
Roma menjadi sejarah bagi Samuel untuk jujur pada Citra istrinya malam itu. Mereka tiba langsung memesan kamar hotel yang menghadap kearah Gereja Vatikan sesuai rencana pasangan baru itu.
"Hmmm, enak sekali jika kita membawa Guen Carcas kesini hubby," bisik Citra saat memeluk tubuh suaminya dari belakang saat menikmati keindahan sekitar di balkon kamar.
Samuel membalikan tubuhnya untuk memeluk tubuh Citra yang semampai, agar lebih dekat dengannya. Entahlah perasaan pria bangsawan itu sedikit gundah. Ada ketakutan didirinya jika tidak berkata jujur pada Citra.
"Hmmmm, sayang. Jika aku menyampaikan sesuatu pada mu, apakah kamu akan membenci aku?" tanya Samuel menatap iris mata indah milik Citra.
Citra mencium bibir Samuel tanpa ingin melepaskannya, cup cup cup, "katakan apa saja yang ingin kamu katakan, kenapa kita sudah menikah malah ingin merahasiakan sesuatu dari pasangan?" godanya.
"Hmmm, Citra aku serius! ini menyangkut kedekatan ku dan Guen beberapa tahun lalu," ucap Samuel tidak bisa menahan bibirnya.
Sheeeer,
Darah Citra seketika mendidih mendengar ucapan beberapa tahun lalu, "maksud kamu?" tanya Citra penasaran.
"Aku harap kamu tenang, jangan emosi. Aku tidak ingin Carcas yang mengungkapkan semua ini padamu, karena aku sangat mencintaimu," jelas Samuel membuat Citra sedikit menegang.
"Apa kalian pernah tidur bersama?" selidik Citra menatap lekat mata Samuel.
Samuel memeluk Citra kembali, "Guen itu wanita baik, aku tidak pernah menyentuhnya. Carcas tahu itu. Aku pernah menjanjikan pernikahan indah padanya, tapi aku lebih memilih dirimu. Makanya Guen sangat membenciku. Hingga Carcas ingin mendekati Guen. Aku bingung Cit, keluargaku sudah sangat dekat dengan Guen kala itu, tapi aku tidak ingin mengecewakanmu," jujurnya pada Citra membuat istrinya menggeram.
"Berarti dia tahu perpisahan kalian karena aku?" tanya Citra sedikit kesal pada Samuel.
__ADS_1
"Ya, aku mengatakan ada wanita lain kala itu, tapi bukan kamu. Saat di cafe pertama kali kita makan siang bersamanya sebelum menikah, saat itu juga aku tahu bahwa Guen belum sepenuhnya bisa memaafkan aku hingga dia enggan bersahabat dengan ku," jelas Samuel.
Citra tertegun, tidak menyangka bahwa dialah penyebab pembatalan pernikahan Guen dan Sam yang sudah resmi menjadi suami.
"Berarti, dia tahu saat aku akan menikahi mantan kekasihnya yang telah menjanjikan syurga? ooogh Sam, kenapa kau egois sekali! jika aku tahu cerita percintaanmu, mungkin aku akan mengizinkan kalian menikah dan aku menikahi Carcas," jelas Citra asal karena kesal.
Samuel terdiam mendengar ucapan Citra, "kenapa kamu justru menginginkan menikahi Carcas? kamu tahu saat aku pulang babak belur ke hotel, itu aku habis ribut dengan Carcas. Maafkan aku Cit, Carcas lebih dulu yang terlalu terbakar api cemburu. Aku tidak pernah ingin kembali pada Guen, tapi pikirannya terlalu cetek menganggap aku akan kembali padanya," jelasnya panjang lebar.
"Ooogh damn! kau mengecewakan aku Sam, kau tega pada sahabat ku! apa kurangnya Guen? kenapa kau menyakiti dia? apa salah dia pada mu? jika kau menikah dengan Guen mungkin dia tidak akan tersiksa seperti sekarang. Orang tuamu sangat baik daripada orang tua Carcas. Aku jamin, jika Guen tidak kuat, dia akan berpisah dari sahabatku. Mereka itu sahabat terbaikku selama di Loumarin Sam, jujur aku tidak marah. Aku lega karena kau mau jujur, karena aku sudah penasaran sejak awal. Guen tidak mau duduk bersama kita. Dia bahkan menghindar dari mu, aku senang dia mau membantu ku untuk menikah dengan mu, tapi aku juga harus sedih jika mengingat kisah cintanya denganmu!" isak Citra mengenang kisah cinta sahabat barunya Guen.
