
Carcas menggandeng tangan Guen memasuki kediaman Keluarga Alister, menggenggam erat jemari tangan istrinya, tanpa melepaskan. Semua mata tertegun melihat keanggunan keluarga baru mereka dengan penuh sukacita.
"Hai, Guen," sapa seorang wanita paruh baya kepada Guen.
Guen menunduk hormat, menyambut tangan lembut yang menyentuh kulit halusnya. Dia menyadari bahwa wanita itu adalah ibu kandung Samuel yang ternyata keponakan Keanu Alister. Ternyata dunia ini begitu sempit. Berusaha menghindar, ternyata masih dipertemukan dengan keluarga mantan kekasihnya.
"Baik aunty, apa kabar? apakah Sam dan Citra ada di sini?" tanya Guen basa basi.
"Hmmm, tidak sayang. Mereka menuju Italia malam ini, untuk berbulan madu. Kenapa kalian tidak jadi pergi bersama? bukankah Citra juga mengajak kalian?" tanya Natalia pada Guen menatap Carcas.
"Nggak aunty, kami akan ke Paris besok," ucap Guen sopan.
Natalia sangat kagum dengan Guen karena semangat juangnya yang mampu bertahan walau didera kecewa karena perlakuan putranya.
"Uncle ada disini aunty?" bisik Guen basa basi.
Natalia menggelengkan kepalanya, "dia sedang sibuk dengan dunianya, karena Sam tidak ada di sini," jelasnya.
Natalia membawa Guen untuk mendekati Gerry sang ibu mertua sekaligus tuan rumah. Wajah keibuan Gerry seketika berubah menjadi wajah serigala yang siap menerkam gadis oriental itu kapan saja.
Guen mengulurkan tangannya, tapi seketika ditepis oleh Gerry dihadapan para tamu dan Keanu.
Bukan Keanu namanya jika tidak mampu mencairkan suasana, agar lebih akrab. Perlahan Keanu mendekat pada Gerry, kemudian berbisik sedikit mengancam.
"Kau sambut tangan gadis itu, sebelum aku mengirimkan mu keneraka," bisik Keanu tegas.
Deg,
Gerry menelan salivanya, mendengus kesal karena ancaman sang suami.
"Binatang!" batinnya.
"Kenapa wanita sampah ini harus dibela oleh Keanu? padahal dia berhutang pada perusahaan, malah aku harus menerima dia sebagai bagian keluargaku. Anjiing," kutuk Gerry dalam hati.
Gerry mendekati Guen sedikit berbisik menggeram, "jangan kau pikir aku akan menerimamu di keluarga ini. Mereka baik padamu, hanya karena kemewahan yang diberikan putraku padamu," bisiknya.
Guen tertunduk lesu, dia tidak menyangka akan diancam seperti ini oleh ibu mertuanya. Walau Gerry bukan ibu kandung Carcas, tapi sangat menyayat hati dan perasaannya.
"Apa salah ku padanya? hingga dia tega menyakitiku?" batin Guen menghindari Gerry.
Carcas meninggalkan Guen yang tengah berada di keluarga wanita Alister, tanpa menyadari kehadiran Anggel dari arah belakang istrinya.
Anggel menyiramkan air panas mendidih yang dia ambil dari dapur diletakkan dalam mug besar ke tubuh Guen yang berdiri dekat dengan Natalia.
Seketika,
Byuuur,
"Aaaaagh," teriak Natalia dan Guen bersamaan.
__ADS_1
Guen meringis menahan rasa panas yang menembus kulit perutnya.
Tangan Natalia terkena siaraman air panas karena dia hanya menutup dengan syal bulu yang tebal.
"Anggel!" teriak Keanu ada para tamu lainnya.
Tentu Carcas mendekati wanitanya, merasa cemas karena Natalia dan Guen sama sama kesakitan.
Plaaak,
Tamparan Carcas melayang kepipi Anggel, dengan sangat keras. Dia langsung menggendong tubuh Guen menuju mobilnya, membawa istrinya ke rumah sakit.
