CEO, Gadis Bersyarat

CEO, Gadis Bersyarat
Kehilanganmu...


__ADS_3

Semakin sore suasana pesta Samuel dan Citra sangat ramai di kunjungi tamu kaula muda. Bagaimana tidak, kedua insan yang menjalin hubungan selama lima tahun, baru saat ini bisa mencapai puncak pelaminan. Menghadapi perjodohan keluarga yang sangat menyebalkan, mesti berpura pura di hadapan Fransiskus dan Keanu. Akhirnya Citra dan Carcas mengakui bahwa mereka tidak ingin bersama karena tidak memiliki perasaan.


Perdebatan panjang antara Carcas dan Citra, membuat Keanu memberi pilihan pada Carcas. Boleh membatalkan pernikahan dengan Citra, tapi harus menikah di hari yang sama dengan gadis lain agar tidak membuat malu Keluarga Alister atas kegagalan pernikahan sebelumnya.


Dua jam setelah kepergian Guen, Carcas mencari keberadaan istrinya. Menanyakan pada Keanu dan Gerry, mencari ke toilet dan taman belakang. Carcas mengambil handphone di dalam saku tuxedo menghubungi Guen berkali kali, tapi nihil hanya operator yang menjawab panggilannya.


"Damn, kemana dia? bisa bisanya dia meninggalkan aku di sini!" geram Carcas.


Carcas bergegas menuju mobilnya, ingin menjemput Guen. Dia meninggalkan pesta tanpa di ketahui oleh siapapun.


"Kenapa dia pergi tanpa memberi tahu aku? apa aku tidak berharga di matanya? Guen oooogh, aaaagrrrrh," teriaknya di stir kemudi.


"Aku tidak ingin kehilanganmu Guen, malam ini kau milikku," bisik Carcas memacu kecepatan penuh agar segera tiba di butik milik istrinya.


Carcas tiba di depan butik, melihat suasana lampu masih gelap tidak menunjukkan tanda-tanda Guen berada disana.


"Guen, Guenhumura," teriak Carcas di depan pintu masuk seperti orang gila berbicara sendiri di depan kaca yang memantulkan bayangan dirinya tampak gagah.


"Guen," geram Carcas memukul awan.


Seseorang melihat keberadaan Carcas di depan butik mencoba mendekati pria emosional itu.


"Anda mencari nona Guen Tuan?" tanya wanita paruh baya yang sejak tadi tersenyum.


"Iya Nyonya, apa kau mengetahui dimana dia?" tanya Carcas penasaran.


"Sepertinya dia ke panti anak muda, dia mengantarkan banyak makanan sebagai ucapan syukurnya kepada Jesus Christ atas pernikahannya," jelas wanita itu.


Sheeeer,


"Ternyata istri ku sangat senang berbagi," batin Carcas.


"Terimakasih Nyonya, saya akan menyusul istri saya,"


Carcas bergegas masuk ke kemudi, melajukan mobilnya menuju panti yang di maksud. Panti asuhan di kota itu hanya ada dua, dengan jarak tidak begitu jauh.


Benar saja, Guen mengadakan pesta dengan anak panti asuhan dengan penuh suka cita dan sangat anggun menggunakan gaun pengantin seperti putri salju.


Punggung putihnya sangat lembut saat Carcas menyentuhnya. Bahkan bibir mungil itu semanis madu, bahkan lebih manis. Selama Carcas menjalin hubungan dengan wanita hanya Guenhumura yang benar benar lembut dan tulus, selebihnya harus berakhir diranjang dan meminta uang lebih padanya.


Carcas memarkirkan mobilnya di parkiran, menatap keindahan suasana panti yang tertata rapi membuat nyaman dan sangat ingin berlama-lama berada disana. Pria oriental itu mendekati istrinya, mencoba ramah pada anak anak kurang beruntung disana.


"Haaiiii," sapa Carcas menatap bahagia ke arah Guen.


Deg,


"Ngapain dia menyusulku," batin Guen.

__ADS_1


"Aunty, ini pangerannya," sambut anak anak berkisar usia tujuh sampai delapan tahun itu.


Mereka bersorak gembira melihat kehadiran Carcas semakin mendekat ke arah Guen.


Guen hanya menyapa, tanpa mau di sentuh karena masih ramai anak anak.


"Aku kehilanganmu Guen. Kau meninggalkan pesta," bisik Carcas.


Guen tak bergeming, dia menarik tangan Carcas agar menjauh dari dirinya sesuai kesepakatan mereka.


"Jangan ganggu aku Carcas, aku sudah melaksanakan pernikahan sesuai keinginan mu dan seterusnya biarkan aku bahagia dengan kehidupan ku sendiri. Jangan hancurkan masa depanku, kebahagiaan ku, bahkan harapan sahabatku, Salsa dan Kasih. Pergilah," bisik Guen membuat Carcas benar benar kesal.


Carcas meremas lengan Guen menatap manik itu lekat.