Mereka terdiam, Samuel tidak mampu berucap apalagi membela diri. Dia akui, bahwa Natalia ibunya sangat menyayangi Guenhumura, entah kenapa dia mesti melepaskan gadis oriental itu hanya untuk Citra dan membiarkan Carcas mengejarnya dengan caranya.
"Apa yang harus aku lakukan Cit? apakah aku harus meminta maaf kepada Guen? sementara Carcas sangat ketat menjaganya. Cemburu padaku, bahkan dia rela menyakitiku sahabatnya," kenang Samuel.
"Aku akan menemui Guen, tidak perlu kamu menemuinya. Aku yang akan meminta maaf padanya," jelas Citra berlalu meninggalkan Samuel di balkon kamar, memesan beberapa makanan untuk makan malam mereka.
Samuel justru tengah termenung mengenang kisah cinta dan persahabatannya dengan Carcas selama ini.
Flashback on,
Suasana pagi ruang makan dikediaman Barca dan Natalia sangat sejuk sambil menyantap beberapa makanan yang terhidang di meja makan. Terlihat beberapa ekor kucing peliharaan mereka yang biasa dirawat oleh Guenhumura saat berkunjung ke kediaman mereka.
"Morning Mam," kecup Samuel pada pipi Natalia.
__ADS_1
"Morning honey, kemana Guen? sudah beberapa minggu dia tidak datang kesini? bukankah kalian akan menikah?" tanya Natalia menatap wajah Samuel dengan serius.
"Hmmm, aku sudah memutuskan untuk tidak menikah dengannya Mam," jujur Samuel membuat kedua bola matanya Natalia terbelalak kaget.
Natalia meletakkan pisau dan garpu dalam genggamannya kepiring, Barca menutup lembaran koran menatap Samuel serius.
"Apa kau serius? dia salah apa Sam? hingga kau mengakhiri hubunganmu dengannya? apa Guen kurang baik? kurang mengerti perasaanmu? apa salah dia? ooogh Jesus, kenapa putra ku seperti ini? ingat, kau tidak akan bisa menemukan wanita sebaik Guen," kesal Natalia pada putra kesayangannya.
"Mam, Ayah, aku mencintai Citra, tunangan Carcas anak uncle Keanu, dan aku sudah sering menghabiskan waktu bersamanya di hotel keluarga mereka," jujur Samuel pada Natalia dan Barca.
Natalia memijat pelan pelipisnya, "apa yang harus aku katakan pada Keanu, jika dia tahu kau tidur dengan Citra? bagaimana dengan Carcas? ooogh Sam, kau mengecewakan banyak orang dikeluarga kita, kau akan mengecewakan Gerry dan semua pihak. Honey, aku tidak jadi memiliki menantu yang baik hati," rengeknya pada Barca.
"Hmmm," Barca menggeleng, menatap lekat wajah Samuel.
"Apa kau yakin? mengganti Guen dengan Citra? apa kau yakin Citra tidak pernah tidur dengan Carcas? ataukah kalian memiliki kelainan s e x?" tanya Barca sedikit ingin tahu.
"Ooogh Ayah, aku mencintai Citra karena dia nggak beda sama kita, dia keturunan bangsawan, berbeda dengan Guen. Dia hanya pemilik butik wedding dress dan aku hanya mengagumi kepintarannya. Dia tidak cocok menjadi pendamping hidupku, karena aku adalah owner rumah sakit kita," jelas Samuel seperti telah didoktrin oleh seseorang.
Barca menatap Natalia, "apa kau sadar dengan ucapanmu boy? bukankah kalian dekat sudah lama? dia selalu memberikan yang terbaik untuk mu? dan aku menyukai desainnya. Kau tidak sakit kan Sam?" tanyanya sedikit penasaran.
Samuel menarik nafas dalam, jujur otaknya dicuci oleh Carcas dan para sahabatnya yang lain agar segera berpisah dari Guen, tanpa dia tahu maksud dibalik ucapan itu.
Ooogh my God, 🤔
__ADS_1
Tobe continue...
Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah.❤️