CEO, Gadis Bersyarat

CEO, Gadis Bersyarat
Setialah...


__ADS_3

Loumarin Prancis menunjukkan pukul 07.00, Guen tengah sibuk memasak menu Jepang untuk Carcas tanpa dibantu oleh pelayan apartemen milik suaminya. Guen dengan cekatan membuat sushi dan sashimi.


Drrrt drrrrt,


Ponsel milik Guen bergetar dari balik celemek, bergegas dia meraih handphone, melihat siapa yang menghubunginya.


"Papa Ken," batin Guen.


๐Ÿ“ž"Ya Pa, morning," Guen.


๐Ÿ“ž"Kalian dimana? bagaimana keadaanmu? apakah sudah membaik?" tanya Keanu penasaran.


๐Ÿ“ž"Hmmm, aku baik baik saja Pa, sudah mengering karena diberi salap pendingin oleh pihak rumah sakit. Aku di apartemen Carcas, Pa," jelas Guen.


๐Ÿ“ž"Hmmm, baik! aku sebentar lagi akan tiba disana," Keanu menutup telfonnya.


Guen menggelengkan kepalanya, "keluarga aneh, apakah Papa akan sarapan bersama disini?" batinnya.


Guen meminta Maid untuk membantunya menyediakan beberapa menu untuk sarapan, dia bergegas menuju kamar membangunkan suaminya.


"Sayang, Cars," bisik Guen ditelinga Carcas, mengusap lembut punggung suaminya.


"Hmmm," Carcas masih enggan membuka mata.


"Bangun, Papa mau mampir kesini, kita sarapan bareng. Mandi gih, aku siapkan baju kamu," jelas Gue.


Carcas tersenyum membawa Guen masuk kedekapannya, "makasih yah? kita jadi ke Paris hari ini?" tanyanya semakin manja.


"Jadi, aku sedang menunggu down payment dari William, dia akan mengirim siang ini," senyum Guen.


Carcas semakin mendekap tubuh mungil itu dengan sangat erat, baru kali ini dia merasakan kelegaan setelah menjalani pernikahan walau sedikit ada pemaksaan diawal.


"Udah, nanti Papa datang mencari kita," tegas Guen menarik tangan Carcas agar turun dari ranjang.


"Dasar pemalas, ini bukan weekend sayang! wake up," teriak Guen manja.


Carcas bergegas menuju kamar mandi, melakukan ritual seperti biasa. Guen hanya tersenyum menatap punggung prianya. Sangat tampan dan gagah, tetapi kurang setia.


Guen menuju ruang makan, apartemen yang sangat luas milik Carcas pribadi, memiliki 4 kamar dan tatanan ruangan yang sangat baik. Pencahayaannya dan panataan ruangan yang sangat mewah, membuat nyaman berada didalamnya. Tiap tiap ruang memiliki pemanas yang dapat mengatur suhu secara otomatis.


Terdengar suara pintu terbuka lebar, tampak Keanu dan Elizabeth datang mendekati Guen yang beradu tatap dengannya.


"Kenapa Ibu kesini bersama Papa? apakah mereka akan menghancurkan seluruh harapan Carcas? apa pikiran Nyonya besar Alister nanti, jika mengetahui Papa membawa Ibu angkatku," batin Guen saat menyambut keduannya dengan pelukan kaku.


"Hai Pa," peluk Guen mencium kedua pipi ayah mertuanya.


"Hai, bagaimana keadaanmu? aku pikir kalian ada dibutik, ternyata kamu ada disini. Mana Carcas? apakah dia tidak akan kekantor?" tanya Keanu melihat kearah kamar utama masih tertutup rapat.


Guen menatap wajah cantik ibu angkatnya, menyambut kedatangan Elizabeth sebaik mungkin.

__ADS_1


"Apakah lukamu sudah membaik?" tambah Elizabeth pada Guen.


