CEO, Gadis Bersyarat

CEO, Gadis Bersyarat
Kejutan Alister


__ADS_3

Haiii readers terkasih, terimakasih sudah mau mampir di 'CEO, Gadis Bersyarat'.


Visual wanita yah readers. Ingat ini hanya visual menurut hoby Author...🔥



Nama: Guenhumura


Wewenang: Owner Butik Loumarin


Usia: 28 tahun.


Pekerjaan: Pemilik Butik


Penampilan: cantik, berambut panjang, berkulit putih, berdarah Jepang.


Sifat positif: baik, sabar, pemaaf, penyayang dan pejuang.


Sifat negatif: keras kepala dan egois.


Hubungannya dengan karakter lain : Istri dari Carcas. Sahabat baik Salsa dan Kasih. Sahabat baik Citra. Musuh Ibu Carcas dan Anggel. Mantan kekasih Samuel.



Nama: Citra


Wewenang: Keturunan bangsawan


Usia: 27 tahun.


Pekerjaan: Mengembangkan toko roti


Penampilan: Cantik, tinggi, berambut panjang, bermata biru, berkulit putih, berdarah Paris.


Sifat positif: baik, sopan dan manja.


Sifat negatif: Keras kepala, egois dan pemarah.


Hubungannya dengan karakter lain : Sahabat Guen dan Carcas. Teman Salsa dan Kasih. Sahabat Ibu Carcas. Musuh Anggel. Istri Samuel.



Nama: Anggel Rubian


Wewenang: Bangsawan kaya


Usia: 27 tahun.


Pekerjaan: Sosialita


Penampilan: Cantik, tinggi, berambut panjang, berkulit putih, berdarah Paris.


Sifat positif: baik dan manja.


Sifat negatif: sombong, kasar dan pendendam


Hubungannya dengan karakter lain : Selir hati Carcas. Musuh Salsa dan Kasih. Musuh Citra. Sahabat Ibu Carcas.


_____💐💐💐_____


Pagi menjelang, mentari masuk malu malu dari balik jendela kamar Guenhumura, yang sebentar lagi akan menjadi istri Carson Carcas Alister.


Guen enggan membuka mata melihat handphone miliknya menunjukkan pukul 06.00 waktu Loumarin.


"Kenapa aku mesti menikah dengan pria seperti dia?" batin Guen.

__ADS_1


Ingin rasanya dia pergi dari kota Loumarin mencari tempat perlindungan yang lain, untuk menghindari pernikahan tanpa cinta.


"Aku harus menyelamatkan butik, Salsa dan Kasih," batinnya.


Guen duduk di pinggir ranjang, menatap indah gaun yang akan dia kenakan. Terurai senyuman tipis dari bibirnya.


"Hari ini adalah hari bersejarah bagi Samuel dan Citra. Bukan untuk ku,"


Tangisnya pecah saat mengingat kejadian beberapa waktu silam. Membuat dia enggan untuk membatalkan pernikahannya. Setidaknya dengan menerima pinangan Carcas membuat dia yakin, bahwa dirinya tidak akan mengenang Samuel mantan terburuknya.


Guen berlalu menuju kamar mandi melakukan ritual seperti biasa, menata rambut indahnya agar tampak rapi dan anggun.


Kasih dan Salsa sudah menanti Guen untuk membantunya mengenakan gaun indah itu di tubuh mungil sahabat mereka.


Lebih dari dua jam mereka menata Guen hingga terdengar bunyi bel dari bawah.


"Siapa?" tanya Salsa.


"Sepertinya Bu Elizabeth," bisik Guen.


"Aku buka yah Bu,"


Kasih berlalu ke lantai bawah.


Guen dan Salsa tertegun saling menatap.


"Kau sangat cantik Guen," ucap Salsa memuji.


"Hmmmm aku menikah dengan syarat," kenang Guen.


"Sabarlah, semua akan indah jika kau sabar dan ikhlas menerima takdir," jelas Salsa.


"Ini bukan ikhlas, tapi bodoh," tegas Guen.


Mereka saling berpelukan, menangis haru penuh perasaan.


"Ajarkan aku untuk kuat," bisik Guen.


Salsa mengusap lembut punggung sahabatnya, menatap haru wajah cantik dan lembut itu.


Tak lama Kasih dan Elizabeth naik ke kamar Guen.


"Ooogh Guen, kau sangat cantik nak," ucap Elizabeth.


"Pasti suamimu akan bahagia melihat dirimu seperti ini," tambahnya memeluk tubuh mungil Guen.


Guen menahan tangisnya di hadapan ibu angkatnya. Baginya Elizabeth tidak boleh tahu tentang permasalahan pribadi gadis keras kepala itu. Agar tidak menjadi beban pikiran pada ibu panti yang telah merawatnya sejak usia 6 tahun.


Tiiiing tooong,


"Hmmmm sopir telah menjemput. Kita jalan sekarang?" ucap Guen dengan senyum terpaksa.


Mereka mengangguk menuju lantai dasar dan berlalu menuju mobil Keluarga Alister. Mobil yang nyaman membawa mereka berempat membelah jalan kota Loumarin yang cerah secerah hati para tamu untuk menghadiri acara pernikahan sakral Putra Keluarga Alister dan Keluarga Fransiskus.