"Ikut dengan ku atau aku akan menyeret mu meninggalkan tempat ini," ucap Carcas tegas.


"Kau, beraninya sekali mengancam ku?" kesal Guen menantang Carcas.


"Satu," ucapnya pelan


"Dua,"


"Tiii...."


Carcas benar benar akan menyeret lengan gadis itu tanpa harus ada penolakan bahkan tidak ada alasan untuk menunggu.


Guen mengalah, memberi tahu pada penjaga dia kembali ke pesta pernikahan Samuel dan Citra bersama Carcas.


"Good," batin Carcas tersenyum smirk bak devil.


Carcas menggenggam erat lengan Guen, menduduki jok penumpang, kemudian menuju stir kemudi. Dia masih menatap manis pada anak anak yang sangat antusias melihat mobil sport Carcas.


"Uncle, datanglah kemari! kita akan bermain bola," ucap salah seorang anak kecil bernama Lois.


"Ya, uncle bawa aunty dulu yah! next time akan lebih rajin mengunjungi kalian," janji Carcas di sambut sorak sorai anak panti.


Carcas dan Guen diam tanpa bicara, tanpa mau bernegosiasi ataupun bermanis wajah. Mereka hanya fokus pada pikiran mereka, tanpa mau mengalah. Bahkan sadisnya, Guen berfikir akan menjauh dari Carcas sebelum gadis itu jatuh hati beneran karena mengenang ciuman mereka di depan altar.


"Kenapa kau sangat keras kepala Guen?" tanya Carcas saat memasuki gerbang gereja Keluarga Alister.


"Ck bukan urusanmu," ucap Guen.


"Hmmmm jangan menjauh dari ku karena aku akan merobek tubuhmu jika kau masih seperti ini pada ku. Kau mengerti istriku," usap Carcas pada pipi mulus Guen.


Guen semakin menjauh kan jemari Carcas dari wajahnya, agar dia tidak merasakan kehangatan yang dapat membuat dia nyaman. Dia hanya merubah mindsetnya, bahwa pernikahan ini hanya bisnis, tidak lebih.


Carcas meminta pengawal membuka pintu mobil untuk Guen, sementara dia menunggu gadis yang sudah menjadi istri itu di luar dengan gaya angkuh dan sombong.

__ADS_1


Saat Gue sedang mengatur gaun pengantinnya, Carcas mendekati ikut membantu gadis itu dengan tatapan hangat.


"I love you Guen," ucap Carcas saat mata mereka bertemu.


Guen menahan perasaannya agar tidak mudah percaya pada laki laki di hadapannya walau sudah berstatus suami.


"Jaga ucapan mu Carcas! aku tidak butuh ucapan cintamu," rungut Guen.


Carcas terdiam dia tersenyum tipis melepas gaun yang di sentuh. Enggan untuk membantu gadis kepala batu, menyebalkan, bahkan memuakkan baginya.


Saat Carcas melepaskan gaun belakang secara asal, Guen merasa tubuhnya goyang karena kestabilan mengikuti arah gaun yang terlepas.


"Aaaaagh Cars,"


Carcas menyambut tubuh mungil itu agar tidak terjatuh dengan sangat cepat. Mata mereka saling bertemu seperti di cerita sinetron indosiar kupu kupu berterbangan, bintang bintang berkilauan, hingga mereka saling berciuman.


Tidak untuk Carcas dan Guen, pria oriental yang sudah berstatus suami harus menerima ucapan kasar dari Guen saat pria itu membantunya agar tidak terjatuh.


"Berani sekali kau menyentuhku bodoh!" bentak Guen membuat Carcas melepaskan dekapannya karena pengawal menyaksikan keanehan Tuan mudanya.


Seketika,


Bhuuug,


Guen terjatuh ke tanah membuat beberapa mata mengalihkan perhatian mereka ke arah pasangan pengantin baru yang sejak tadi menghilang.


"Aaaaagrrh," ringis Guen saat lengannya lebih dulu menyentuh tanah membuat terluka dan terkeseleo.


Pengawal membantu Guen melihat lengan mulus itu robek hingga mengeluarkan cairan merah.


"Tuan, Nona terluka," teriak pengawal membuat Carcas berbalik dan mendekati gadis itu.


"Ooogh my God, kita ke rumah sakit,"


Carcas menggendong tubuh Guen, memasukkan ke mobil, bergegas menuju rumah sakit. Terlihat jelas ada kepanikan di wajah tampannya, perasaan bersalah, bahkan sedih melihat gaun yang bersih harus terkena cairan darah.


Guen masih menahan rasa sakit, sesekali mendesis menahan perih, "hssst sakit banget," ucapnya menutup mata masih menyentuh lengan terasa nyeri.


"Tenang Guen," ucap Carcas menambah kecepatan.


Guen hanya meringis tidak menghiraukan Carcas.


Note : Makanya yah Mpok Guen, galak banget. Sakit khan?😏


Tobe continue...


Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah...🙏

__ADS_1


__ADS_2