
Setelah kepergian Nyonya Gerry dari butik Guen dengan sangat berat dia menangis di pelukan Carcas. Disaksikan oleh Salsa dan Kasih yang turut prihatin atas apa yang dialami gadis kecil itu.
"Kenapa aku di berikan pilihan seperti ini? haruskan aku menerima mu?" ucap Guen di pelukan Carcas yang masih mengusap lembut punggungnya.
"Setidaknya, kau harus menerima aku agar kau lebih aman. Aku telah mendapatkan persetujuan dari Tuan Keanu. Tenanglah, aku tidak akan menyentuhmu sampai kau benar-benar menerima ku," bisik Carcas.
"Bukan itu bodoh! aku hanya ingin menikah sekali seumur hidupku, dengan pria yang benar mencintai ku. Bukan menikah dengan berbagai syarat seperti yang kau ucapkan padaku," tegas Guen di pelukan pria tampan itu.
Carcas melepas pelukannya, "apa kau bilang? bodoh? aku laki-laki bodoh?" tanyanya dengan nada sedikit tinggi.
"Ya, kau laki laki bodoh yang hanya menindas orang lemah. Kalian menjebakku, hingga aku tidak bisa menentukan pilihan yang lain. Egois,"
Guen hendak pergi meninggalkan Carcas, tapi tangannya di tahan oleh pria itu.
"Tunggu," tegas Carcas.
Guen menatap malas ke arah Carcas.
Pria itu tersenyum sumringah, merasa kemenangan kembali berpihak padanya.
"Apa kau membiarkan aku berdiri Nona Guenhumura?" goda Carcas sedikit menunduk hingga mata mereka saling bertemu.
Deg,
Guen mengalihkan pandangannya, berlalu menuju sofa butik yang berada tidak jauh dari tempat pertikaian mereka tadi. Guen menarik nafas pelan, masih menatap ke arah yang lain.
Carcas mengikuti Guen, memilih duduk disamping wanita yang sebentar lagi akan resmi menjadi istrinya. Dia mengeluarkan beberapa document yang harus di tanda tangani gadis itu untuk di laporkan kepada Bank miliknya sebagai pegangan kedua belah pihak.
Gue membaca poin poin yang tercantum. Ada 6 lembar berkas yang harus di tanda tanganinya. Dia terdiam, memijat pelipis karena merasa ini lebih ke pemerasan bahkan seperti menjual dirinya sendiri pada Tuan Carson Carcas Alister.
"Ini sangat memberatkan ku. Dana yang akan aku serahkan lebih 50%, kenapa aku seperti di jebak oleh mu, Tuan?" tanya Guen menatap lekat manik milik Carcas.
Carcas merangkul bahu Guen.
"Setidaknya dengan pernikahan, kau tidak akan merasa seperti sedang menjual diri. Aku bahkan membiarkan mu meneruskan karier dan mendukung penuh usaha mu. Ingat, dana yang kau setor masih setengah Guen, belum 70%, kau mengerti gadis keras kepala?" bisik Carcas di daun telinganya membuat Guen semakin kesal.
"Kau menjijikan," jawab Guen.
Guen meneruskan membaca poin poin penting perjanjian mereka. Setelah menimbang, mengingat akhirnya Guen memutuskan menerima walau dengan berat hati.
"Ooogh Tuhan, aku tidak menginginkan kejadian ini," batinnya.
"Dimana harus aku tanda tangani?" tanya Guen agar pria di sampingnya beranjak meninggalkan butik miliknya.
Carcas semakin tersenyum bahagia, raut wajah tampan sangat menarik jika di perhatikan secara seksama.
"Kau tidak akan menyesal menikah dengan CEO, Guenhumura," ucap Carcas.
"Ya, CEO bodoh!" kesal Guen.
"Kau!" geram Carcas.
Carcas menunjuk jari telunjuknya, di tiap tiap halaman yang akan di tanda tangani Guen.
Akhirnya Guen membubuhkan tanda tangan di setiap halaman yang bertuliskan namanya. Sedikit paraf sesuai arahan Carcas.
__ADS_1
Carcas meminta Salsa asisten Guen agar mengcopy document mereka rangkap dua sebagai pegangan kedua belah pihak.
Setelah semua rampung, Carcas memeluk tubuh Guen dengan sangat lembut sambil berbisik.
"Terimakasih gadis bersyarat," senyum Carcas berlalu meninggalkan Guen di butik dengan wajah masih memerah menahan amarahnya.
"Kau!" teriak Guen menatap punggung Carcas.
Carcas meninggalkan Guen dengan perasaan senang. Setidaknya niat awal untuk menghindari pernikahannya dengan Citra terwujud walau harus menerima penolakan keras dari Gerry Alister.
.
.