Tentu Elizabeth merasakan sesuatu keanehan, saat mereka sudah memasuki perkarangan gereja yang tidak asing baginya.


"Inikan gereja Keluarga Alister?" batin Elizabeth tak berani berucap.


Elizabeth melirik ke arah Guen, memastikan bahwa putri asuhnya tidak menyembunyikan sesuatu darinya.


"Guen," sapa Elizabeth pelan.


"Ya Bu," jawab Guen pelan.


"Apa kau yakin akan menikah di sini?" tanya Elizabeth.

__ADS_1


Guen mengangguk, "ini gereja keluarga mereka," ucapnya.


Sheeeer,


Darah Elizabeth seketika memanas, jantungnya seakan berhenti memompa, bahkan otaknya kembali berputar akan kenangan masa silam bersama Keanu Alister yang sangat baik padanya. Hubungan yang tidak pernah ada ungkapan perasaan cinta tapi bisa melahirkan seorang putra yang diambil oleh Keanu saat putranya berusia 2 bulan.


"Apakah Keanu memiliki putra yang lain?" batin Elizabeth semakin bertanya tanya.


"Apakah yang akan di nikahi Guen adalah putra ku bersama Keanu?"


Elizabeth menepis semua pikirannya, agar tetap tenang mengantarkan anak asuhnya hingga ke depan altar gereja.


Citra sudah menanti Guenhumura untuk naik ke altar bersama dengan di temani kedua orang tuanya. Mata Citra tertuju pada mobil hitam Limousine berhiaskan pita merah parkir di hadapannya.


"Guen," batin Citra saat pintu terbuka lebar oleh beberapa pengawal menyambut kehadiran Guenhumura.


Deg,


Elizabeth semakin tidak tenang, wajahnya memucat, tangannya terasa dingin.


"Apakah putra ku akan menikahi putri angkatku," jantungnya semakin berpacu.


Pikirannya menerawang jauh bahkan lebih jauh dan menakutkan membayangkan wajah istri Keanu yang sangat kejam padanya beberapa tahun silam.


Citra dan orang tuanya menyambut Guen, penuh rasa kasih dan sayang. Keluarga bangsawan yang sangat hangat berbeda dengan Keluarga Alister.


Jam menunjukkan pukul 10.00 waktu Loumarin, lonceng gereja berbunyi sangat kencang, menandakan bahwa sebentar lagi akan ada pemberkatan suci pernikahan 2 pasang mempelai yang bahagia.


Samuel dan Carcas tidak sabar menunggu kedua mempelai wanita, berkali kali menatap ke arah pintu gereja yang masih tertutup rapat dengan tamu undangan yang sudah memasuki ruangan pemberkatan. Wajah tampan keduanya berbalut tuxedo berwarna putih dengan mawar merah di dada kiri menandakan mereka siap menikah dengan wanita yang mereka cintai.


Jantung Guen seakan tidak bisa berhenti bergejolak, ingin sekali dia meneguk racun Juliet agar mati tepat di depan altar sebelum ikrar suci itu terucap. Pernikahan yang awalnya dia bayangkan akan indah dan bahagia tanpa sandiwara ternyata harus berakhir seperti akan memasukkannya kedalam peti kematian dan mengirimnya ke neraka. Sungguh menakutkan bagi Guen.


Dua anak kecil membawa dua pasang cincin kawin yang indah bertahtakan berlian yang tak tau berapa nilainya sangat berkilauan dihadapan mereka, yang telah di persiapkan secara apik dan mewah untuk kedua mempelai oleh Kedua keluarga keturunan bangsawan yang sangat di segani di Kota Loumarin.


Citra berdiri di dampingi sang Ayahnya Fransiskus Alberto dengan rona bahagia menghiasi wajah keduanya.


Sementara Guen berdiri di belakang Citra di dampingi oleh Elizabeth dengan wajah cemas bahkan ada satu kekhawatiran yang tersirat jelas di keduanya.


"Guen, apa kau yakin akan menikah dengan salah satu keluarga mereka?" tanya Elizabeth semakin tidak tenang saat pengawal membuka pintu itu dengan lebar.


Suara alunan piano pernikahan menggema jelas menyambut mempelai wanita yang akan berjalan pelan menuju altar.


Mata Samuel dan Carcas tidak berkedip menanti mempelai yang tampak cantik menggenggam seikat bunga mawar putih memasuki gereja.


Semua mata tertuju pada kedua mempelai wanita Citra dan Guenhumura.


Sheeeer,


Mata Keanu Alister dan Gerry Alister di kejutkan dengan kehadiran Elizabeth bersama Guenhumura sang menantu pilihan yang hampir mendekati altar dengan di sambut dua pendeta utusan untuk memberkati pernikahan mereka secara hukum dan agama.


"Apakah dia putri Elizabeth?"


Keanu dan Gerry sama sama mengucapkan kalimat yang sama.


Keanu terkenang kisahnya saat pertama kali menyentuh wanita itu, "dia masih gadis, belum pernah di sentuh oleh pria manapun? apakah Guenhumura putri Elizabeth setelah berpisah dari ku?" batinnya berkecamuk.


"Kenapa aku di permainan kan oleh karma ku sendiri Tuhan," jerit Keanu dalam hati menggeram.


Teng dheng teng teng...🎵


Teng dheng teng teng....🎶


Tobe continue...


Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah...🙏

__ADS_1


__ADS_2