CEO, Gadis Bersyarat

CEO, Gadis Bersyarat
Memohon maaf..


__ADS_3

Rumah seluas dua ribu meter persegi itu tampak mencekam dari biasanya. Carcas dan Keanu saling menyakiti tanpa mau memberi ampun, atau saling mendengarkan.


Elizabeth tampak kebingungan, dengan sangat terpaksa wanita oriental itu menerobos masuk kekamar Gerry.


Braaaaak,


Tampak wajah Elizabeth, terengah-engah, melihat kearah Guen dan Gerry yang tengah duduk bersama disofa kamar.


"Guen, tolong aku. Carcas menghajar Papa Keanu," Elizabeth tampak ketakutan.


Guen dan Gerry saling tatap, "haaaah?"


Guen bergegas berlalu, tapi Gerry menahan lengan menantunya, "aku ikut," mohonnya.


Guen membawa serta Gerry bersamanya, meninggalkan Elizabeth yang terlihat berantakan.


Betapa terkejutnya Guenhumura, melihat kedua pria itu saling baku hantam. Sangat mengerikan, kondisi Keanu yang bertelanjang bulat, membuat tangan Guen menutup matanya dengan refleks.


"Cars," Guen berusaha mendekati kedua insan yang semakin menggila.


Sementara Gerry tampak tergoncang melihat tubuh suami yang bertelanjang bulat, berada dalam kungkungan Carcas putra asuhnya.


"Stop, stop Carcas!" Gerry berteriak histeris.


Carcas menatap Guen dan Gerry secara bergantian, mencari keberadaan Elizabeth. Mata basah dengan raut wajah memerah, semakin mengiris hati dan jiwanya.


Elizabeth yang berdiri ketakutan di ujung pintu ruangan, terpaksa pasrah, saat Carcas mendekatinya dengan sangat cepat.


Carcas menarik tangan Elizabeth, menutup pintu ruangan dengan cepat, menghindari para pelayan yang tengah khawatir dengan keadaan Keanu dalam kondisi babak belur.


"Apa salah keluarga ku denganmu Nyonya, kenapa kau rela melakukan ini dirumahku. Apa kau lupa, bahwa ada ibuku disini, apa maumu. Apakah kau seorang wanita murahan yang tidak memiliki harga diri, sehingga tega menghancurkan perasaan ibuku Gerry?" Carcas menatap tajam kearah Elizabeth.


Gerry menutupi tubuh Keanu agar tidak menjadi bahan tontonan oleh orang yang berada disana, "kenapa kau lakukan ini padaku Ken?" isaknya.


Keanu tak mampu berkata-kata, wajahnya hancur karena pukulan sang putra yang membabi buta.


Guen bergegas berdiri ditengah Carcas dan Elizabeth, "tinggalkan kediaman ini Bu! jangan sakiti mereka, aku mohon pergilah. Tinggalkan kami," tangisnya.


Elizabeth tampak strees, mengikuti ucapan Guen, tapi lengannya ditahan oleh Carcas.


"Jawab aku Nyonya, jika kau ingin berumur panjang," Carcas membentak keras dengan suara lantang.

__ADS_1


"Cars, please. Biarkan Ibu Elizabeth menenangkan diri, kita akan selesaikan semua setelah semua tenang. Kendalikan emosi mu, demi aku, please," mohon Guen.


Elizabeth menangis menatap kearah Gerry, Keanu dan Carcas secara bergantian, "aku memohon maaf kepada kalian semua. Aku permisi," dia berlalu meninggalkan ruangan kerja Keanu, tanpa mau menoleh kearah mereka.


"El, El, Elizabeth!" Keanu berteriak memanggil nama wanita yang dia cintai selama ini.


Gerry terus memeluk tubuh Keanu tanpa mau melepaskan pria itu. Cinta segitiga yang tidak pernah dia bayangkan akan menghancurkan Keluarga Alister yang telah mereka bina selama 35 tahun.


Guen memeluk Carcas, masih dilanda emosi bahkan kini buku buku tangannya masih memutih dan terluka.


"Kita kekamar kamu, aku obati lukamu," mohon Guen.


Carcas tidak mau membantah permintaan istrinya, bagi pria berwajah oriental itu ini adalah aib yang sangat memalukan bagi keluarganya. Percuma memiliki harta banyak melimpah, ternyata memiliki banyak luka didalamnya.


Guen meminta pelayan agar membawakan air hangat dan kotak P3k ke kamar mereka, untuk mengobati luka Carcas.


Bergegas pelayan melakukan semua perintah Guen, sementara majikan muda mereka berlalu menuju kamar Carcas yang berada dilantai dua.


Dengan sangat hati-hati, Guen mengobati luka diwajah Carcas. Menyentuh lembut wajah suami tercinta dengan penuh perasaan bersalah.


