CEO, Gadis Bersyarat

CEO, Gadis Bersyarat
Dinner keluarga 3


__ADS_3

Carcas membawa Guen kembali kebutik, sedikit menggoda untuk menghibur sang istri. Guen meminta Carcas menemaninya mampir ditoko roti milik Citra yang hanya berjarak beberapa blok dari butik miliknya.


Carcas sedikit ragu, tapi demi membahagiakan istrinya, dia memilih menemani Guen menyusuri jalan menuju toko roti. Benar saja, saat akan memasuki toko roti yang tertutup pintu kaca, mata Carcas dan Samuel kembali bertemu.


Guen menggenggam jemari Carcas, agar lebih tenang dan melupakan kejadian beberapa waktu lalu.


Citra menghampiri Guen, memeluk gadis yang sangat dia rindukan, "hai, apa kabar? long time no see," ucapnya mencium kedua pipi Guen.


"Baik," Guen tersenyum, mendekati etalase, memilih beberapa roti yang dia sukai.


"Hai, beib. Kemana saja kamu? Samuel diserang orang beberapa waktu lalu membuat aku khawatir, makanya aku nggak mau dia pergi pergi sendiri lagi," cerita Citra membuat Carcas tidak mampu berucap.


Sheeeer,


"Apakah Citra tidak tahu hubungan Guen dan Samuel?" batin Carcas.


"Ooogh ya? dimana dia diserang orang lain?" tanya Carcas berusaha mendengarkan cerita Citra.


"Aku nggak tahu, yang pasti Sam kembali dalam keadaan terluka. Dia bilang ada yang ingin merebut dompetnya. Padahal dia tidak pernah mengalami kejadian ini selama di Loumarin," jelas Citra.


Carcas menatap lekat kearah Samuel, tidak mampu berkata apapun, baginya kejadian kemaren hanya salah paham.


Guen mendekati Samuel dan Citra, menggandeng lengan Carcas, dengan paper bag berisikan roti ada dipeluknya.


"Saya permisi Citra, senang bertemu denganmu hari ini," kecup Guen dipipi Citra ingin segera meninggalkan toko roti itu.


Guen tidak ingin mendengar apapun kebohongan yang disampaikan Citra pada mereka. Dalam pikirannya, cukup rasanya Samuel merasakan kesakitan karena kesalah pahaman suaminya.


"Apa kau menolak kita menikmati susu coklat?" ajak Citra menaik turunkan kedua alisnya menatap pada kedua pasangan baru tersebut.


Guen menatap wajah suaminya ingin menolak, tapi Carcas tidak mampu menolak ajakan Citra.


"Kita duduk sebentar saja, habis itu kita pulang untuk bersiap-siap makan malam kerumah Alister," bisik Carcas.


Guen menarik nafas dalam memilih duduk bersebelahan dengan Carcas agar suaminya tidak asal ngomong.


Mereka duduk disalah satu sudut meja yang disediakan toko roti Citra, sesekali saling beradu tatap dengan Samuel. Hubungan Carcas dan Samuel sedang tidak baik karena kejadian kemaren membuat keduanya enggan bertegur sapa.

__ADS_1


"Kapan rencana kita bulan madu? sudah lama aku menunggu kabar kabar kalian," rungut Citra menyandarkan kepalanya dibahu Samuel..


Guen mengalihkan pandangannya, ada hati yang terluka saat Citra benar benar bahagia bersama Samuel.


"Mungkin aku akan ke Paris besok, jadi tidak bisa menemani kalian berbulan madu ke Italia," jelas Carcas.


Citra mengerti jika Carcas sudah membuat pernyataan. Walau tidak mudah, setidaknya sangat dimengerti oleh Citra karena memahami jadwal sahabatnya.


"Oya, aku dengar kemaren kau menghabiskan waktu bersama Anggel?" tanya Citra.


Sheeeer,


Darah Guen seketika mendidih jika mengingat gadis ular betina itu. Guen mencubit paha Carcas agar tidak menjawab. Citra wanita pintar, tapi dia kurang peka dengan lingkungan dan sahabatnya. Baginya jika tidak secara detail bercerita dengannya, mungkin dia tidak akan memahaminya.


"Hmmm, bisa kita bahas yang lain?" tanya Carcas menahan rasa sakit cubitan Guen dibawah sana..


Citra tersenyum, dia mengambil empat gelas susu coklat yang dibawa oleh pelayan tokonya.


"Terimakasih," ucap Citra meletakkan gelas dimeja.


"Sam, kamu kenapa?" tanya Citra lembut.


