CEO, Gadis Bersyarat

CEO, Gadis Bersyarat
Mandilah...


__ADS_3

Haiii readers terkasih, terimakasih sudah mau mampir di 'CEO, Gadis Bersyarat'.


Author akan memberi bocoran visual pria dulu yah...



Nama: Carson Carcas Alister


Wewenang: Pewaris kekayaan Keluarga Alister


Usia: 32 tahun.


Pekerjaan: CEO Bank Swasta.


Penampilan: tampan, tinggi, bertubuh atletis, berdarah Paris Jepang.


Sifat positif: baik, penyayang dan pejuang.


Sifat negatif: keras kepala, angkuh dan sombong.


Hubungannya dengan karakter lain : Suami dari Guenhumura. Putra dari Keanu Alister dan Gerry Alister. Sahabat baik Citra. Sempat menjalin hubungan dengan wanita bernama Anggel.



Nama: Samuel


Wewenang: Pewaris Rumah Sakit


Usia: 29 tahun.


Pekerjaan: CEO Rumah Sakit.


Penampilan: tampan, tinggi, bertato, bertubuh atletis, berdarah Paris.


Sifat positif: baik, sedikit lebay dan pejuang.


Sifat negatif: keras kepala, tidak memiliki pendirian.


Hubungannya dengan karakter lain: Mantan kekasih Guenhumura. Suami Citra. Sahabat kecil Carcas.


🌹🌹🌹


Suasana yang sejuk di Loumarin, Guen terjaga mendapati Salsa sudah duduk di sofa kamar sahabatnya.


Guen mengusap mata, yang masih enggan terbuka bahkan dia lebih memilih menutup tubuhnya dengan selimut tebal yang sempat terbuka.


"Bangunlah, hari ini adalah hari terakhir status single mu. Besok adalah hari pernikahan mu Guen," ucap Salsa masih memasang diamond dan mutiara putih di penutup kepala untuk gaun yang akan di kenakan sahabatnya besok.


"Hmmmmm aku hanya malas untuk mengingat pernikahan itu, aku ingin tidur lebih lama bahkan meminum racun agar aku tidak terjaga," ucap Guen masih menutup tubuhnya.


"Heeeii setidaknya Tuan Carcas serius denganmu Guen, dia mencintai mu," jelas Salsa.


Guen melempar bantal kecil ke arah Salsa, agar sahabatnya jangan membicarakan cinta padanya.


"Aaaaugh Guen, kau menyakiti ku," kekeh Salsa.


"Dia tidak mencintai ku, dia hanya sok jadi pahlawan untuk menyelamatkan butik kita. Bahkan lebih tepatnya dia menjebakku. Pura pura ingin membantu, padahal dia ingin menghindari perjodohannya dengan Citra. Kau paham?" tegas Guen mendengus kesal.


"Tapi dia mau melawan Nyonya besar Alister untuk mempertahankan mu Guen. Kau harus menghargai itu," jelas Salsa.


"Aaagh mereka hanya orang kaya sombong. Buktinya uang sudah masuk Carcas tidak menampakkan puncak hidungnya pada ku," kenang Guen.


Salsa tertawa, "kau merindukannya?" godanya.


"Iiiighs,"


Guen menutup mata, kembali ke dunia mimpi. Tidak ingin mengingat kejadian besok bahkan mengingat pernikahan seperti apa yang akan di selenggarakan Keluarga Alister untuk mereka.

__ADS_1


Jam menunjukkan pukul 12.35, Guen masih tetap sama berada di selimut hangatnya, karena cuaca masih sangat dingin. Terdengar suara berisik dari luar kamar, yang hendak menerobos masuk.


"Tuan, jangan ganggu nona, dia masih istirahat," jelas Kasih menahan langkah Carcas.


"Apaaa? istirahat? kau tahu ini jam berapa? sudah siang begini dia belum bangun? aku akan membangunkannya. Karena Ayah ku Keanu Alister sedang menunggunya di kantor kami jam 13.00, kau lihat ini jam berapa?" tegas Carcas menunjuk pergelangan tangannya.


