CEO, Gadis Bersyarat

CEO, Gadis Bersyarat
Jatuh misquen...


__ADS_3

Pukul 16.23 waktu Paris Carcas tiba di stasiun. Tentu menjadi hal yang baru baginya menjadi seorang biasa menjalani kehidupan dengan apa adanya. Beberapa kali dia menghubungi Guen istrinya agar menjemputnya.


Guenhumura melihat suami arogannya dari kejauhan, menatap lekat tubuh yang tegap gagah perkasa, memiliki masa kelam sebagai seorang gay, dengan kekuatan hati wanita itu mendekatinya.


"Haii," sapa Guen tanpa ingin memeluk.


Carcas menoleh karena tampak kebingungan, "Guen," peluknya erat pada tubuh mungil wanita yang sudah berstatus sebagai istri.


Guen enggan membalas pelukan Carcas, dia hanya menikmati getaran yang muncul saat bersama suami tercinta.


"Aku lapar Guen," isaknya menangis tanpa rasa malu.


Guen menaikkan kedua alisnya, "kamu lapar? belum makan dari tadi pagi?" tanyanya meyakinkan bahwa pria itu tidak berbohong.


"Ya, aku meminta uang pada Salsa, karena Papa memblokir semua account ku. Mau kah kamu memaafkan aku tentang kejadian kemaren? kita mulai semua dari awal," mohon Carcas pada Guen membuat wanita itu berfikir negatif pada suami sendiri.


"Apa kau mencariku karena kau tiba tiba jatuh miskin?" tanya Guen penuh selidik.


Carcas diam tak bergeming. Bibirnya tiba tiba kelu, kepalanya terasa akan pecah mendengar pertanyaan istrinya.


"Bukankah kita berjanji akan bersama dalam suka dan duka Guen?" tanya Carcas menatap penuh harap.


Guen tersenyum, "lupakanlah," wanita itu menarik tangan Carcas membawa suaminya menuju sebuah restoran diarea stasiun.

__ADS_1


Mereka duduk disebuah restoran cepat saji. Guen memesan beberapa makanan kesukaan suaminya agar wajah pria itu tampak cerah tidak lusuh seperti saat ini. Pasta dan lasagna yang menjadi kegemaran Carcas selama ini, ditambah dengan minuman segar untuk menemani makan siang menjelang sore mereka.


Guen duduk disamping Carcas, menghidangkan makanan dihadapan suaminya.


"Terimakasih Guen, kamu tidak pernah berubah memperlakukan aku," rundung Carcas menunduk malu.


Guen mengusap lembut punggung suaminya, "makanlah, aku akan mengurus semua kebutuhanmu, karena kita adalah suami istri," ucapnya menenangkan perasaan Carcas.


Carcas melahap makanan yang terhidang dengan sangat cepat, beberapa kali dia mengusap air mata yang tidak berhenti mengalir, karena menyesal telah menyakiti istrinya sendiri.


"Kenapa kamu tidak makan sayang?" tanya Carcas.


Guen tersenyum, "makan yang kenyang, setelah ini kita akan membicarakan semua pekerjaan yang harus kita kerjakan demi kelangsungan hidup kita ke depan," jelasnya.


Carcas mengangguk mengerti, dengan lahap dia menyantap hidangan itu tanpa bersisa.


Guen terus melakukan kegiatannya, memeriksa semua email dan account pribadi miliknya.


"Hmmm, ada perubahan sedikit, oke," bisik Guen bicara sendiri.


Carcas menoleh kearah istrinya, "apa kamu sedang meeting?" tanyanya mengejutkan lamunan Guen.


Guen sedikit bingung mendengar penuturan Carcas, "maksudmu? meeting?" bisiknya.

__ADS_1


"Hmmm, kamu sedang membuka handphone dan berbicara sendiri. Itu berarti kamu sedang meeting besar untuk pekerjaan mu bersama dirimu sendiri," goda Carcas pada puncak hidung istrinya.


Guenhumura tertawa mendengar celotehan Carcas, "ternyata kamu selain jatuh miskin, jiwa humor mu kembali bergejolak," kekehnya.


Carcas termenung, "bagaimana menurutmu dengan bersuamikan seorang anak haram tanpa pernikahan?" tanyanya dengan wajah kembali memerah.


Guen menarik nafas panjang, mengusap lembut kepala suaminya, "kuatlah, tunjukkan kepada mereka, kepada seluruh keluarga besar Alister, bahwa kamu mampu tanpa mereka. Aku percaya kamu mampu. Aku tidak peduli dengan semua masa lalumu. Saat ini aku akan memberi satu keputusan untuk menyelamatkan butik di Loumarin," jelasnya.


"Bagaimana caranya?" tanya Carcas penasaran.


"Aku akan memiliki brand tersendiri dan menjadi ambasador utama di rabbit hole, dibantu William. Aku harap kamu mau membantu aku untuk menjalani projek ini, demi masa depan kita. Aku akan pindah ke Paris dan melunasi hutang pada bank mu, melalui bantuan yang pernah ditawarkan Samuel dan Citra pada ku. Salsa dan Kasih akan membantu di Loumarin, sementara kamu membantu aku di Paris, kita profesional, aku akan mengeluarkan gaji untuk mu, gimana? apa kamu setuju?" tanya Guen setelah menjelaskan pada Carcas.


Carcas tertegun, sebagai laki laki dia merasa terhina habis habisan, seorang CEO yang kaya raya harus menerima upah dari pemilik butik wedding dress.


"Apa tidak bisa aku yang menjadi bos di butikmu?" tanya Carcas tanpa rasa bersalah.


Guen menarik nafas dalam, hanya menyambut pertanyaan Carcas dengan tertawa, "sudah? kita jalan sekarang?" tanyanya lembut.


"Hmmm yuuk," tunduk Carcas patuh.


Guen meraih lengan Carcas berdiri disampingnya, menikmati keindahan Paris dengan berjalan kaki menuju hotel Shangri-La Paris.


Ada perasaan malu diwajah pria oriental itu. Carcas hanya sedang berperang dengan diri sendiri mengalahkan segala gengsi dan keegoisannya.

__ADS_1


Tobe continue...


Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah.❤️


__ADS_2