CEO, Gadis Bersyarat

CEO, Gadis Bersyarat
Terbakar cemburu...


__ADS_3

Pernikahan Guen dan Carcas berlanjut hingga hari ke enam. Mereka tinggal di butik sesekali kembali menemani Carcas di apartemen untuk mengunjungi Snowy, anjing kecil yang sangat baik dan lucu. Entahlah, perasaan keduanya hanya segelintir bentuk tanggung jawab, tidak lebih. Carcas dan Guen disibukkan dengan kegiatan masing-masing tanpa memikirkan hati dan perasaan mereka.


📞"Aku akan ke New York," ucap Carcas di sela sela pekerjaannya melalui telefon.


Guen menaikkan kedua alisnya, "ya, hati hati," jawabnya.


Carcas menutup telfon meletakkan diatas meja ruangan. Stanley tengah sibuk membantu semua pekerjaan Carcas agar tiba dan kembali tepat waktu di Loumarin.


"Tuan, apakah anda akan pulang ke butik atau ke apartemen?" tanya Stanley.


"Hmmmm, sepertinya aku akan menemui Guen di butik sebelum berangkat. Mengambil beberapa pakaian disana," jelas Carcas berlalu meninggalkan Stanley.


"Baik Tuan," tunduknya menatap tubuh Carcas berlalu meninggalkan ruangan.


Saat Carcas sudah berada di lantai bawah, dia berpapasan dengan Gerry dan Keanu. Mereka sangat merindukan Carcas karena semenjak menikah tidak pernah kembali ke mansion milik orang tuanya.


"Ma, Pa," sapa Carcas menunduk hormat.


"Bagaimana? apakah kau bahagia dengan pernikahanmu?" tanya Gerry membuat Keanu mendengus kesal.


"Hmmmm apakah kalian kesini hanya untuk membahas tentang kebahagiaan?" tanya Carcas menyindir tak senang.


"Ooogh, begitu berartinya wanita sampah itu untuk mu sayang?" sindir Gerry.


"Gerry, hentikan kebiasaanmu menyatakan menantuku gadis sampah," kesal Keanu.


Gerry memandang kesal, membayangkan bahwa memiliki menantu sombong, angkuh bahkan mengalahkan keangkuhan darah bangsawan mereka akan yang telah bahagia memiliki suami seperti putranya.


"Aku permisi Pa, Guen menunggu ku di butik," ucapnya berlalu.


"Jangan lupa bawa dia makan malam ke kediaman Keluarga Alister, Cars," tegas Keanu menatap punggung putranya berlalu.


"Ya,"


Carcas berlalu, meninggalkan kantor, sementara Keanu dan Gerry menuju ruang kerja mereka.


Carcas menginjak pedal gas agar lebih cepat sampai di butik Guen. Entahlah, perasaannya kali ini sangat tidak enak. Meninggalkan Guen sendiri di Loumarin.


Benar saja, saat Carcas memarkirkan kendaraannya, matanya tertuju pada mobil Samuel sudah terparkir disana.


Sheeeer,


Seketika darah Carcas mendidih, "kenapa Sam mendatangi butik istriku? apakah Citra ada bersama Sam?" batinnya melangkah dengan cepat keluar dari mobil.


Pemandangan yang sangat indah namun menyakitkan hati Carcas saat melihat Guen dan Samuel berpelukan dengan sangat dekat. Tangan Guen mendekap tubuh kekar Samuel, penuh perasaan.


Carcas menghentikan langkahnya, mengurungkan niat untuk masuk ke dalam. Tangan kanan merogoh handphone didalam kantong celana, segara menghubungi Citra.


"Aku berharap kau di dalam beib," batin Carcas menggeram masih menatap kedalam.


📞"Ya beib," sambut Citra di seberang sana.


📞"Kau dimana?" tanya Carcas masih menatap lekat Guen dan Sam.


📞"Aku masih di hotel, ada apa? apakah kau menerima tawaran bulan madu bersama?" kekeh Citra tanpa mengetahui apa yang sedang disaksikan oleh Carcas.

__ADS_1


📞"Hmmm aku akan ke New York," ucap Carcas menutup telfonnya.


Wajah Carcas memerah seketika, mencari keberadaan Kasih dan Salsa, "dimana mereka? apakah mereka tidak ada didalam?" batinnya.


Carcas memberanikan melangkahkan kaki masuk ke dalam butik milik Guen.


Cekreeek,


"Cars," kejut Guen saat melepas pelukan Sam.


"Wooow," senyum Carcas getir.


"Apakah tidak ada orang yang melihat kemesraan kalian hingga bebas melakukannya disini?" sarkas Carcas.


"Apa maksudmu bro?" tanya Samuel tidak mengerti.


Carcas menaikkan kedua alisnya, tersenyum smirk, menatap lekat pada dua insan yang sangat menjijikkan pandanganya.


"Aku rasa kau mengerti maksud ku Sam," tegas Carcas dengan suara bergetar.


"Haaaah apakah kau cemburu pada ku?" tanya Samuel mengejek.


"What? apakah aku tidak boleh cemburu pada pria yang memeluk mesra istriku?" tanya Carcas sinis.


"Ini tidak seperti yang kau bayangkan Cars," bela Samuel.


Bhuuug,


Carcas melayangkan bogeman mentah tepat di wajah tampan Samuel.


Guen memeluk tubuh Carcas agar tidak melakukan hal bodoh yang lebih menyakitkan bagi keduanya.


