
Guen terdiam menatap lekat punggung Carcas yang mengamuk besar diruangan Keanu. Ada perasaan bersalah dan takut didalam hati, jika dia tidak hadir menemani Carcas mungkin tidak akan berakhir seperti ini.
"Bagaimana ini? aku takut," batinnya kembali keruang kerja suaminya.
Sementara Carcas tengah berdebat dengan Keanu.
"Dia sudah menghina Guen, Pa! aku tidak akan ikut makan malam bersama keluarga, aku tidak mau orang lain menghina istriku," tegas Keanu.
Keanu menatap tajam kearah Carcas, "ini kesempatan untukmu menunjukkan pada kami bahwa kau serius dengan pernikahan mu! bukan kau malah berselingkuh dengan sahabat yang tak tahu malu itu," geram Keanu.
Mata Carcas memerah air mata tak sanggup terbendung, "Pa, aku salah! tapi Guen telah memaafkan ku! jangan di ungkit lagi!" kesal Carcas meninggalkan ruangan Keanu.
Sebelum pria oriental itu berlalu dia membalik, "aku tegaskan! aku tidak ingin ikut makan malam!"
Braaak,
Pintu tertutup rapat sangat keras, mengejutkan beberapa mata yang menatap keruangan komisaris.
"Apaaa!"
Carcas menatap tajam kearah karyawan yang terlonjak kaget mendengar pertikaian anak dan bapak di kantor mereka.
Carcas mencari Stanley, menghampirinya kemudian menarik keras kerah baju secretaris lugunya, menatap lekat pada bola mata yang penuh ketakutan.
"Kau jangan menyampaikan apapun pada keluarga ku atau hidupmu akan menjadi abu di luar sana!"
Carcas menghempaskan tubuh Stanley ke kursinya tanpa mau mendengar pembelaan diri dari secretaris yang bermuka lugu tapi memiliki otak penjilat.
Guen berdiri tegang saat melihat Carcas kembali dengan wajah sangat garang. Mata memerah, bahkan terlihat jelas emosinya sedang terpancing dengan kehadiran Gerry dan Anggel ke ruangan.
"Dasar keluarga pemaksa! Ibu seperti apa dia? tega teganya dia ingin menghancurkan pernikahanku," kesal Carcas masih belum menyadari bahwa ada Guen di belakangnya.
Guen mendengar celotehan Carcas sangat memilukan, bahkan hati yang perlahan membaik harus kembali patah karena kejujuran suaminya menyebut nama Anggel disela sela kekesalannya.
"Apa aku bisa pulang sekarang?" bisik Guen dari belakang Carcas.
"Haaaaah,"
Wajah Carcas merah padam mengingat ucapannya barusan. Cepat pria itu memeluk tubuh mungil istrinya dengan sepenuh hati.
"Kamu mau pulang? aku antar,"
Carcas bergegas mengambil tas dan kunci mobil, menunggu Guen berkemas merapikan laptop miliknya.
"Bisa antarkan aku ke panti? Papa ingin bertemu dengan keluarga angkatku," jelas Guen.
"Tidak usah, aku tidak ingin menghadiri acara makan malam itu, aku antar kamu kesana untuk urusan yang lain saja," tegas Carcas menggandeng tangan istrinya meninggalkan ruangan.
__ADS_1
Guen hanya melirik kearah Stanley sambil menunduk hormat dan tersenyum tipis. Bagaimana pun, Stanley sangat baik membantu Guen sewaktu Carcas di New York.
Saat berada didepan lift, ternyata Keanu sudah lebih dahulu berada disana. Menatap anak menantunya dengan sangat dingin.
"Apa kalian ingin menghabiskan waktu bersamaku menikmati su su coklat?" tawar Keanu menatap lift.
Guen tersenyum senang, setidaknya dia adalah penyuka coklat, "boleh Pa, tapi saya ingin ke panti mengantarkan makanan untuk anak anak panti," jelasnya.
Sheeeer,
Keanu memikirkan bagaimana caranya agar Carcas tidak menemui Elizabeth.
"Boleh aku ikut?" senyum Keanu.
Guen mendongakkan kepalanya, menanti persetujuan dari Carcas. Wajah dingin itu sangat kaku, bahkan tak bergeming.
"Hubby," sapa Guen memohon.
"Hmmmm kita pergi sama Papa,"
Carcas memeluk tubuh Guen mengecup puncak kepala istrinya memasuki lift yang sudah terbuka dan masih mendekap. Matanya melihat kearah Keanu dan Carcas secara bergantian karena dia diapit kedua pria dingin yang enggan untuk bertegur sapa.
