
Guen menatap tubuhnya di cermin, menggunakan mini dress berwarna NaVi. Bahan lembut, sangat indah di tubuh gadis mungil itu. Wajah natural, tanpa polesan, bibir alami selalu basah menambah kesan sensual pada Guen.
"Guen, apa kau membutuhkan hair dryer?" tanya Carcas dari balik pintu kamar mandi ruangannya.
"Iiiiighs kenapa sampai hair dryer dia perhatiin!" gerutu Guen dalam hati.
"Jangan sampai aku jatuh hati Tuhan, ini hanya bisnis," batinnya lagi.
Tok tok tok,
"Guen, are you oke?" tanya Carcas seperti tidak sabar membuat Guen segera membuka pintu.
Deg,
Mata mereka saling bertemu, menatap penuh harap, Guen menepis segala pikiran tentang cinta. Membuang jauh jauh pikiran yang akan membuatnya sakit, rasa kecewa sangatlah membekas dalam.
"Nih,"
Carcas memberikan hair dryer milik salah satu karyawannya.
"Hmmm,"
Guen mengambil hair dryer mengeringkan rambut indahnya, membuat Carcas ingin segera membantu gadis itu.
"Mau aku bantu?" tanya Carcas karena Guen kesulitan mengeringkan bagian belakang.
"Hmmmm,"
Guen kembali mengalah, memberikan sisir bulat kepada Carcas.
Carcas mengeringkan rambut indah Guen yang berkilau dan terawat. Perlahan mata pria oriental itu tertuju pada leher belakang gadis cantik mantan kekasih sahabatnya Samuel.
"Apakah Samuel pernah menyentuh mu seperti ini?" tanya Carcas sedikit penasaran.
Guen menarik nafas dalam, menatap dari balik cermin ke arah Carcas.
"Nggak usah bahas Samuel, karena aku tidak memiliki urusan dengannya selain Citra. Are you understand Mr.Carcas?" kesal Guen.
"Hmmmm oke,"
Carcas sudah selesai membantu mengeringkan rambut Guen, memberikan sisir tulang buatan Prancis dan hair dryer ke tangan gadis keras kepalanya.
"Setidaknya aku akan mendapatkan hati mu Guen," batin Carcas berlalu meninggalkan gadisnya, duduk di sofa menemani sang ayah.
"Berapa yang masuk Pa?" tanya Carcas menatap Keanu.
"200.000 euro, dari mana dia mendapatkan uang sebanyak itu? bukankah butiknya mengalami penurunan?" tanya Keanu penasaran.
"Hmmmm dia gadis hebat, pintar memiliki aset, aku suka gadis seperti Guen, tapi dia tidak menyukai ku," rundungnya.
Keanu tertawa, mendengar curahan hati putra satu satunya.
"Apa kau sedang meratapi kehidupan percintaan mu yang selalu gagal?" goda Keanu.
"Pa," rengek Carcas menatap Keanu memelas.
Mata Keanu menatap sosok dua orang wanita berdiri di belakang Carcas.
"Gerry, Anggel?" sapa Keanu dengan wajah sedikit jutek.
Carcas menolehkan wajahnya, menatap wajah wanita cantik bersama ibunya. Segera dia berdiri menyambut sang ibu dan teman semasa sekolah.
Guen keluar dari kamar mandi sedikit tersentak kaget saat bersitatap dengan gadis cantik yang semampai, berambut brown, berbulu mata cantik, di hiasi berlian indah melekat sempurna di tubuhnya.
__ADS_1
"Oooough apakah aku mengganggu acara kalian dengan gadis pemilik hutang ini?" ucap Gerry saat menatap kehadiran Guen keluar dari kamar mandi.
"Ma," ucap Carcas pelan.
"Aku yang mengundangnya, H-1 mereka akan menikah, bahkan mungkin akan segera memiliki keturunan," ucap Keanu melirik Anggel yang melirik Guen penuh amarah.
"Dengar yah, gadis kampung! kau boleh menikahi putraku, tapi kau harus membayar hutangmu. Jangan berharap aku akan memberi kau pinjaman dengan cuma cuma. Aku rasa mata putraku salah telah jatuh cinta pada gadis seperti mu. Satu lagi, aku akan segera menghancurkan butik buruk mu itu, kau dengar!" ucap Gerry dengan wajah menatap benci pada Guen.
"Kau, jaga ucapan mu! selama mereka masih bersama, selama itu juga Guen akan berada disana," tegas Keanu.
"Apa kau lupa, dia bukan bangsawan? kau nikahkan dia sama wanita sampah menjijikan ini? buka mata mu Keanu, kenapa kau selalu jatuh aaaagrrrrh," ucapan Gerry terhenti.
Dia memilih pergi meninggalkan Carcas dan Keanu bersama gadis kampung menurutnya.
"Ayooo Anggel kita pergi, sebelum aku muntah melihat gadis sampah ini,"
Gerry menarik tangan Anggel, meninggalkan bank milik suaminya.
Guen masih mematung, berdiri kaku di hadapan Carcas dan Keanu.
"Duduklah," sapa Keanu santai.
"Guen,"
"Guenhumura," tepuk Carcas pada pundak gadis itu.
"Ooough yah," senyum Guen masih terasa kaku.