"Hmmm, aku sudah membaik Bu, lukanya sudah mengering. Syukurlah kalian datang, aku memasak sushi dan sashimi. Semoga enak dan kalian menyukai masakan ku," senyum Guen.


Keanu merangkul bahu Elizabeth dihadapan Geun tanpa sungkan.


Deg,


Guen menelan salivanya perlahan, sedikit penasaran dengan apakah yang kedua orng tua itu sadar melakukannya, batinnya.


"Hmmmm, silahkan Pa, Ibu," senyum Guen dengan sedikit gugup.


20 menit kehadiran Keanu dan Elizabeth dihadapannya, membuat Guen benar benar salah tingkah. Guen berkali kali menyibukkan diri menunggu kehadiran Carcas.


"Pelayan, siapkan minum untuk Tuan besar dan Ibu angkatku, aku akan memanggil Carcas," jelas Guenhumura.


Pelayan melanjutkan pekerjaan Guen, menyeduh secangkir kopi dan teh untuk Keanu dan Elizabeth tanpa diminta.


Guen bergegas menuju kamar, menarik nafas panjang, membuangnya perlahan, menatap kearah Carcas yang tengah menatapnya.


"Sayang kamu kenapa? apakah kamu baik baik saja? Papa sama siapa? aku mendengar suara wanita, apakah dia ibuku?" tanya Carcas mendekati Guen.


Guen tampak tegang saat Carcas mendekatinya. Berusaha tenang tapi bibirnya tidak mampu berucap. Ada perasaan takut dihati Carcas dengan kejadian yang tidak terduga akan terjadi.


"Jika ada sesuatu kabar yang akan disampaikan Papa Ken padamu, apakah kau siap sayang?" tanya Guen sedikit penasaran.


Carcas menautkan kedua alisnya, menatap lekat wajah cantik alami milik istrinya.


"Aku rasa tidak menyembunyikan sesuatu darimu, tapi Papa Ken yang menyembunyikan sesuatu darimu, bukan aku," ucap Guen pelan menatap wajah Carcas.


Carcas mencoba mendekati Guen, kembali menatap hezel mata kecoklatan itu dengan sangat lekat.


"Apa maksudmu Guen?" tanya Carcas semakin penasaran.


Guen tersenyum tipis, "setialah padaku Cars, jangan tinggalkan aku, aku hanya ingin kau bahagia bersamaku. Kita akan menghadapi semua berdua. Berjanjilah padaku, untuk masa depan kita," ucapnya membuat Carcas semakin bingung.


Carcas memeluk tubuh mungil Guen, "kenapa kau begitu khawatir? apakah kau benar-benar merahasiakan sesuatu yang aku tidak tahu selama ini?" bisik Carcas mendekap tubuh Guen.


Guen mengusap pelan punggung suaminya melepas dengan pelan. Mengusap wajah tampan itu dengan lembut.


"Terimakasih kamu sudah mau menikah dengan ku, walau kamu tahu aku hanya wanita yang dibuang keluargaku. Aku harap kita mampu menjalani kehidupan dengan sangat baik setelah ini," ucap Guen.


Carcas mengangguk, mencium kening Guen dengan penuh perasaan, "kita keluar, aku jadi penasaran," ucapnya menarik tangan istrinya pelan.


Carcas menarik tuas pintu, melihat pemandangan yang tidak biasa diruang keluarga apartemennya.


"Pa, Ibu!" sapa Carcas terdiam saat masih berada didepan pintu kamarnya dengan Guen berada dibelakangnya.


Keanu menatap lekat wajah putranya, "Cars," ucapnya berbisik menatap kearah Elizabeth.

__ADS_1


Mata Elizabeth berlinang, tampak seperti merindukan putra kandungnya, "Carcas," bisiknya dengan wajah memerah ingin mengejar dan memeluk putra tampan yang berdiri tegap dihadapan mata dengan sangat memukau.


