CEO, Gadis Bersyarat

CEO, Gadis Bersyarat
Gadis bersyarat.


__ADS_3

Suasana rumah sakit di Loumarin, Keanu Alister terbaring lemah setelah dilakukan tindakan khusus, dadanya masih terasa sesak. Sejak kaki Carcas melayang disana, kondisi Keanu semakin memburuk. Wajah tampan seperti kebanyakan pria mapan dewasa masih mampu menggoda para gadis dirumah sakit.


Suster pilihan Natalie, kini tengah berdiri disamping Keanu. Gadis cantik berwajah oriental itu tengah membantu Keanu menggunakan selang oxigen. Tak pelak, kulit mereka saling menyapa.


"Bagaimana Tuan Alister, apakah sudah bisa bernafas normal?" Perawat tersenyum sumringah menatap wajah Keanu.


Keanu tidak mampu bicara, wajahnya hanya tersenyum ramah, melihat gadis itu sangat baik padanya.


Cekreeek,


Carcas beradu tatap dengan suster cantik itu, mengalihkan pandangannya kearah Keanu.


Carcas segera menghampiri Keanu, "Pa, bagaimana keadaanmu?" wajahnya tampak khawatir.


Keanu tidak ingin menyapa putra satu satunya. Gengsi untuk memberi ruang pada Carcas, menjadi alasan utama dihadapan Elizabeth dan Natali yang menunggunya sejak tadi.


Guen mendekati mertuanya, "bagaimana keadaan Papa? Apa sudah membaik?"


"Hmmm," Keanu menyambut jemari menantunya, tanpa perasaan sungkan dihadapan semua.


Keanu hanya melihat wajah Guenhumura, "maafkan Papa, karena keadaan begini kamu tidak bisa melunasi butik."


Guen terdiam, "mungkin aku tidak bisa lama di Loumarin, Pa. Aku harus berangkat ke Paris, karena rabbit hole sangat membutuhkanku saat ini."


Keanu tersenyum, "baiklah, aku akan menghubungi Stanley untuk mempersiapkan semua kebutuhanmu, dengan syarat!"


Kedua mata Guen membulat, "syarat?"


Keanu mengalihkan pandangannya kearah Carcas, "aku ingin kalian merestui hubunganku dengan Elizabeth. Aku sangat mencintai ibu angkatmu. Jika tidak, terpaksa kamu harus mengosongkan butik hari ini juga."


Tentu dada Guen semakin berkecamuk, "ini tidak mungkin Pa, perjanjian kita tidak ada seperti ini. Bagaimana dengan Mama? Apakah Papa tega menyakiti Mama Gerry?"


Keanu tersenyum tipis, "itu syaratnya, jika kamu tidak bisa, silahkan tinggalkan aku. Satu jam lagi semua orang ku akan mengeluarkan barang mu dari butik."


"What...!"


Guen merasa terjebak didalam perjanjian yang tidak seharusnya ada didalam persyaratan mereka.


"Saya sudah sangat dirugikan dalam perjanjian ini. Carcas telah melanggar semua perjanjian kita. Pertama, dia telah memaksa saya. Kedua, tidak ada fasilitas yang dia berikan seperti yang tertera di kertas secara tertulis. Ketiga, saya tidak akan pernah memberi restu pada Papa dan Ibu Elizabeth, karena saya tidak ingin menyakiti Mama Gerry!" Guen mengambil tangan Carcas, memilih meninggalkan ruang rumah sakit.


Langkah kaki Guen terhenti saat matanya tertuju pada Elizabeth, "saya tidak menyangka, ingat Nyonya, saya bukan gadis bersyarat yang harus memberikan ruang untuk perselingkuhan mu."

__ADS_1


"Guenhumura," suara bariton Keanu kembali terdengar, merasa wanita tercintanya kembali terhina.


Guen kembali menatap kearah Keanu, "saya akan ke Bank Alister, silahkan Stanley mempersiapkan semua berkas saya. Jika tidak, saya akan menuntut Anda Tuan Keanu Alister!" Guen memilih pergi, menunduk hormat pada Natalia.


Tangan Natali menahan Guen, agar tidak pergi dalam keadaan emosi, "maafkan Mama, nak."


Guen tidak bergeming, dia hanya ingin membayar hutang-hutangnya, segera meninggalkan Loumarin membawa kedua sahabatnya.


Gerry yang menunggu sejak tadi diluar ruangan, tidak mendengar percakapan mereka, sedikit terkejut melihat Guen keluar berbicara sendiri dengan suara menggerutu.


"Kita jalan sekarang!" Guen masih tersulut emosi.