Guen masih menikmati susu coklat dengan menundukkan kepalanya, dia tidak ingin menatap kearah Samuel. Ada perasaan kecewa, yang semakin tampak jelas.


"Guen, temenku William sudah menghubungimu belum? dia membutuhkan banyak gaun pengantin untuk acara fashion show. Jadi dia meminta aku mengenalkan mu padanya. Dia sangat menyukai gaun pengantin yang aku pakai kemaren," kekeh Citra.


Guen menatap mata Citra, "William teman kamu? dia baru menghubungi ku pagi ini, pesanannya sangat banyak," kekehnya.


"Good, karena aku kesal kau menolak bantuan ku untuk melunasi butikmu? Sam bilang kau tidak ingin menerima bantuan kami," jelas Citra jujur membuat Carcas semakin merasa bersalah.


"Hmmm, semoga pemesanan William bisa menambah keringanan ku untuk melunasi hutang Citra. Kau memang sahabat yang baik, terimakasih yah?" senyum Guen merasa tenang.


Berbeda dengan Carcas, dia sedikit takut jika mendengar pelunasan, berarti Guen akan melunasi butik dan meninggalkannya.


"Setidaknya aku meringankan bebanmu Guen, aku tahu kau sangat baik pada ku karena telah menerima Carcas menjadi suamimu. Semoga kalian akan selalu bersama," Citra meraih jemari Guen, mengusap lembut punggung tangan itu.


Guen tersenyum, memberi kode pada Carcas untuk segera meninggalkan toko roti.

__ADS_1


"Maaf Citra, terimakasih atas jamuanmu, memberikan kami berdua susu coklat yang sangat nikmat. Malam ini kami ada acara makan malam, jadi tidak bisa lama berada disini," Guen berdiri beranjak meninggalkan toko roti milik Citra dengan menggandeng mesra tangan Carcas.


Sepanjang perjalanan Carcas dan Guen hanya masuk kepemikiran masing masing, tanpa ingin membahas pertemuan mereka dengan Samuel dan Citra.


Tidak menunggu lama dua pasangan baru itu memasuki butik, kemudian bersiap siap untuk menghadiri makan malam yang diminta Keanu.


Guen menggunakan gaun malam tanpa lengan, dan leher sedikit terbuka, dibalut dengan jacket bulu yang dia beli saat ke Paris.


Sementara Carcas menggunakan kemeja lengan panjang, dengan dilipat hingga lengan.


"Apa kita akan selau seperti ini Guen?" bisik Carcas merasa insecure karena istrinya akan melunasi butik tepat waktu.


Guen menatap lekat wajah Carcas, terkenang pengakuan Elizabeth padanya, hingga membuat dia berfikir tidak akan meninggalkan pria oriental yang sudah resmi menjadi suaminya.


"Apa kamu tidak yakin? apa aku sedang bermain-main dengan pernikahan kita? kita sudah sering melakukannya Cars, tidak mungkin aku akan meninggalkan mu! bagaimana jika aku hamil? karena aku merasakan sesuatu yang berbeda, kamu tidak menggunakan pengaman. Kita melakukannya atas dasar cinta, walau belum sepenuhnya. Tapi kamu tahu, aku sangat mencintaimu Cars," ucapnya lembut.


Carcas memeluk Guen, "maafkan aku, karena aku telah salah menilaimu," kecupnya dikening Guen.


"Hmmm, aku tahu kamu akan mengatakan itu, saat ini kita makan malam dan kembali ke apartemen sesuai rencana kamu," ucap Guen.


Mereka berlalu meninggalkan butik menuju kediaman keluarga Alister. Saat tiba didepan gerbang terlihat beberapa mobil mewah dan orang orang terpandang hadir disana sebagai keluarga besar Alister.


Mata Carcas tertegun saat melihat kecantikan Guen sebelum turun dari mobil miliknya.


"Kiss me please," bisik Carcas pada Guen.


Guen mendekatkan wajah cantiknya pada wajah pria kesayangannya. Menerima ciuman lembut dari bibir suaminya.


"I love you Guenhumura," ucap Carcas melepas ciumannya.


"I love you too Carcas," balas Guen membuat pria itu terlarut dalam malam romantis tanpa menghiraukan Anggel dan Gerry telah menunggu mereka didepan pintu masuk.


"Iiiighs, berani sekali gadis sampah itu mencium Carcas. Aku akan memberi pelajaran padanya," geram Anggel memasuki rumah besar bak istana itu.


Hati hati Guenhumura, 😌


Tobe continue...

__ADS_1


Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah.❤️


__ADS_2