Alister tidak memberikan keturunan pada Tuan besar?" tanya Guen sedikit penasaran.
"Hmmmm, Gerry tidak ingin tubuhnya rusak kala itu. Sehingga dia menggunakan obat obatan yang sangat berdampak pada kesehatan dan mengancam rahimnya, dia terpaksa dibawa ke rumah sakit dan dilakukan pengangkatan rahim saat itu juga," jelas Elizabeth.
Guen tertegun, "apakah aku harus hamil? untuk mempertahankan rumah tangga ku?" batinnya.
Drrrrt drrrrt,
"Carcas," batin Guen.
"Sebentar Bu, aku angkat telepon dulu," ucapnya sopan.
📞"Ya," Guen.
📞"Aku di restoran depan butik, kamu sudah makan? mau gabung sama kita?" Guen.
📞"Ooogh ya, aku kesana."
Mereka menutup telfon, meletakkan handphone kembali diatas meja.
Guen menarik nafas dalam-dalam, memberitahu bahwa Carcas, akan menyusul mereka.
Elizabeth enggan bertemu dengan putranya, takut perasaan yang dulu kembali terasa.
"Ibu pulang, aku tidak ingin bertemu dengannya. Nanti malam Keanu mengundang kita makan malam untuk kedua kalinya. Tampillah sebaik mungkin agar kau tetap cantik seperti ini Guen," bisik Elizabeth segera berlalu lewat pintu samping agar tidak berpapasan dengan Carcas.
Benar saja, saat Elizabeth keluar Carcas masuk dari pintu depan.
"Hai," sapa Carcas tampak bahagia bertemu dengan istrinya.
Guen membalas pelukan Carcas, mencium bibir suaminya.
"Hai, kamu mau makan?" tanya Guen sedikit gugup.
__ADS_1
"Hmmm, boleh! aku lapar lagi setelah menandatangani perjanjian," cerita Carcas duduk disebelah Guen sambil melilitkan tangannya diperut ramping Guen.
"Apakah nasabahmu sama seperti ku?" goda Guen.
"Ya, setidaknya kau termasuk wanita beruntung yang mau menerima kenyataan bahwa hidup denganku sangat membahagiakan," Carcas kembali menggoda istrinya.
Guen mencubit kecil perut sispack Carcas masuk kedalam dekapan suaminya.
"Oya, tadi ibuku bertanya, apakah makan malam bersama keluargamu kita akan pergi bersama?" tanya Guen menatap hezel mata Carcas yang sangat teduh menyejukkan.
"Ya, tapi aku tidak ingin berlama lama berada disana," jelas Carcas.
Guen menautkan kedua alisnya, menepuk dada suaminya manja, "apakah selesai makan kita langsung pulang? bukankah Papa meminta kita menginap?" tanyanya.
Carcas menggeleng, dia tidak ingin menghabiskan waktu di kediaman Keanu, karena menurut orang kepercayaan Keanu, tadi malam pria mapan itu tidak kembali. Papanya justru memilih menghabiskan waktu dengan wanita yang baru dia kenal, batinnya.
"Ya, kita akan menginap di apartemen dan besok lanjut ke Prancis," kecup Carcas pada kening Guen.
Mereka menghabiskan waktu bersama, menikmati makanan pembuka hingga penutup. Guen semakin mesra dengan Carcas. Perlahan kejujuran Elizabeth membuat wanita mungil itu semakin merasakan kasih sayang yang berbeda.
Jika bisa dipilih, mungkin Guen akan mengajak Carcas meninggalkan Loumarin dan hidup disalah satu kota yang sangat indah di Swiss atau Italia, tapi sangat sulit karena Carcas adalah putra penerus kekayaan Keluarga Alister.
"Bagaimana jika semua keluarga tahu bahwa Carcas bukan anak Keanu dan Gerry? apakah semua akan kembali seperti awal? apakah Carcas akan searogan ini? apakah dia akan sanggup menghadapi garis hidupnya, menerima Ibu Elizabeth adalah ibu kandungnya. Pantas dia lebih mirip pria Jepang. Tidak ada kemiripan sama sekali dengan Keanu yang sangat tampan dan gagah."
Guen membantu Carcas membuka beberapa kulit lobster yang mereka pesan.
"Ternyata memanjakan pria ini sangat menyenangkan," batin Guen.
"Dia lebih tenang saat ini," senyum Guen saat mengeluarkan lobster dari cangkangnya.
"Hmmmm makasih sayang, kamu sangat pintar memanjakan aku," bisik Carcas pada telinga Guen membuat wanita itu terlihat salah tingkah.
"Iya, bagi aku kamu kenyang dan senang, itu telah membuat aku semakin bahagia," jelas Guen tanpa membalas gombalan Carcas.
Carcas menggoda puncak hidung istrinya, "mau kita menghabiskan siang di kamar?" bisiknya.
Guen menaikkan kedua alisnya, hanya tersenyum lucu mendengar penuturan Carcas yang memintanya lagi.
"Tadi udah, kamu harus berhemat,' kekeh Guen... 😬
Tobe continue...
Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah.
__ADS_1