
Carcas menyibukkan diri selama berada di New York, jangankan memikirkan perasaan Guen, perasaan sendiri saja tidak terfikir olehnya. Emosi masih menyelimuti akal dan pikirannya.
📲Drrrrt drrrrt...
"Papa," bisik Carcas memijat pelan pelipisnya.
📞"Ya Pa,"-Carcas.
📞"Kapan pulang? Papa mau mengatur acara makan malam keluarga,"-Keanu.
📞"Sore ini aku kembali, mungkin lusa kita bisa bertemu,"-Carcas.
📞"Oke, pas malam minggu. Sesekali bawa Guen nginap di rumah, jangan di butik dan apartemen terus. Papa ingin mengenalnya lebih dekat," jelas Keanu.
📞"Ya, nanti aku kabari,"
Carcas semakin muak jika mengingat wanita bernama Guenhumura, sangat menyakitkan jika mengenang pelukannya bersama Samuel.
"Aaaaagh,"
Carcas melempar gelas di genggamannya hingga berderai berserakan di kamar hotel. Sudah lebih 1 minggu dia di New York, enggan untuk menjalin komunikasi bersama wanita yang sudah menjadi istrinya.
"Kenapa sama sekali dia tidak memikirkan aku, mengabari aku, kirim pesan, khawatir atau bertanya bagaimana pekerjaanku, kenapa hanya aku yang memikirkan mu Guen. Aku akan profesional sesuai perjanjian yang ada. Guenhumura, kau akan bertekuk lutut pada ku," geram Carcas.
Carcas menatap wajah Guen di layar handphone miliknya, sangat cantik dan menyejukkan hati, menyegarkan mata. Jika mengingat wajah juteknya sangat merindukan, batin Carcas.
Tok tok tok,
Ketukan pintu memecahkan lamunan Carcas, Stanly bergegas membukakan pintu, sedikit mengintip.
"Carcas ada?" tanya seorang wanita dari balik pintu.
Stanley mengingat, wanita yang pernah datang ke kantor bersama Nyonya besar.
"Ada Nona, dengan siapa?" tanya Stanley lebih meyakinkan.
"Anggel, Anggel Rubian," ucapnya angkuh.
Stanley membuka pintu lebih lebar, membawa Anggel masuk ke ruangan Carcas. Kamar hotel mewah sangat luas bahkan terlihat berantakan seperti wajah pria oriental itu.
"Tuan, ada Nona Anggel," ucap Stanley.
"Ya bawa masuk, tolong bersihkan pecahan kaca ini, agar tidak terluka," perintah Carcas.
Bergegas Stanley menghubungi pihak room service agar membersihkan kaca di hadapan Carcas.
"Ooogh kenapa kamu berantakan sekali sayang," ucap Anggel saat memeluk tubuh pria itu.
__ADS_1
"Hmmmm duduklah," senyum Carcas sedikit tergoda.
Bagaimana tidak, penampilan yang sangat berbeda Anggel suguhkan bila berada di New York. Mini dress merah menyala, terbalut indah dengan dada sangat menyejukkan mata. Perhiasan mahal membalut tubuh indah itu, lebih pantas gadis dihadapannya disebut sebagai wanita penggoda.
"Hmmmm Mama nelfon suruh pulang, kamu kapan pulang? kita bareng yah? aku putus dengan pacar ku," curhat Anggel.
"Oooogh ya sudah, kita pulang sore ini," ajak Carcas.
"Aku nginap di apartemen kamu yah? karena malas ke rumah Papi," cerita Anggel.
"Ooogh ya udah, aku bisa di butik istriku atau di mansion," jelas Carcas.
Anggel berubah seketika saat mendengar butik istri Carcas. Sangat menggangu gendang telinganya.
"Ck, jangan nginap di sanalah, temanin aku," rengek Anggel.
"Oke gadis cantik, aku siap siap dulu yah,"
Carcas bersiap siap, dibantu oleh Stanley. Bagi Carcas, Anggel adalah sahabatnya, sama dengan Citra. Kali ini dia malas memikirkan Citra atau pun Samuel. Sangat menyebalkan karena berani memeluk istrinya.
Anggel hanya tersenyum tipis melihat Carcas tengah asyik dengan penampilannya. Memperbaiki rambut dan menggunakan jas abu abu sesuai dengan jabatannya sebagai CEO keturunan Bangsawan, jangan ditanya lagi berapa kekayaan Keluarga Alister jika menjadi pewaris tahta kerajaan.
Carcas kembali mendekati Anggel, "bagaimana? apa aku terlihat tampan?" tanyanya sedikit usil.