"Maafkan aku, Cars. Aku tidak menyangka semua akan menjadi seperti ini. Semenjak kita menikah justru, kita tidak pernah merasakan kebahagiaan. Terlalu banyak permasalahan yang terjadi," tangis Guen mengusap luka.


Carcas menatap iris mata brown milik Guenhumura, "aku sangat mencintaimu. Aku tidak marah padamu, tetapi aku kecewa pada Papa yang tidak bisa menghargai Mama."


Beberapa menit kemudian, Carcas merebahkan tubuh di ranjang, "aku ingin istirahat, jangan ganggu aku," tegasnya.


Guen mengecup bibir basah suaminya, memilih meninggalkan kamar, untuk mengurus mertuanya. Terlihat beberapa pelayan tengah membantu Keanu untuk naik kelantai dua.


"Mana Nyonya besar?" Guen menanyakan pada salah satu pengawal keluarga Alister.


"Kembali kekamarnya Nyonya," jelas pelayan.


Guen segera menghampiri Gerry kekamar, ada perasaan khawatir dihatinya terhadap wanita jutek yang menjadi mertuanya.


Cekreeek,


Guen mencari keberadaan Gerry, terlihat wanita itu tengah menangis menunduk meratapi nasibnya.


"Ma," sapa Guen.


Gerry terlonjak kaget, dia yang tengah duduk dilantai kamar sambil meringkuk dan menangis, memeluk tubuh mungil Guen.

__ADS_1


"Maafkan aku, maafkan aku Guenhumura," tangisnya semakin keras, membuat isi kepala Guen semakin berkecamuk.


"Tenanglah Ma, semua akan baik-baik saja. Kita obati Papa, agar dia tidak merasa terasingkan," Guen membawa Gerry keluar kamar menuju kamar Keanu.


Gerry yang awal enggan untuk mengobati Keanu, akhirnya mengikuti semua perintah Guen. Perlahan dia mengobati luka diwajah suaminya, dengan sangat hati hati.


Wajah tampan yang berbulu itu, beberapa kali meringis kesakitan, "aaaaagh, bisakah pelan kau lakukan padaku. Puas kau melakukan ini pada ku, Ger!"


Guen hanya menghela nafas panjang, tidak menyangka kehadiran Gerry masih sangat menggangu pemandangannya.


"Pa, tenanglah, Mama hanya ingin mengobatimu, bukan untuk menarik perhatianmu," Guen terdengar membela Gerry.


Keanu mengalihkan pandangannya kearah lain, dia enggan berkomentar, karena tidak akan ada yang membelanya.


"Aku akan menceraikan mu, setelah ini. Kau dengar. Aku akan menceraikanmu Gerry," tegas Keanu, dapat didengar oleh Guen.


Perlahan Guen menghampiri Keanu dan Gerry, "Pa, jangan mengambil keputusan saat sedang emosi. Istirahatlah, aku rasa kau terlalu lelah saat ini."


Guen membawa Gerry meninggalkan Keanu dikamarnya dengan segala kelukaan yang ibu mertuanya rasakan.


"Aku tidak ingin disini Guen, bawalah aku pergi bersama kalian. Aku tidak ingin berada disini. Biarlah dia menceraikanku, tapi jangan pisahkan aku dari Carcas putraku. Aku akan menjadi ibu yang baik untukmu dan Carcas," mohon Gerry.


Guen tersenyum, membawa Gerry menuju kamar mereka. Terlihat Carcas masih menatap langit-langit kamar, tanpa mau menghiraukan kehadiran Guen dan Gerry.


"Cars, bagaimana keadaanmu nak?" Gerry duduk dipinggir ranjang mengusap lembut wajah tampan putranya.


"Ma, Mama ikut aku ke Paris yah, kita akan pergi dari Loumarin. Aku akan menjagamu," kecup Carcas pada punggung tangan Gerry.


"Apakah istrimu telah hamil?" Gerry menatap Guen dan Carcas bergantian.


Guen menggeleng, "aku masih period Ma, belum ada tanda-tanda. Semoga secepatnya, Ma."


Gerry tersenyum sumringah, "maafkan Mama, Cars. Aku telah salah pada kalian. Aku terlalu naif karena gelar bangsawanku. Ternyata Keanu tidak mencintaiku."


Carcas duduk, memeluk tubuh Gerry sangat erat. Tidak pernah terbayangkan olehnya akan seperti ini, karena ulah nafsu Keanu yang sangat menjijikkan jika mengingatnya.


"Kenapa aku dilahirkan dari rahim wanita seperti dia, Ma. Apa salahku?" bisik Carcas dibahu Gerry.


"Aku sangat mencintaimu Nak, jangan pernah tinggalkan aku. Kita akan memulai semua dari awal. Aku akan menerima perceraian yang sudah menjadi keputusan Keanu," tegas Gerry dengan deraian air mata.


Tobe continue...

__ADS_1


Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah.❤️


__ADS_2