
"Aku juga merindukan mu! makanlah, kau pasti lapar. Jangan ikutkan emosimu, karena akan berdampak buruk pada kesehatan," jelas Guen.
Carcas tersenyum, mengecup puncak kepala Guen dengan sangat lembut penuh kerinduan.
Guen menemani Carcas menikmati makan malam, tanpa mau memulai percakapan lebih dahulu. Bagi Guen, suami sudah kembali itu sangat melegakan batinnya, setelah dia mendapat kabar dari Stanley tentang kemesraan Carcas bersama Anggel selama di perjalanan dalam jet pribadi milik Keluarga Alister. Sungguh memilukan perasaan, tapi Guen memilih bungkam dan serius menyelesaikan beberapa pekerjaan yang harus dia kirim ke pengusaha Prancis.
"Apakah kita akan seperti ini sampai besok?" tanya Carcas kaku setelah melahap habis makanannya.
"Istirahatlah, aku masih sibuk," ucap Guen tanpa menoleh.
Carcas mendengus, sedikit kesal karena Guen tidak memperdulikan dirinya.
"Aku pulang ke apartemen," bisik Carcas membuat Guen menatap tajam kepadanya.
"Apa kau akan menghabiskan waktu bersama sahabat yang baik menurut kepalamu?" ucap Guen menantang Carcas.
Deg,
Carcas kembali salah tingkah, "siapa yang memberi tahu?" batinnya.
"Apa maksudmu?" bantah Carcas.
Guen tersenyum smirk, menantang hezel mata kecoklatan yang tampak menyimpan sejuta rahasia selama di New York.
"Lebih baik kau suruh dia pergi dari rumah mu, sebelum aku mengusirnya," sarkas Guen.
"Anggel itu sahabat ku Guen! dia hanya ingin bertemu keluarga dan Mama," jelas Carcas membela diri.
Guen menggelengkan kepala, menatap jijik pada pria oriental yang sangat egois berdiri menantangnya.
"Aku tahu kau berdusta, satu malam kau habiskan waktu bersama sahabatmu, satu malam Carcas. Jika kau mengatakan dia sahabat, tidak akan aku terima, karena aku mendapatkan video kalian tidur bersama. Jika kau ingin bermain, mainlah yang jauh, aku tidak akan mempermasalahkan hal ini, tapi jika masih di New York, Paris dan Italia, aku masih mampu mencari keberadaan mu Carson Carcas Alister," senyum Guen tipis merobek robek perasaan suaminya.
Sheeeer,
Carcas termenung, mulutnya terkunci rapat, tak mampu berucap. Saliva tercekat di tenggorokan, seperti ada yang menahan sebesar biji kedondong yang sulit keluar dari mulutnya.
"Hmmmm aku, eeeeehm,"
Carcas semakin gugup, tapi bukanlah Carcas namanya jika dia tidak mampu mengendalikan Guen.
__ADS_1
"Siapa yang mengatakan fitnah ini?" bentaknya pada Guen.
"Fitnah? apakah bukti video kurang cukup? dan kau sebut fitnah? kau tuduh aku berselingkuh dengan Sam, dan kau pergi tanpa berucap! saat tiba di New York kau hubungi Anggel untuk merawat lukamu! kau habiskan waktu semalaman bersamanya? dan kau tidur dengannya! apa itu fitnah Carcas!!!"
Guen mengeluarkan semua isi perutnya, perasaan kecewa yang teramat sangat menyakitkan saat Stanley mengirim semua bukti pada Guen, tentu dengan bayaran tinggi dan mampu menutupi semua aib dari Keluarga Alister demi nama baik.
"Apa dia lebih indah dari aku? apa dia lebih baik melayanimu? pernikahan kita baru dua minggu Cars, sekarang kau bawa dia ke apartemen mu! oooough kau sungguh menjadi pria sampah dan sangat menjijikan. Biarkan aku dengan pekerjaan ku, habiskan waktumu sepuasnya dengan wanita sampah itu. Suatu hari mata mu akan terbuka siapa dia!" tegas Guen menatap nanar Carcas.
Guen kembali ke sofa, melanjutkan pekerjaannya tanpa memperdulikan Carcas yang masih berdiri dihadapannya.
"Katakan pada ku, siapa yang menghubungi mu? apakah Stanley?" tanya Carcas menyelidiki.
Guen tersenyum tipis, "itu tidak penting, bagiku jika kau masih seperti ini, aku akan mengalah! tidurlah, kau sudah tampak lelah," ucap Guen santai kembali menatap laptopnya.
Carcas benar benar salah menilai Guenhumura, dia pikir wanita itu tidak tahu apa yang dilakukannya selama di New York.
Flashback on..
Carcas mendarat di New York pukul 23.00 waktu New York, membuat pria oriental itu menghentikan langkahnya saat menerima pesan dari Anggel Rubian sahabat lamanya.