Keanu menyalakan api cerutu kesayangannya, menghembus pelan ke udara, menikmati perlahan isapan yang sangat indah baginya.
"Jangan kau dengarkan istri ku. Dia hanya wanita yang gila dengan kemewahan," jelas Keanu tersenyum
Guen tersenyum tipis, dalam lubuk hati paling dalam terukir penghinaan yang di lontarkan orang lain padanya. Mengejek bahkan menyepelekan dia sebelum menjadi desainer handal di kotanya.
"Ya, mungkin uang sudah kembali ke account mu. Silahkan kau cek. Besok pukul 10.00 kau di tunggu di gereja Keluarga Alister. Jangan terlambat, karena aku tidak suka menunggu," jelas Keanu masih sibuk dengan cerutunya.
"Hmmmm apakah akan ada acara resepsi Tuan?" tanya Guen semakin gugup.
"Tidak, hanya pemberkatan. Citra dan Samuel yang akan menggelar resepsi seperti impian mereka," jelas Keanu.
Sheeeer,
Pesta mewah yang pernah di janjikan oleh Samuel padanya justru akan dia lakukan bersama Citra. Sungguh miris menerima kenyataan seperti ini, Guen menjerit dalam hati.
"Apa kau menginginkan resepsi? jika iya, tunjukkan pada ku pernikahan kalian serius, kita akan mengadakan resepsi besar setelah kerjasama kalian selesai," ucap Keanu lagi.
"Hmmmm tidak Tuan, saya tidak menginginkan pesta atau apapun," senyum Guen tipis menatap dalam mata Carcas.
"Oke, silahkan jika anda ada kegiatan lain nona, setidaknya saya sudah mengetahui siapa yang akan menjadi menantu," senyum Keanu mempersilahkan Guen dan Carcas meninggalkan kantor mereka.
Carcas menggenggam jemari Guen, dihadapan semua karyawan. Agar percaya, bahwa CEO bank tersebut akan segera menikah dengan gadis biasa, tidak seperti yang di bicarakan Nyonya Gerry kepada mereka.
Guen melepas genggaman Carcas yang sangat menyebalkan menurutnya.
"Bisakah kita seperti biasa, jangan terlalu dekat," tegas Guen.
"Heiii, aku mencoba baik pada mu! bukan karena cinta," jelas Carcas.
Deg,
"Kenapa kau menikahi ku? apa salahku padamu? jika memang karena butik akan aku bayar, tapi aku butuh waktu! bukan dengan berbagai syarat yang kalian ajukan pada ku," tegas Guen.
"Baik, silahkan pulang, SENDIRI!"
__ADS_1
Carcas kembali masuk ke kantornya, meninggalkan Guen dengan wajah marah.
"Aaaaaagh menyebalkan," teriak Guen dengan wajah kesal.
Gaun yang indah tapi terlihat lucu dengan sendal boneka beruang masih melekat di kakinya.
Guen menghentikan taksi, tanpa disadari dia tidak membawa dompet dan handphone miliknya.
Setiba di depan butik, Guen meminta sopir taksi untuk menunggu. Bergegegas gadis kecil itu berlari menuju butik mencari Salsa atau Kasih, tapi masih di kejutkan dengan wajah seorang gadis yang dia temuin di kantor Keluarga Alister.
"Kau," kejut Guen menatap tajam.
"Haiii," sapa Anggel yang tengah duduk di sofa menikmati secangkir teh.
Guen mendekati Salsa yang tengah mengobrol dengan Anggel.
"Tolong bayarkan taksi di depan," perintah Guen.
Salsa menjalankan sesuai perintah sahabatnya.
Sementara Guen menatap lekat wajah cantik Anggel yang berada di hadapannya.
"Kenapa kau mendatangi butik ku?" tanya Guen dingin.
"Aku akan menikah, mau memesan gaun terbaik," ucapnya santai.
"Oooough kau tau harga gaun pengantin ku?" tanya Guen menatap tajam.
"Berapapun harganya, aku akan membayar. Tinggalkan Carcas, karena kau tidak pantas bersanding dengannya," ucapnya sarkastik.
"Hooooh, siapa yang pantas?" tanya Guen menantang.
"Hmmm sepertinya kau sudah tahu gadis bodoh!" jawab Anggel.
"Ya, aku tidak menerima pelanggan seperti anda, silahkan cari butik terkenal! jangan ganggu saya!"
Guen berlalu meninggalkan Anggel, membuat gadis itu benar benar marah.
"Aku akan membayar 800.000 euro kepada mu. Tinggalkan Carcas dan butik ini gadis miskin," ucapnya seperti dia pemilik kota Loumarin.
Guen tersulut emosi, mendekati wanita sombong itu, seketika....
Byuuuur,
Secangkir teh hangat membasahi tubuh wanita sombong itu.
"Aaaaagh," teriaknya melihat gaun mahalnya tersiram teh.
"Kau, beraninya," geram Anggel.
"Silahkan tinggalkan tempat ku, karena aku tidak membutuhkan uangmu nona,"
Guen berlalu dengan wajah ganas tanpa perduli apa yang akan terjadi selanjutnya.
Beeeegh... seruuuuu 🔥🔥
Tobe continue...
Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah...🙏
Setidaknya kalian penyemangatku!
Khamsiah.... Fillen danke and thankyou...🤗🔥
__ADS_1