Anggel menyalah artikan sikap Carcas padanya, "perfect honey," kecupnya pada pipi kanan Carcas.
"Stan, aku tunggu di mobil. Jangan terlalu lama," tegas Carcas.
"Baik Tuan," tunduknya.
"Ayuuuk, Nggel. Biar Stanley mengurus semuanya," jelas Carcas masih merangkul mesra tubuh wanita semampai itu.
Carcas yang biasa sopan pada sahabatnya, membukakan pintu untuk Anggel, seperti biasa. Dia merasa itu bentuk penghargaan pada wanita, tapi lagi lagi Anggel salah mengartikan.
"Bagaimana istri mu? apakah dia benar benar masih perawan saat menikah denganmu?" tanya Anggel spontan tanpa basa basi.
Deg,
Carcas tersenyum, menaikkan kedua alisnya, menelaah ucapan yang keluar dari bibir gadis itu.
"Apa maksudmu? ya, Guen wanita baik dan masih virgin," jelas Carcas jujur.
"Hmmmmm aku yakin dia hanya mengelabui mu, sayang. Aku dengar dia pernah menjalin hubungan dengan Sam suami Citra. Saat pemberkatan kalian ada Keluarga Samuel yang mengetahui Guen. Mereka membisikkan tentang kedekatan Guen dan Samuel. Pernah hampir menikah mereka sayang. Kamu harus menceraikannya jika kontrak kerja kalian selesai,"
Anggel bercerita menambahkan sedikit bumbu micin agar lebih gurih di terima oleh Carcas.
"Ck sudahlah, Sam dan Citra sudah bahagia. Mereka sangat serasi," jelas Carcas masih sedikit santai.
__ADS_1
"Oya, apa masalahmu dengan Guen saat itu Nggel?" tanya Carcas sedikit penasaran.
Anggel berusaha membela diri agar Carcas lebih mendengar ucapannya.
"Hmmmm dia aku mau memesan gaun untuk keponakan yang disini. Dia kira aku tidak memiliki uang, dia menghina aku sebelum kamu datang. Dia mengatakan aku tidak mampu untuk membeli gaun di tempatnya, karena harga mereka sangat mahal. Aku marah, dia tidak mau tahu, malah ingin menusukku. Istri mu gila Cars, nanti kamu yang bakal di tusuknya jika ribut," ucap Anggel sesekali melirik Carcas.
Belum sempat mereka membahas tentang Guen dan Anggel, Stanley memberikan handphone miliknya.
"Tuan, Nona Guen menghubungi anda tapi tidak handphone anda mati, ini Tuan,"
Stanley memberikan handphone miliknya pada Carcas.
Sheeeer,
Carcas tersenyum smirk, "rindu juga," kekehnya dalam hati.
📞"Ya," Carcas.
📞"Kamu dimana? aku tunggu kamu di butik atau di apartemen?" Guen.
📞"Tunggu saja aku di butik," Carcas.
📞"Hmmmm,"
Carcas dan Guen menutup telfon mereka. Tentu menjadi pemandangan aneh bagi wanita sexseh yang berada disampingnya.
"Ternyata mereka menikah hanya untuk sesuatu kepentingan bisnis. Aku akan memiliki Carcas segera," batinnya tersenyum smirk.
"Kau akan menyesal gadis sampah, telah berurusan dengan ku. Carcas pasti menyukai wanita seperti ku, sexseh, bahkan aku mampu membahagiakan ranjangnya. Memberi kepuasan padanya, melebihi gadis sampah Carcas. Dia hanya seorang pria lemah. Aku akan merayu Bibi Gerry agar memberi celah agar aku bisa dekat dengan Carcas," senyumnya tambah mengembang.
"Carcas berapa lama perjanjian dengan istrimu?" tanya Anggel penuh selidik.
"Hmmmm selama dia melunasi semua hutangnya, tapi kami sudah membicarakannya setelah melakukan hal itu," kenang Carcas.
Anggel semakin bahagia mendengarnya, "yes ini adalah kesempatan aku untuk menikah dengan pria seperti Carcas," batinnya.
"Apa kamu mau menghabiskan waktu bersama ku, Cars?" tanya Anggel.
"Ya, datanglah ke acara makan malam Keluarga Alister lusa, agar kita semakin dekat. Selama ini kita kurang dekat karena Carenina terlalu ketat menjagaku," tawanya mengenang kenangan bersama mantan kekasihnya.
"Oooogh ya, baiklah. Aku juga sudah rindu sekali sama Bibi dan Paman," senyum Anggel menatap penuh kemenangan.
Hmmmm bakalan seruuuuu deh....🤧
Geram geram....
Tobe continue...
__ADS_1
Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah...🙏