CEO, Gadis Bersyarat

CEO, Gadis Bersyarat
Masakan Jepang...


__ADS_3

Suasana sejuk dengan pemandangan hijau menghiasi panti asuhan yang di bangun dari nol oleh Elizabeth untuk anak anak kurang beruntung menarik perhatian Keanu. Mereka hanya diam membisu didalam ruang kerja Elizabeth, dengan pemikiran sendiri.


"Ehem,"


Keanu sengaja melirik kearah Elizabeth, memastikan wanita yang duduk berhadapan dengannya dapat merasakan apa yang ada dipikiran saat ini.


"Ada apa kau mendatangi panti asuhan ku? bukankah kau tidak ingin menemui ku lagi? setelah pernikahan Guen hmmm," tegas Elizabeth menatap tidak suka kearah Keanu.


Keanu memperbaiki posisi duduknya, menatap lekat wajah oriental Elizabeth yang mampu menarik perhatiannya.


"Apa kau melupakan kebiasaan ku? jika aku bersama Gerry tidak mampu untuk bermanis padamu, tapi jika sudah berdua dengan mu, suasananya berbeda El, sangat berbeda," jujur Keanu mencoba merayu wanita dihadapannya.


Elizabeth menahan diri agar tidak terlihat lemah dihadapan Keanu. Laki laki yang memberikan kehidupan sangat berbeda dengan persyaratan yang diberikan oleh Keanu padanya. Pelan dia memijat pelipis, menatap lekat wajah pria gagah walau sudah berumur.


"Ada apa kau datang menemui ku? apakah kau ingin membuka tabir kepalsuan keluarga mu selama ini?" ketus Elizabeth.


"El, come on! aku hanya ingin bertemu dengan mu, sambil bercerita masa indah kita. Bohong jika aku tidak mencintaimu. Aku masih sering merindukan mu El," pujuk Keanu.


"Stop! jangan lakukan itu pada ku, kita sudah ada perjanjian Ken! aku tidak ingin merusak nama baik keluargamu dan Gerry kembali menginjak harga diriku," tegas Elizabeth melihat ke jendela menatap putra kesayangannya tengah duduk bersama Guen.


Keanu mengarahkan pandangannya kepada pasangan baru itu dengan tersenyum.


"Saat ini putri angkatmu mengalami hal yang sama dengan putra kita," ucap Keanu pelan.


Elizabeth kembali menatap lekat wajah Keanu, dia sangat tahu bahwa pria bangsawan ini akan melakukan apapun, untuk mendapatkan keinginannya.


"Jangan kau lukai Guen, dia anak baik! katakan itu pada Gerry atau aku akan membuka tabir hubungan gelap kita untuk keluarga mu," ancam Elizabeth.


Keanu berdiri, mendekati wanita Jepang yang telah memberikannya seorang putra. Menggenggam erat tangan Elizabeth, mendekatkan wajahnya agar lebih dekat dengan wanitanya.


"Apa kau sedang mengancam ku sayang? apa kau lupa perjanjian kita? layani aku El, aku sangat merindukanmu," ucap Keanu tersenyum smirk.


Elizabeth memalingkan wajahnya agar pria dihadapannya melepaskan tangan mereka.


"Lepas Ken, jangan lakukan ini padaku, kau tahu kita sudah lama berpisah. Seumuran Carcas, jangan sentuh aku lagi sesuai perintah Gerry!" tolak Elizabeth.


Keanu justru enggan melepaskan tangannya, bahkan membawa wanita itu ke sofa ruangan Elizabeth.


"Lepaskan aku Ken,"


Elizabeth berusaha berontak sekuat tenaganya, meronta dari kungkungan pria tegap itu.


"Tenang sayang, tenang. Ssssst aku akan melakukannya dengan baik seperti awal kita melakukan," bisik Keanu langsung membungkam bibir Elizabeth.

__ADS_1


"Hmmmmfgh,"


Elizabeth yang dari tadi menahan perasaannya, akhirnya luluh karena perlakuan Keanu masih lembut seperti dahulu. Dia menikmati setiap sentuhan jemari Keanu yang bermain indah diatas tubuhnya.


"Berhenti Ken, ini ruangan kerja, nanti anak anak tahu apa yang kita lakukan," ucap Elizabeth pelan masih menutup mata menikmati sentuhan Keanu.


"Mereka tidak akan tahu sayang, aku benar-benar merindukan mu El,"


Keanu melakukannya dengan sepenuh hati bahkan membuat mereka enggan untuk berhenti. Suara de sa h an yang mendayu dayu diantara keduanya sangat terdengar indah. Sesekali terdengar erangan keras saat laras panjang Keanu menghentakkan dengan penuh ke syurga dunia Elizabeth.


"Hmmmm aku sangat menyukaimu El, ooogh!"