Carcas mengalihkan pandangannya kearah Guen, "bisakah kamu katakan padaku, ada sinetron apa yang sedang mereka lakoni diapartemen ku Guen?" tanyanya penuh selidik.


Guen menggelengkan kepalanya, "ak aku," ucapnya terbata bata.


"Cars duduklah nak, aku akan menjelaskan padamu," ucap Keanu pelan berdiri mendekati Carcas.


"Pa, bisakah kalian bicarakan padaku ada apa? kenapa kau datang bersama Ibu angkat Guen? bukankah kalian hanya teman bisnis? kita salah satu donatur terbesar di Panti asuhan Nyonya Elizabeth? apakah kalian telah berselingkuh? apakah kalian meminta aku untuk membantu menutupi perselingkuhan keji kalian? bukankan kau yang mengatakan pada ku untuk meninggalkan Anggel agar aku setia pada Guen? kenapa kau malah melakukan ini diapartemen ku, Pa? kau membawa wanita yang seharusnya tidak pantas kau bawa. Aku putramu! bukan sahabatmu!" teriak Carcas menegaskan pada Keanu.


"Carcas tenanglah! aku akan menjelaskan padamu," sanggah Keanu tidak ingin dibantah.


"What? aku harus mendengarkan semua cerita busukmu? aku akan menelfon Mama, memberi tahu perbuatanmu selama ini pada kami! ternyata kau tidak lebih dari seorang pecundang Pa," bentak Carcas pada Keanu yang hanya berjarak empat meter dari hadapannya.


"Jaga ucapanmu, Elizabeth ibu kandungmu Carcas," teriak Keanu.


Jedeeeer jedeeeer โšกโšก


Carcas ternganga, tubuh kekar itu goyang seketika, wajah tampan berubah putih seputih kapas, serasa nyawa akan segera terpisah dari raga karena ucapan Keanu barusan. Tubuhnya bergetar hebat, bersandar kebelakang disambut oleh Guenhumura yang berlindung dibelakang suami tercinta.


Bhuuuk,


Carcas terduduk mematung, hanya menatap satu arah, kearah Keanu Alister.


Keanu tahu putranya shooc, seketika mendekati Carcas, "tenanglah nak, Carcas," tepuknya pada wajah putranya yang masih membeku.


"Sayang, sayang!" tepuk Guen dipipi Carcas.


"Pelayan, pelayan, ambilkan Tuan muda air, cepat!" perintah Guen.


"Cars, ini aku sayang! please sadar, kamu sudah janji dengan ku, bahwa kita akan mendengarkan bersama, sadar Cars," ucap Guen panik.


"Pelayaaaan, cepaaaat!" teriak Guen geram.


Pelayan bergegas membawa air sesuai permintaan Guen, memberikan gelas kaca itu ketangan nyonya muda.


Perlahan Guen mengusap wajah Carcas, sedikit berbisik mengungkapkan perasaan cintanya. Pelan tapi pasti Carcas tersadar memeluk tubuh Guen yang berada dihadapannya sangat erat.


"Jangan tinggalkan aku Guenhumura," bisiknya pelan dengan lidah sedikit kaku.


Guen mengusap lembut punggung Carcas, "aku akan bersamamu, kita akan ke Paris sore ini," bisiknya agar Carcas tenang.


Keanu dan Elizabeth masih tampak panik, tapi enggan untuk mendekati anak menantunya.


"Pa, bantu aku bawa Carcas duduk didekat sofa," ucap Guen berusaha memapah tubuh suaminya.


Dengan sigap Keanu membantu Guen untuk memindahkan putranya duduk disofa panjang agar dia lebih tenang mendengar pernyataan yang sangat memilukan.


Ooogh Tuhan, 32 tahun mereka menyimpan rahasia sebenarnya, siapa yang nggak shooc, ๐Ÿ˜ญ

__ADS_1


Tobe continue...


Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah.โค๏ธ


__ADS_2