CEO, Gadis Bersyarat

CEO, Gadis Bersyarat
Merubah syarat.


__ADS_3

Guen menatap lekat wajah pria tampan dari kejauhan. Pria oriental yang beberapa bulan mengisi harinya, dengan berbagai polemik yang terjadi tanpa tahu penyelesaiannya. Perlahan dia turun dari ranjang peraduannya, menyambut Gerry tengah memeluk Carcas dipangkuannya.


"Mandilah Guen, aku yakin kamu pasti lelah," Gerry menggoda menantunya.


Guen tersenyum mengangguk, "hubby, kamu mau ikut denganku ke Bank Alister siang ini?" mengambil beberapa minuman kaleng dari kulkas meletakkan diatas meja.


"Papa sayang, Papa masuk rumah sakit," isak tangis Carcas semakin pecah mendekap Gerry penuh penyesalan.


"Haaaah!" Guen tersontak kaget, bagaimana tidak, dia tidak menyangka bahwa tendangan suaminya, mampu melumpuhkan seorang Keanu Alister yang memiliki tubuh kekar.


Gerry mengangguk, "makanya Mama kesini, untuk menjemput kalian, kita akan kerumah sakit bersama."


Guen bergegas menuju kamar mandi, melakukan ritual secepat kilat, tanpa ada perasaan malu dihadapan Gerry.


Begitu juga Carcas, mereka segera bersiap-siap menuju rumah sakit yang terletak tidak jauh dari kota. Dia merasa bersalah pada Keanu karena terlalu keras menghantam dada pria paruh baya itu.


"Jika Papa meninggal, apa yang harus aku lakukan Guen," tunduknya dibahu Guen saat memasuki lift butik milik istrinya.


Guen mengusap lembut kepala suaminya, "tenanglah, semua akan baik-baik saja. Aku yakin, Tuhan pasti memberi yang terbaik untuk kita."


Gerry mengusap lembut punggung Carcas, "Papa tidak apa apa, dia hanya merasa nyeri di bagian dada. Mama rasa tidak begitu parah."


Saat pintu lift tiba dilantai bawah, mereka bergegas meninggalkan butik menggunakan mobil Gerry yang masih setia menanti diparkiran luar.

__ADS_1


"Hubby, sebentar. Aku minta Salsa untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang akan aku kirim pada William," Guen berbisik pada Carcas.


Carcas mengusap lembut punggung istrinya, "aku tunggu dimobil yah."


Guen mengangguk, menghampiri Salsa sebelum meninggalkan butik miliknya, "apakah ibu Elizabeth pernah kesini?" bisiknya pada Salsa.


Salsa melirik Kasih, "pernah, dia datang bawa mertua kamu, Tuan besar. Aku bingung, karena mereka terlihat romantis."


"Apa mereka tinggal bersama?" Guen semakin penasaran.


Salsa menaikkan kedua bahunya, "aku tidak yakin, karena ibu tidak mungkin meninggalkan panti asuhan Guen."


Guen mengangguk membenarkan, panti asuhan tidak akan mungkin ditinggalkan tanpa pengawasan oleh Elizabeth, "oke, tolong siapkan semua perlengkapan yang dibutuhkan William, karena akan segera aku kirim ke rabbit hole."


Salsa mengangguk, melihat sahabat kecilnya berlalu meninggalkan butik kesayangannya, "hati hati Guenhumura."


Mendekati Carcas yang sudah menunggunya dipintu mobil, "silahkan Nyonya Carson," kecup Carcas pada kepala istrinya.


"Terimakasih hubby," Guen mendekap tubuh tegap Carcas dengan sangat manja.


Semenjak kejadian pagi itu, mereka lebih sering melakukannya dibandingkan saat di Paris. Carcas seperti tidak ingin melewatkan kesempatan untuk memanjakan Guen.


Carcas duduk disebelah Guen, sementara Gerry dihadapan anak menantunya.

__ADS_1


"Aku rasa kalian akan lama berada disini. Mungkin Papa tidak akan menyetujui pelunasan butik milikmu Guen, karena pasti akan banyak syarat yang akan dia ajukan hingga kamu menyetujui permohonannya untuk menikahi ibu angkatmu," Gerry mengalihkan pandangannya kearah luar.


Mata Guen menatap wajah Carcas, "aku tidak ingin diancam oleh Papa. Perjanjian ku hanya denganmu, bukan dengan Keanu Alister hubby, syarat yang kamu berikan banyak yang melanggar perjanjian awal," rungutnya.


Carcas memijat pelan pelipisnya, menatap penuh harap pada Gerry, berbicara dengan sangat hati-hati, "apa apaan ini Ma, benar kata Guen, masalah butik itu urusanku dengannya. Bukan Papa dengan Guen, kenapa bisa merubah syarat seenaknya!"


"Aku hanya menyampaikan apa yang ada dikepala Keanu saat ini, karena aku tahu gebrakan baru yang akan dia lakukan untuk memudahkan niatnya menikah dengan Elizabeth," Gerry mengusap wajah plastiknya dengan sangat lembut.


"Haaah, apa hebatnya dia. Aku tidak akan menyetujui mereka, apapun alasannya. Bagiku mereka adalah orang yang tidak memiliki perasaan, tidak punya harga diri dan rasa malu!" kesal Carcas.


Gerry hanya diam, memalingkan wajahnya dari tatapan mata Guen dan Carcas, "dengarkan saja, aku tidak ingin berdebat masalah ini dengan Papamu. Jika dia tetap ingin menikahi Elizabeth, aku akan tetap menggugat cerai."


Carcas menggenggam jemari tangan Gerry, "aku tidak akan membiarkan Papa menikahi wanita itu. Never!"


Perlahan Carcas melirik kearah Guenhumura yang terdiam tanpa mau bicara. Baginya kini, hanya Guen yang dia punya untuk menyelamatkan diri sendiri dan Gerry.


"Apa yang kamu pikirkan Guen?" Carcas menatap penuh selidik.


"Hmmm, ntahlah Cars, aku hanya ingin melunasi butik dan kembali ke Paris. Karena William sejak tadi meminta aku untuk segera kembali," jelas Guen.


Carcas mengangguk mengerti, "ya, kita akan segera pulang ke Paris, meninggalkan Loumarin segera. Aku sudah lelah disini."


Carcas sangat paham bagaimana Guen, dia hanya mengangguk mengerti, tanpa mau bernegosiasi dengan apapun saat ini.

__ADS_1


"Tenanglah,"


___________


__ADS_2