2 hari setelah menanda tangani perjanjian. Citra dan Samuel hadir di butik milik Guen, tentu di temani Carcas. Mereka sangat mengetahui betapa menyenangkannya cuaca di Lourmarin sepanjang tahun dan saat ini kota itu menerima kunjungan pariwisata yang datang silih berganti dan sangat menarik perhatian pemilik bisnis di kota itu.
Guen membantu Citra untuk memasang gaun pengantin sesuai keinginannya beberapa hari lalu.
"Guen, ini indah sekali di tubuhku!" ucap Citra di ruang ganti menatap gaun mewah itu melekat di tubuhnya.
Guen tersenyum puas atas hasil kerjanya, walau banyak permasalahan tapi dia mampu melakukan semua dengan sangat baik.
"Apa kau suka?" tanya Guen.
"Sangat sempurna Guenhumura, kau memang gadis luar biasa. Mana gaun mu? bukankah kita akan menikah di gereja yang sama?" ucap Citra mengingat kan.
Guen menahan nafasnya, jujur dia sudah melupakan pernikahan, tapi Citra mengingat kan kembali.
"Salsa," panggil Guen dengan nada pasrah pada asistennya.
"Tolong ambil gaun di etalase, bantu aku memakainya," ucap Guen.
Salsa bergegas menuju etalase, tentu mata Carcas dan Samuel saling tatap melihat keindahan gaun pengantin yang berada di pelukan Salsa.
"Gaun siapa ini?" tanya Carcas.
"Gaun Nona Guen, Tuan," ucap Salsa.
Deg,
"Itukan gaun pengantin yang akan Guen pakai saat akan menikah dengan ku!" batin Samuel melihat Salsa berlalu membawa gaun ke dalam.
"Apa kau memikirkan sesuatu?" goda Carcas menatap Samuel.
"Aaaagh kau!" jawab Samuel menepis pikirannya.
30 menit mereka berada di ruang ganti yang lumayan luas untuk menata gaun akhirnya Citra dan Guen keluar dari ruangan itu.
"Sam," panggil Citra.
Mata kedua pria itu menatap dua gadis yang ada berdiri dihadapan mereka. Gaun putih berbalurkan mutiara dan diamon menghasilkan kemewahan sangat elegan.
Visual gaun pengantin yang indah membalut tubuh Citra calon istri Samuel.
__ADS_1
Visual gaun indah di tubuh Guenhumura calon istri Carson Carcas Alister.
"Wooow fantastis," ucap Samuel dan Carcas serentak.
Jujur ini kali kedua Guen mencoba gaun pengantin buatannya di hadapan Samuel, tapi ini kali pertama dia pakai di hadapan Carcas.
"Oooogh kau sangat indah Guen," ucap Carcas mendekati calon istrinya.
"Stop, jangan mendekat!" sarkas Guen menatap kesal ke arah Carcas.
"Ck come on, aku calon suami mu gadis kecil," ucap Carcas kesal masih menatap takjub.
"Kamu cantik sekali sayang," ucap Samuel membuat Guen memalingkan wajahnya menatap lekat ke arah Carcas.
Carcas menghampiri Guen, karena dia mengetahui apa yang ada di kepalanya.
Perlahan Carcas mengusap punggung mulus yang sangat menarik perhatian CEO. Tentu Guen menatap marah ke arah Carcas dengan wajah judes.
"Kamu nggak bisa menolak, setidaknya kamu sangat cantik. Terimakasih karena mau menjadi istriku walau bersyarat," ucap Carcas.
Guen mendengus kesal, menatap ke arah Salsa yang terkesima melihat sahabatnya akan menikah walau tidak sesuai harapan.
"Salsa, hitung semua. Berapa nominal yang akan aku kirim ke rekening butik kalian," tegas Carcas.
"Tidak usah," tolak Samuel.
"Aku yang akan membayarnya," tambah Samuel tegas.
"Hmmmm gentleman," sindir Carcas mengejek ke arah Samuel.
Salsa segera menginput data untuk 2 gaun pengantin dengan nilai fantastis.
"Totalnya 6000 euro untuk kedua gaun ini Tuan," jelas Salsa. Jika di rupiahkan bernilai, Rp17.000X6000\=Rp.102.000.000,-
"Wooow apa kau yakin akan membayarnya Sam?" goda Carcas.
"Apa kau meragukan aku, Carson?" kekehnya memberikan black card pada Salsa.
Carcas tertawa merangkul bahu sang sahabat lama.
"Thankyou," bisiknya.
"Your welcome," jawabnya berbisik.
Citra memeluk Guen, "kau sangat cantik," ucapnya.
"Ya you too," senyum Guen menyembunyikan kepedihan hati.
Tobe continue...
Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah...🙏
Setidaknya kalian penyemangatku!
__ADS_1
Khamsiah.... Hatur nuhun....🤗🔥