Gerry menatap lekat kearah Carcas, "ada apa?" suaranya sedikit tertahan.


Carcas hanya mengikuti langkah kaki Guen, menuju parkiran mobil mereka.


Gerry tampak sedikit bingung, melihat menantunya, "ada apa ini?"


Pertanyaannya sedikit membuat pikirannya semakin banyak.


Natalia mengejar mereka, tidak ingin melihat Guen semakin terpuruk dalam situasi yang sangat menyakitkan.


Guen menghentikan langkahnya, menarik nafas dalam, membalikkan badan kearah Natali yang semakin mendekat.


"Hmmm."


Natalia tampak sedikit kaku, "saya minta maaf atas nama Samuel. Mungkin jika kamu menikah dengan Sam, kamu tidak akan mengalami keadaan seperti ini."


Guen tersenyum lirih, "lebih baik Nyonya menjaga ketat saudara anda yang mungkin sebentar lagi akan mati ditangan putranya! Saya tidak pernah menyesali semua takdir ini. Bagi saya saat ini adalah, kebahagiaan saya bersama Carcas dan hidup tenang di Paris, tanpa memikirkan Loumarin."


Natalia seketika terdiam membisu. Hatinya semakin merasa bersalah, karena perbuatan Samuel pada calon menantunya.


"Baiklah, jaga dirimu!" Natalia tidak ingin berdebat dengan Guen.


Guen bergegas masuk ke mobil, diikuti Carcas dan Gerry, "Pak, antar saya ke Bank Alister."


Guen memerintahkan kepada sopir pribadi Gerry, tanpa melihat pada Carcas dan mertuanya.


Sopir sedikit kaget, mengalihkan pandangannya pada sang majikan utama.


Gerry mengangguk, menyetujui permintaan menantunya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

__ADS_1


Carcas meletakkan tangannya di paha Guen, agar istrinya sedikit tenang, tanpa mendapatkan balasan yang berarti.


"Maafkan keluarga ku," Carcas sedikit berbisik ketelinga Guen.


Guen melirik dan tersenyum, tanpa menjawab pernyataan Carcas.


Dua puluh menit berlalu, mereka tiba di Bank Alister. Guen bergegas keluar dari mobil, bergegas melangkahkan kakinya masuk kedalam mencari keberadaan Stanley.


Tentu semua mata tertuju pada menantu kesayangan Alister, "selamat siang Nyonya, ada yang bisa saya bantu?"


"Hmm, saya akan melunasi semua hutang piutang! Siapkan berkas saya," tegas Guen pada seorang wanita yang berada dilantai bawah.


Mata wanita itu tertuju pada Carcas dan Gerry yang ada dibelakang Guen, dia sedikit gugup karena baru mendapatkan kabar, agar mempersulit proses Guen untuk melunasi hutang butiknya.


"Tapi Nyonya."


Guen menggeleng, matanya tertuju pada lift, dengan gerak cepat dia masuk kedalam lift, mencari keberadaan Stanley, orang kepercayaan Keanu.


"Nyonya, Nyonya!" tahan tangan seorang wanita.


Guen kembali kasar, "saya kesini untuk melunasi hutang butik, bukan untuk membuat onar. Kenapa kalian mempersulit proses pembayarannya? Bukankah ini sudah waktunya? atau jangan-jangan Anda akan membuat syarat sesuai arahan majikan anda?"


Wanita itu tidak mampu berucap, dia hanya membiarkan Guen memasuki lift, untuk menemui Stanley.


Carcas dan Gerry ikut naik kelantai tiga, untuk menemani Guen.


"Tenang sayang, kita akan menghadapi tantangan ini bersama," Carcas meraih jemari Guen.


Entah kenapa gadis itu merasa membenci keadaannya, "kenapa kalian memperlakukan aku seperti ini? Apa salahku pada keluarga mu?"


Gerry mengusap lembut punggung menantunya, "Mama akan bicara pada Stanley, agar mempermudah proses pembayaranmu. Tenanglah."


Guen menangis dipelukan Carcas, perasaan sakit yang dia rasakan karena merasa diperlakukan seperti tawanan, harus mengikuti keinginan Keanu, tanpa mau memikirkan perasaan siapapun.


"Apa pikiran Papa? Kenapa dia tega menyakiti kita semua? Apakah cinta harus menyakiti? Bukankah kita harus bisa membiarkan orang yang kita cintai bahagia menjalani kehidupan dengan normal?


Carcas hanya terdiam, merasa sangat bersalah, karena telah berani menghancurkan harapan seorang wanita baik seperti Guenhumura.


"Aku akan menghadapi Stanley! Tenanglah."


_________

__ADS_1


__ADS_2