Kasih tidak bisa menahan pria aneh itu untuk segera menerobos masuk ke kamar Guenhumura.


Cekreeek,


Terlihat Guen masih terlelap, dengan wajah imut yang masih tertutup selimut bahkan beberapa bantal berada di kepalanya.


Carcas duduk bersandar di kepala ranjang, menyandarkan tubuhnya disana agar bisa menopang badan yang akan mengganggu gadis kecil hingga terjaga.


"Bangun istri pemalas," bisik Carcas di telinga Guen.


Guen merasakan sentuhan dari jari lentik seseorang membuat dia masih enggan membuka mata. Lama kelamaan sentuhan itu semakin terasa aneh di wajahnya, ada geli, bahkan sangat menggelitik.


Guen membuka mata menatap wajah pria yang ada di sampingnya.


"Aaaaaagh," teriak Guen segera duduk menjauh dari pria yang sangat berani masuk ke kamar pribadinya.


"Kau! ngapain kau di kamar ku? tidak ada seorangpun yang bisa masuk ke kamarku! keluaaaar!" bentak Guen menatap sinis pada Carcas.


"Kau mengusir ku?" tanya Carcas.


"Ya, karena kau telah berani masuk ke kamar pribadi ku," tegas Guen.


"Hmmm bersiaplah. Ayahku menunggumu," jelas Carcas.


"Apaa? aku tidak ingin bertemu dengan siapapun," tolak Guen tanpa memikirkan perasaan Carcas yang sudah sedikit kesal.


"Kau mau aku gendong menggunakan piyama mu itu atau cepat bersiap!" tegas Carcas tanpa mau bernegosiasi.


"Iiiighs aku belum sarapan belum mandi belum ngapa ngapain. Kalau mau menunggu, tunggu saja hingga aku bersiap 2 jam lagi," jawab Guen meraih sendal boneka beruang berwarna coklat.


"Aaaaaagh, Carcas! are you crazy? lepaskan aku, aku belum apa apa! dasar laki laki egois, bodoh, menyebalkan, beraninya kau membuat aku malu, turunkan aku!" teriak Guen sekuat tenaga sambil memukul punggung pria yang sangat menjijikan baginya.


Salsa dan Kasih hanya ternganga melihat Guen di bawa secara paksa oleh Carcas tanpa mendengar kan umpatan dari bibir gadis kecil pemilik butik wedding dress terkenal di Loumarin.


Braaak,


Tubuh mungil itu terhempas di jok penumpang.


"Oooough Carcas,"


Guen menepuk pundak Carcas yang ada di hadapannya, dengan sangat terpaksa pria itu menghentikan pukulan gadis itu dengan menyatukan bibir mereka, tapi seketika...


Plaaaak,


Guen menampar wajah Carcas sangat keras membuat wajah pria itu merah padam.


"Aaaaagh kau!" geram Carcas menatap sinis mata gadis itu.


Guen menantangnya dengan tatapan benci bahkan berapi api. Emosi yang tidak terkontrol membuat keduanya tersulut emosi.


"Dasar gadis bersyarat," ucapnya.


Carcas menarik seat belt tanpa mau bernegosiasi ataupun memelas. Saat ini wajahnya sangat perih dan panas karena tamparan Guen.


Carcas membanting pintu mobil penumpang mengumpat kesal, "anjiiing sakit banget tangannya," batinnya mengusap pipi menuju stir kemudi.


Guen tidak ingin melihat ke arah Carcas, kekesalannya sangat memuncak karena perlakuan pria menyebalkan selalu mengganggu waktunya.


10 menit perjalanan, tibalah mobil mereka di Bank milik Keluarga Alister. Carcas membuka seat belt Guen dengan sangat hati hati agar tidak melukai gadis itu.


"Kau mau aku gendong ke dalam atau jalan sendiri?" tanya Carcas sinis.