Braaaaak,


Guen ditepis oleh Carcas hingga terjatuh ke lantai mengenai sudut sofa.


"Aaaaugh,"


Tubuh mungil itu terhempas keras, Guen meringis, sementara Carcas masih tidak peduli terus menghujamkan pukulan tersadis ke arah Samuel.


Guen masih ketakutan melihat Carcas benar benar di selimuti rasa cemburu sangat luar biasa.


Mata Carcas tajam menatap istrinya, "pantas saja kau enggan untuk tinggal di apartemen ku wanita sampah, ternyata kau mau bermain gila dengan mantan kekasih mu! kau tidak pernah menerima cinta ku, hingga kau melakukan perselingkuhan di belakang ku," sarkas Carcas.


"Haaaah kau salah paham Cars, Sam datang untuk,"


"Diam kau, pantas ibuku menyebutmu wanita sampah, sangat pantas Guenhumura," tegasnya membuat emosi Samuel semakin memuncak.


"Jaga ucapanmu Cars,"


Bhuuug,


Bhuuug,


Bhuuug,

__ADS_1


Samuel membalaskan sakit hatinya pada Carcas, pukulan lebih dahsyat mendarat di wajah tampan Carcas.


Guen benar benar kalud dan sangat ketakutan, tak mampu melerai kedua pria dengan tenaganya. Wanita oriental itu mengambil gunting yang berada didekatnya, mengancam pria bodoh yang mengaku bangsawan tapi tidak mampu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.


"Stoooop, atau aku akan menusuk gunting ini,"


Guen mengarahkan gunting tajam ke perutnya dengan wajah ketakutan dan tangan menggigil.


Samuel dan Carcas menatap tanpa bisa berucap, nafas keduanya menderu, emosi memuncak, wajah babak belur bahkan darah berceceran di lantai butik.


"Guen, jangan lakukan itu, dan kau bodoh bertanyalah dahulu sebelum api cemburu membakar dirimu sendiri, b a ng sat!"


Samuel menampar kepala Carcas berlalu pergi dengan wajah terluka meninggalkan butik.


Guen masih menatap shook tak bergeming kepada dua pria yang sangat sangat memuakkan baginya. Menelan saliva dengan wajah terlihat pucat.


"Ada apa denganmu? kenapa kau memukul Samuel? apakah kau fikir aku berselingkuh dengannya? sampai kau tega menyakiti ku?" ucap Guen menatap benci pada Carcas.


"Seharusnya aku yang bertanya pada mu Guen, bukan kau membela dia, pantas kau tidak bisa mencintai aku, ternyata kau masih mengharapkan Sam," jawab Carcas lantang.


"Ini tidak seperti yang kau pikirkan Cars," teriak Guen frustasi.


"Hooooh, apakah pria dan wanita berpelukan dengan penuh perasaan dikatakan tidak selingkuh? kau sama dengan Carenina, Guen, tidak bisa move on dari masa lalu, semakin kuat aku ingin memiliki mu, kau semakin menjauh," sarkas Carcas.


Guen menahan tangisnya, dia tak mampu berucap, baginya di jelaskan pun tidak akan ada guna.


"Terserah apa pikiranmu, Samuel datang kesini tidak untuk selingkuh, melainkan dia ingin membantuku, tapi tidak ada gunanya aku menjelaskan padamu. Karena kau sudah terlebih dahulu terbakar cemburu," ucap Guen meletakkan gunting dalam genggaman berlalu menuju lift.


Guen mengunci butik, berniat meninggalkan Carcas sendiri di bawah.


Carcas bergegas menahan lengan Guen, "aku melihatmu Guen, kau masih sangat berharap pada Sam untuk kembali," ucapnya.


"Pergi! atau aku akan menambah memar di wajah mu Carcas," tegas Guen menarik lengannya dari cengkraman Carcas.


"Kau masih mengharapkan Samuel?" tanya Carcas menatap tajam.


Guen menelan salivanya, menantang dengan wajah garang.


"Tidak semudah itu untuk kembali dengan mantan Cars, karena aku sudah menikah denganmu dan aku, aku, aku mencintaimu," ucapnya sedikit bergetar berlalu meninggalkan Carcas dengan wajah babak belur.


Guen tak peduli, memilih pergi bahkan menyimpan semua kepedihan hati, "kenapa dia tidak bisa mendengarkan?" batinnya memasuki lift.


Carcas masih berdiri pada posisi saat Guen meninggalkannya. Perasaan berkecamuk, jujur ada sedikit penyesalan, tapi saat membayangkan Guen memeluk Samuel itu sangat menyayat hati dan pikirannya.


"Kenapa kau begitu egois Guen! kenapa kau menatap Sam tidak seperti menatap ku? apa aku lebih buruk dari Sam? Guen.... Gueeeeen... Guenhumura," teriaknya frustasi meninju awan merasa sakit di wajah tampannya.


Carcas memilih pergi, tanpa mau peduli dengan Guen. Dia menutup diri dari segala akses sahabat menuju New York untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan.


Ooooh my God... apakah akan membaik?🤧🥺


Setelah ini akan terbuka perlahan koreng di Keluarkan Alister, hubungan Samuel dan Guen, kenapa Carcas selingkuh bahkan.... iiiiighs... serem deh...


Simak terus kisahnya...


Jangan lupa Like and Fav... Jika berbaik hati berilah bunga, vote bahkan love... agar othor semangat...

__ADS_1


Gimana lanjut nggak niiih??? 🤧


__ADS_2