"Hmmmm mereka bapak dan anak yang aneh," batin Guen merungut.
"Kenapa tua bangka ini lebih sering mengganggu aku dan Guen! apakah Papa menyukai Istriku dan ingin merebutnya?" batin Carcas.
Keanu mengeluarkan suara, "Kalian sama saya saja," jelasnya memasuki mobil yang telah dibuka sopir pribadi.
Carcas membawa Guen memasuki mobil Keanu setelah meletakkan pelengkapan mereka dimobilnya.
Mereka membelah kota Loumarin untuk pergi bersama menemui Elizabeth di panti asuhan. Tanpa ada perasaan curiga sedikitpun.
15 menit bersama tanpa berbicara, mobil Limosin Keanu berhenti di perkarangan panti, tiga anak laki laki menghampiri mereka.
"Heeeeii itu Kak Guen dan suaminya," ucap anak laki-laki.
"Hmmmm siapa pria tua itu? sepertinya dia akan mengadopsi salah satu dari kita," senang mereka berlari mencari keberadaan ibu asuh.
Guen keluar dari mobil lebih dahulu, mencari Elizabeth yang belum muncul.
"Sebentar yah hubby, aku cari Ibu,"
Guen bergegas masuk kedalam, ternyata dia berpapasan dengan Elizabeth dan saling menatap.
"Kenapa kamu bawa ayah mertuamu Guen!" kesal Elizabeth menatap wajah Guenhumura.
Deg,
__ADS_1
Guen terdiam tidak mampu berucap, karena wajah Elizabeth tidak bersahabat.
"Hmmmm aku hanya ingin mengatakan, beliau mengundang ibu untuk makan malam di kediaman Keluarga Alister besok," jelas Guen menggenggam tangan ibu angkatnya.
Elizabeth menggeleng, "suruh dia masuk, aku ingin bicara," tegasnya.
"Apakah ibu mau bicara di ruang tamu ini?" tanya Guen meyakinkan.
"Suruh dia keruangan kerja saya dan pastikan jangan ada yang menguping pembicaraan kami," tegas Elizabeth menatap nanar mata Guen.
Sheeeer,
"Apakah mereka akan bertengkar lagi?" batin Guen.
Guen melangkah mendekati Keanu dan Carcas, mendekati kedua pria yang masih mematung tanpa bicara itu dengan sedikit takut.
"Pa, ibu ku menunggu di ruang kerjanya. Mari aku antar," ajak Guen lembut dan hormat.
Keanu tersenyum smirk mendengar ucapan Guen, berlalu dengan langkah pasti menuju ruangan Elizabeth.
"Apakah Papa tahu ruang kerja Ibu?" tanya Guen sedikit tertahan.
Keanu tak menghiraukan, dia dengan gagah memasuki panti asuhan dan menghilang dari pandangan anak menantunya.
Guen menatap Carcas kemudian tersenyum, "kamu memikirkan apa hubby? apakah kita sama sama kebingungan melihat Papa mu?" goda Guen.
"Kita di mobil saja? aku merindukanmu! kita melanjutkan yang tadi tertahan, mungkin karena itu menjadi emosi," jujur Carcas.
Kedua alis mata Guen menaut, keningnya sedikit berkerut, "apakah kamu tidak bisa menahan hingga nanti? atau kamu mau kita duduk di taman? ajaknya.
Carcas tersenyum lebar, "aku merindukan mu Guen, aku sangat mencintaimu. Aku tidak ingin kau menjauh lagi dari ku, aku mau kau hamil anak ku," peluk Carcas di tubuh mungil itu.
"Hmmmm Cars, malu sama anak anak!" bisik Guen yang merasa tubuhnya didekap erat sehingga dia sulit untuk bergerak.
Carcas menutup mata sipitnya, menikmati kehangatan tubuh dan aroma wangi dari tubuh Guen, "diamlah aku sedang menikmati keindahan alam ini dengan memelukmu," bisiknya membuat Guen semakin mengeratkan kedua tangan di perut Carcas.
"Apakah sedamai ini memeluk pria yang sudah resmi menjadi suami?" batin Guen.
"I love you Guenhumura," bisik Carcas dapat didengar oleh telinga sopir pribadi Keanu.
"I love you too Cars," balas Guen enggan membuka kedua matanya.
"Wangi tubuh gagahmu sangat membiusku, aku benar benar jatuh cinta pada mu Cars," batin Guen.
Hmmmm so sweet....🌹
Tobe continue...
__ADS_1
Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah...🙏