CEO, Gadis Bersyarat

CEO, Gadis Bersyarat
Aku menyesal...


__ADS_3

Diapartemen Carcas masih terduduk lemah mendengar kejujuran hati Keanu Alister akan perjuangannya untuk mendapatkan seorang anak Carson Carcas Alister, tapi sangat menyayat bagi pria berwajah oriental itu.


Baby Carcas yang masih berusia sangat kecil harus dipisahkan dari ibu kandungnya. Tentu untuk menutupi semua kekurangan Gerry didepan Keluarga Keanu.


"Stop! stop! STOP Pa! aku tidak sudi mendengarkan cerita ini lagi. Aku membenci kalian. Aku ternyata anak haram yang lahir dari rahim wanita yang kotor! wanita yang tega menjual rahimnya hanya untuk uang! bukan dari rahim wanita berkelas seperti yang dikatakan Mama pada ku!" ucap Carcas berapi api membuat Guen terlonjak kaget mendengar emosinya.


"Cars," bantah Guen.


Mata Carcas berapi api penuh amarah, "silahkan tinggalkan apartemen ku Pa, jangan pernah kalian datang atau menemuiku lagi, aku menyesal telah terlahir dari wanita rendah seperti mu Nyonya!" ucapnya sarkastik.


"Carcas, jaga ucapanmu!" teriak Keanu.


"Hmmm, pergi kalian! pergiiii!" balas Carcas tak ingin mendengar lagi cerita masa lalu Keanu yang sangat menjijikkan gendang telinganya.


Elizabeth menenangkan Keanu, dengan perasaan pilu dan teramat sakit mendengar hinaan sang putra kandung.


"Sembilan bulan dia mengandung, kau hina dia seperti ini? dasar anak durhaka kau Cars! ingat aku akan mencabut semua fasilitas yang telah aku berikan selama ini padamu! dan satu lagi, bank keluarga Alister masih dalam pengawasanku! jangan macam-macam, aku akan mencabut semua hingga kau yang datang bertekuk lutut di hadapan ku!" ancam Keanu membuat Carcas menantang Keanu.


Carcas berdiri tegap dihadapan Keanu, menatap lekat iris mata biru itu penuh kemarahan.


"Silahkan ambil semua Tuan Keanu Alister! aku sudah muak karena kemunafikanmu! dan kau Nyonya, terimakasih telah berkata jujur padaku tentang semua ini. Satu hal, aku tidak akan pernah memanggilmu Ibu! karena kau tidak pernah merawat ku! aku dibesarkan dalam pengawasan Mama Gerry! jangan pernah kau menyebut aku adalah putramu wanita rendah!" ucap Carcas.


Plaaak,


Plaaak,


Tamparan keras dari Keanu melayang kekedua pipi Carcas, "jaga ucapanmu anak keparat! dasar anak tidak tahu diri! apa yang ada dikepala mu, hingga kau tega menghina ibu kandungmu sendiri," tegasnya menarik tangan Elizabeth membawa wanita paruh baya itu meninggalkan apartemen Carcas.


Guen masih terdiam kaget mendengar pertikaian antara Keanu dan Carcas. Dia mencoba mendekati suaminya.


"Cars," bisik Guen pelan.


Carcas tak bergeming melihat kepergian Keanu dan Elizabeth, dengan tatapan marah matanya tertuju pada Guenhumura.


"Apa kau tahu semua ini sejak awal dekat denganku?" geram Carcas meremas lengan Guen.


Guen tampak ketakutan, menatap mata Carcas mencari kedamaian disana.


"Sama sekali aku tidak mengetahui semua ini sayang!" ucap Guen jujur, tapi seketika,


Braaak,

__ADS_1


Carcas melempar tubuh Guen hingga terjatuh kelantai.


"Aaaaagh, Cars," ringis Guen.


"Apa salahku? hingga kau tega seperti ini? aku tidak tahu apa masalahnya! sama sekali aku tidak tahu!" bela Guen untuk dirinya sendiri.


Carcas tersenyum smirk, "aku membencimu mulai saat ini. Jangan pernah datang ataupun menampakkan wajah mu di Loumarin karena aku tidak akan pernah memaafkan mu seumur hidupku! kalian hanya wanita murahan yang tega menipu aku demi uang," ucapnya lantang dapat didengar oleh pelayan apartemen.


"Cars, oooough Tuhan! aku sama sekali tidak tahu apa masalahnya, kau tuduh aku sama seperti Elizabeth? kau yang memintaku untuk menikah denganmu! apa kau lupa? kenapa denganmu? ada apa Cars?" Guen terisak tak mampu membendung air mata yang deras mengalir membasahi pipinya.


Carcas berlalu meninggalkan Guen diruang keluarga. Sementara Guen masih bersimpuh duduk dan menangis setelah menerima perlakuan kasar dari suami sendiri.