📨"Kamu dimana? Mama bilang kamu di New York?" pesan whatsApp dari Anggel.
Pria itu memberi tahu keberadaannya. Tentu suatu kebahagiaan oleh Anggel mendapat telepon dari pria idamannya, bergegas gadis berambut coklat itu menyambangi hotel tempat Carcas menginap.
Stanley tidak mengetahui akan hadirnya wanita yang mengaku sahabat bahkan sempat merendahkan Guen di butik istri Carcas. Stanley membukakan pintu untuk Anggel menatap lekat wajah cantik gadis itu.
"Menarik," batinnya.
Stanley sengaja memasang camera kecil untuk menjadi barang bukti sesuai permintaan Guen dan Keanu. Tentu dengan berbagai macam cara Stanley melakukannya agar tidak di ketahui oleh Carcas.
Benar saja, saat Anggel melangkahkan kaki memasuki kamar hotel yang sangat mewah dan luas, betapa terkejutnya dia melihat Carcas babak belur hingga terluka di pelipisnya.
"Kamu kenapa?" tanya Anggel mengusap pelipis Carcas merasa khawatir.
"Hmmmm nggak apa apa,"
Carcas sedikit meringis.
Anggel bergegas mengambil kotak P3K, membantu Carcas untuk mengobati lukanya. Perlahan Anggel mengusap wajah tampan itu, agar menahan rasa sakit dari polesan antiseptik.
__ADS_1
"Apa kamu bahagia menikahi wanita angkuh itu?" tanya Anggel saat menutup luka di wajah Carcas.
Carcas menatap mata Anggel lekat, "jangan bahas dia, aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama mu,"
Entah dari mana kekuatan itu muncul, sehingga Carcas memberanikan diri lebih dulu menciumi bibir wanita dihadapannya. Apa karena perasaan cemburunya pada Guen dan Samuel, entahlah, yang pasti Carcas sangat luar biasa buasnya memperlakukan Anggel.
Romantis? tidak, sama sekali tidak ada ucapan cinta atau sayang yang keluar dari bibir Carcas. Dia hanya butuh ketenangan dengan caranya. Mungkin jika Anggel tidak hadir, pria itu akan menyewa lebih banyak wanita untuk menemani malam sepinya.
Tentu Anggel mengimbangi permainan Carcas, dengan berbagai macam cara agar pria oriental itu mau bersamanya.
Saat laras panjang memasuki lembah yang tidak lagi ada penghalang atau teriakan kecil agar menahan, justru Carcas menyebut nama Guen.
"Kenapa sangat berbeda dengan milik Guen? kenapa ini tidak mencekik senjataku? kenapa Anggel tidak pernah bercerita dengan ku tentang statusnya yang sudah di porak porandakan oleh kekasih sendiri?"
Pertanyaan itu hanya ada di kepala Carcas, dia berfikir melakukan hal itu hanya dasar suka sama suka. Bukan cinta, karena cintanya hanya untuk seorang Guen, gadis mungil nan keras kepala yang mampu menghisap habis laras panjang miliknya.
Saat selesai menghabiskan malam panjang bersama Anggel, mereka hanya diam membisu tak sanggup berucap. Carcas meminta Stanley agar Anggel diantar pulang dan memohon kepada gadis itu untuk melupakan semua kejadian malam itu.
"Pulanglah, Stanley akan mengantarkanmu," ucap Carcas tanpa melihat.
Carcas benar benar semakin kalud, takut jika Guen akan melakukan hal yang sama dengan Samuel. Bagaimanapun luka karena kecemburuannya yang sangat berlebihan pada Guen.
"Apa kau tidak ingin menghabiskan malam dengan ku?" tanya Anggel dengan wajah kecewa.
"Pulanglah, aku tidak ingin melanjutkan disini! karena hotel ini milik Keluarga Alister, Nggel. Jangan sampai Papa mengetahui kau menemaniku," jujur Carcas berlalu ke kamar mandi.
"Bajingan sekali kau Carcas!" batin Anggel melihat pria yang habis menidurinya malah meninggalkan tanpa kata.
"Kau akan menyesal Cars, aku akan membuat kau bertekuk lutut pada ku," tambahnya membatin.
Berbeda dengan Carcas, dia justru tengah berendam merutuki diri sendiri atas keberaniannya menyentuh wanita lain selain Guen.
"Ada apa dengan ku? apa yang akan aku katakan pada Guen jika dia mengetahui semua ini!" batin Carcas frustasi.
Anggel dan Carcas berpisah hingga hari terakhir berada di New York, tapi Carcas berusaha menerima wanita itu hanya bentuk persahabatan kembali, bukan ingin mengulangi kesalahannya.
Hmmmm.... apalah isi kepalamu Carcas.
Tobe continue...
__ADS_1
Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah...🙏