__ADS_1


"Kau," geram Guen.


"Aku belum mandi masih bauk iler, bahkan masih berantakan, apa kata ayahmu? aku tidak ingin merusak reputasi ku sebagai desainer. Kau sengaja membuat malu aku?" racau Guen masih enggan membuka pintu mobil.


Carcas kembali melakukan hal yang sama justru lebih menggelitik hati yang melihat pasangan itu. Bagaimana tidak, Carcas menggendong Guen ala bridal memasuki kantor mereka, tentu berkali kali pria itu menerima gigitan dari gadis kecil yang sangat keras kepala menurutnya.


"Auuugh sakit!" ucap Carcas menatap dalam mata Guen.


Guen membalas tatapannya dengan wajah garang, bahkan semakin mengajak untuk bermusuhan.


"Lepas," umpat Guen saat mereka berada di dalam lift.


Carcas enggan menurunkannya, bahkan dia menahan sakitnya di gigit gadis galak itu.


Tiiing, pintu lift terbuka.


Carcas menyusuri koridor menuju ruangannya yang sudah di tunggu Keanu Alister. Tentu Guen menutup malu wajahnya di dada Carcas agar tidak terlihat oleh karyawan yang lain.


"Buka," perintah Carcas pada Stanley secretaris nya saat tiba di depan ruangannya.


Pintu terbuka kemudian tertutup otomatis di sambut oleh Keanu dengan wajah sedikit kaget.


"Apa kalian habis berkencan?" tanya Keanu melihat putranya masih menggendong Guen dan meletakkannya di sofa dengan pelan.


Guen menahan tangan Carcas agar tidak meninggalkannya.


"Tenanglah," bisik Carcas.


Guen menatap kemewahan di ruangan CEO, menandakan keluarga itu tidak akan jatuh miskin jika Guen tidak membayar tagihannya.


"Selamat siang Guenhumura," ucap Keanu duduk di hadapannya.


Guen menundukkan kepala, "selamat siang Tuan," sambil menurunkan celana pendek piyama yang memperlihatkan pa*ha mulusnya.


"Sepertinya putraku sangat tergesa-gesa ingin segera memiliki mu," goda Keanu.


"Ck siapa juga yang mau dengan putra anda Tuan?" batin Guen menggeram.


"Siapkan sarapan untuk Nona Guenhumura dan bawa laptop keuangan kesini," perintah Carcas pada Stanley.


"Baik Tuan," tunduk Stanley dan berlalu.


Keanu masih sibuk menggoda gadis yang sangat lucu di hadapannya, unik, piyama dan sendal boneka beruang menghiasi tubuh gadis dewasa yang ternyata masih anak anak, bisik Keanu dalam hati.


"Serahkan uangnya, kalian akan menikah. Aku tidak ingin dia menghabiskan banyak uang. Aku memberikan mu waktu 6 bulan sesuai dengan perjanjian mu dengan Carcas," jelas Keanu dihadapan Carcas menatap Guen.


"Tapi Tuan,"


Guen menggigit bibir bawahnya, menatap kedua pria ini penuh tanda tanya.


"Tapi apa? uang mu sudah masuk ke account kami, tapi kau sudah menanda tangani syarat dan menurut saya sudah sangat impas. Kau menikahi Carcas dan melunasi dalam jangka 6 bulan. Apa kurang jelas nona?" tanya Keanu.


Guen terdiam, "aku akan semakin di kulitin Nyonya besar," batinnya mengusap wajah kasar.


"Mandilah, aku akan mempersiapkan kebutuhan mu," perintah Carcas sedikit memaksa.


"Kau!"


Guen membulatkan mata dan menggeram, bahkan tidak bisa membangkang.


"Oooough Tuhan," kesalnya.


Tobe continue...


Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah...🙏


Setidaknya kalian penyemangatku!

__ADS_1


Khamsiah.... Hatur nuhun....🤗🔥


__ADS_2