Pelayan mendekati Guen, "bangunlah Nyonya!" ucapnya membantu Guen untuk naik kesofa.


Guen menangis sejadi jadinya, tangan mungil itu menggigil, tubuhnya bergetar hebat, setelah mendengar ucapan suami yang sangat tega menghina.


"Apa yang harus aku lakukan Bu? aku tidak bersalah!" isak Guen memeluk pelayan yang duduk disamping.


Pelayan merasa iba, Guen hanya korban yang tidak mengetahui sepenuhnya tentang masa lalu Elizabeth dan Keanu.


"Tenanglah Nyonya, Tuan muda tengah shoock. Nyonya, mau aku antar kemana? kebutik atau kemana?" tanya pelayan lembut.


Guen mengusap wajah cantiknya, perut yang lapar seketika kenyang karena kejadian pagi ini. Kejujuran Keanu dan Elizabeth berdampak buruk pada pernikahannya bahkan mungkin akan berdampak pada perpisahan mereka.


Entah ada kekuatan darimana dia sanggup menahan diri untuk tetap kuat menghadapi Carcas.


Sakit, sangat sakit. Perasaan bahagia yang dia lalui beberapa hari bersama, akhirnya mesti kandas karena keegoisan Carcas yang tidak bisa menerima kenyataan yang menyatakan dia lahir dari rahim wanita biasa, sangat mengguncang kejiwaan pasangan muda ini.


Carcas harus menelan pil pahit dengan kehilangan semua fasilitas sebagai seorang CEO, sementara Guen harus menerima perlakuan kasar suaminya tanpa mau percaya sedikitpun.


.


Cekreeek,


Guen membuka pintu butik, kembali sendiri dengan menggunakan taksi, Salsa dan Kasih sedikit terkejut melihat wajah sahabatnya yang sembab.


"Guen!" sapa Salsa.


Guen tidak menjawab, dia hanya naik ke lantai tiga menuju kamarnya untuk segera berkemas meninggalkan Loumarin.


"Aku akan membayar semua tunggakan butik, mungkin aku akan meminta bantuan Samuel dan Citra sebelum jatuh tempo. Sebelum Carcas benar benar meratakan butik ini," batin Guen kembali menghitung nilai tabungannya.

__ADS_1


Drrrt drrrrt,


"William," batin Guen.


📞"Ya Tuan," Guenhumura.


📞"Saya menunggu kamu di Shangri-La Prancis, saya sudah memesan kamar untuk kamu atas nama Guenhumura. Jangan sampai kau tidak hadir, karena aku telah mengirim uang ke account mu," tegas William.


📞"Ya Tuan, terimakasih. Saya akan ke stasiun dan segera menuju Prancis," jelas Guen dengan sangat tenang.


📞"Baiklah, sampai bertemu Guenhumura," William menutup telfonnya.


Guen menarik nafas panjang, memijat pelipisnya, "sepertinya aku berendam akan lebih baik daripada harus memikirkan semua masalah yang sangat menyakitkan ini," batinnya berlalu masuk kekamar mandi.


Cukup lama Guen menghabiskan waktu melakukan ritualnya, hampir 30 menit.


Tok tok tok,


"Guen," panggil Salsa celingak-celinguk mencari keberadaan sahabatnya.


"Hmmmm," jawab Guen keluar dari kamar mandi menggunakan handuk kimono dengan rambut tertutup handuk kecil.


Salsa tertegun menatap lekat wajah sahabatnya, "apa kamu sudah makan?" tanyanya mencoba menghibur Guen.


"Aku tidak lapar, tinggalkan aku. Oya, aku akan ke Paris. Jika ada yang bertanya keberadaan ku, kalau tidak penting diam saja. Aku enggan untuk bertemu dan bersosialisasi dengan siapapun termasuk Carcas dan Ibu Elizabeth," jelas Guen pelan.


Deg,


"Apakah mereka telah membuka siapa Carcas? dan mengancam kehancuran rumah tangga antara Guen dan Carcas?" batin Salsa.


"Ya, aku tidak akan mengatakan apapun. Aku janji padamu," peluk Salsa pada tubuh mungil sahabatnya.


Guen tersenyum tipis, menatap wajah sahabatnya, "silahkan keluar, aku mau siap siap, karena Tuan William sudah menunggu kedatanganku," jelasnya.


"Ck, hmmm oke!" Salsa berlalu meninggalkan kamar Guen hanya bisa menangis dibalik pintu.


"Aku tahu penderitaan mu sahabat, sampai kapan kau bersandiwara?" batin Salsa mengusap sudut matanya.


Ooogh, sabar yah Guen...🤧


Tobe continue...

__ADS_1


Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah.❤️


__ADS_2