Keanu terus mengatur ritme alunan kecepatannya agar Elizabeth merasakan kenikmatan dari sentuhan laras panjangnya.


"Oooough aaaaagh,"


Mereka merasakan sesuatu yang indah saat menembus nirwana. Nafas Keanu yang memang sangat teratur bahkan pria tampan itu tampak bahagia setelah mendapatkan apa yang dia rindukan selama ini.


"Aku mencintaimu Ken," bisik Elizabeth.


Keanu tersenyum, masih enggan beranjak dari atas tubuh wanita Jepang itu.


"Aku juga sangat mencintaimu," kecup Keanu pada kening Elizabeth.


"Maukah kau menemaniku nanti malam di apartemen biasa?" tatapan Keanu penuh harapan pada Elizabeth.


"Bagaimana jika Gerry mencurigai mu Ken?" tanya Elizabeth sedikit khawatir.


Keanu tersenyum smirk, menatap wajah cantik alami Elizabeth, "Gerry tidak akan tahu, jika uang yang aku beri lebih,"


Pria itu semakin memeluk erat tubuh telanjang Elizabeth, "jadilah simpanan ku El, tinggallah bersama ku, aku akan menjamin semua yang kau butuhkan seperti dulu untuk panti asuhanmu," bisik Keanu.


Elizabeth menggeleng, mengalihkan pandangannya dari wajah Keanu.


"Itu tidak mungkin Ken, bagaimana keluarga mu? bukankah Nyonya besar Alister tidak menyukai ku? mereka telah menghina dan memberikan semua persyaratan yang sudah kita sepakati bersama. Jangan hancurkan perasaan ku lagi," ucap Elizabeth pelan.


Keanu mengangguk, mencabut laras panjang dari empu pemilik syurga dunia.


"Hmmmm," mata Elizabeth terpejam sangat memberi harapan baru bagi Keanu.


"Aku mandi dulu atau kita akan mandi bersama?" ajak Keanu masih menggoda wanitanya.


"Ehmmmm,"

__ADS_1


Elizabeth kembali luluh akan kelembutan yang diberikan Keanu padanya.


"Kenapa aku bisa mencintaimu El?" batin Keanu memeluk tubuh wanitanya.


Mereka melakukan lagi dan lagi di kamar mandi tanpa menghiraukan Carcas dan Guen menunggu orang tuanya ditaman sambil bermain dengan anak anak panti asuhan.


"Kenapa Papa lama sekali? katanya mau minum su su coklat," batin Carcas.


Guen tampak bahagia jika sudah bermain bersama anak anak panti. Jiwa keibuannya sangat alami keluar dari wajah cantik yang penuh kasih sayang.


"Sayang," panggil Carcas memeluk tubuh mungil Guen.


"Hmmm," mata Guen menatap raut wajah Carcas.


"Bagaimana kita makan di seberang sana? aku lapar," bisik Carcas.


Guen mengangguk setuju, menitip pesan pada anak anak agar Elizabeth dan Keanu tidak mencarinya, berlalu menuju salah satu restoran Jepang yang sengaja di buka disana.


Mereka memilih duduk bersebelahan, memesan beberapa makanan yang sangat dikenal oleh Guen dan cocktail dengan gelas rendah beraroma buah.


"Apa kau sering kesini?" tanya Carcas penasaran.


"Hmmmm, aku sering kesini jika mengantarkan makanan untuk anak anak," jelas Guen.


Carcas tersenyum, mencium bibir Guen agar selalu nyaman bila didekatnya. Mereka bercerita masa kecil Guen dan sedikit mengenang kisah tragis orang tua Guen yang tega memberikan anaknya pada Elizabeth kala itu.


Guen hanya bercerita secara garis besar, daya ingat gadis mungil itu belum bisa mengingat kisahnya karena usia kala itu masih enam tahun.


Carcas menikmati hidangan pilihan Guen, ternyata memang sesuai dengan lidahnya.


"Hmmmm ini lezat, sangat lezat. Aku justru tidak menyukai masakan Jepang, lebih suka masakan Italia dan Prancis," kekeh Carcas bahagia.


"Jika nanti kita sudah benar benar memiliki anak, aku akan memasakkanmu," janji Guen.


"Kenapa mesti menunggu punya anak? kenapa tidak sekarang? kamu bisa masak di apartemen ku," pinta Carcas.


Guen mengangguk setuju, mengusap manja wajah suami tercintanya. Sesekali mereka saling mengecup penuh kemesraan menunggu kabar dari Keanu yang tidak kunjung datang menghampiri mereka.


Hmmm... ternyata bapak sama anak sama yah, 🤧🤔


Tobe continue...


Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah.

__ADS_1



Visual Keanu Alister....


__ADS_2