Sementara Natalia diobati oleh pelayan keluarga mereka.
"Aaaagh, Cars! ini sakit sekali," ringis Guen saat berada di mobil.
"Sabar sayang, kita akan tiba dirumah sakit," ucap Carcas menenangkan istrinya.
Suasana ricuh dikediaman Keluarga Alister, karena perlakuan Anggel yang sudah berani melukai menantu baru Keanu.
"Kurang ajar sekali kau Anggel, ikut aku!" teriak Keanu menyeret lengan Anggel.
"Paman sakit! lepaskan aku! aku hanya menjalani perintah Bibi," teriaknya mencari kambing hitam.
Gerry terlonjak kaget, seketika wajah keibuan itu menegang.
Keanu menghampiri Gerry dan Anggel kemudian menyeretnya ke suatu ruangan yang berada dilantai dua. Para tamu yang hadir terkejut dengan kejadian malam itu.
"Ada apa dengan mereka?" bisik keluarga.
"Ken, ini bukan kesalahanku! maafkan aku Ken!" teriak Gerry saat diseret paksa menaiki anak tangga.
"Paman, aku tidak sengaja! maafkan aku!" teriak Anggel frustasi dihadapan para tamu.
Keanu tak bergeming, dia hanya melakukan sesuai dengan apa yang dia lihat.
"Bangsat kalian! membuat acaraku berantakan, aku yang mengundang mereka untuk hadir ke acara putraku, tapi kau malah menyakiti menantu ku!" ucap Keanu melempar kedua wanita itu kekamar.
"Ken!" teriak Gerry. Dia sangat tahu jika suaminya sudah murka seperti ini.
"Kau tahu aku Ger! aku akan berbuat baik pada mu, jika kau baik kepada orang orang ku!" tegas Keanu.
"Paman, aku mohon jangan sakiti aku dan Bibi!" mohon Anggel.
"Diam kau wanita laknat! aku melihat dengan mataku bahwa kau telah menyiram tubuh menantuku. Apa mau mu haaah? Carcas tidak akan pernah menikahi mu! dia mencintai Guen istrinya. Jangan coba-coba kau menyakiti putra dan menantuku. Kau sudah melukai Natalia! dia keluarga Alister! tahu kau! wanita bangsat!" maki Keanu diwajah Anggel.
Keanu mengunci pintu kamar yang tidak memiliki akses keluar. Kamar yang tidak memiliki jendela bahkan untuk berteriak meminta tolongpun tidak akan bisa.
"Ken!" teriak Gerry menatap Anggel.
__ADS_1
"Puas kau! aku tidak memintamu untuk melakukan hal sekeji itu!" tegas Gerry.
Anggel benar benar terkejut dengan ucapan Gerry yang menyalahkannya karena telah melukai Guen.
"Bukankah Bibi juga menyetujui rencana ku untuk menyakiti menantu mu yang telah merebut Carcas dari ku!" teriak Anggel semakin frustasi.
Plaaaak,
"Aku hanya ingin menakut nakutinya, karena dia belum membayar hutang pada keluarga ku! bukan harus menyakitinya seperti ini!" geram Gerry emosi.
"Jika Keanu menceraikan aku, aku orang pertama mengirimmu ke penjara!" tegas Gerry.
"Haaah!" Anggel semakin tidak menyangka Gerry berani menamparnya.
"Pamaaaan, buka pintunya! aku mohon!" teriak Anggel semakin kuat membuat suaranya terdengar serak.
"Aku tidak menyangka Bibi menjebakku, kau yang telah meminta aku untuk menyakiti Guen! kau yang meminta ku wanita tua!" kesal Anggel semakin menggila terbakar emosi.
Mereka saling menjambak, bahkan mencakar. Keanu yang mendengar suara kegaduhan dari dalam tersenyum smirk.
"Kalian nikmati dosa kalian, aku akan menceritakan semua kejadian pada Carcas, membuka semua rahasia keluarga ini. Kehancuran dan kesungguhan bahwa dia bukan terlahir dari rahim Gerry," Keanu berlalu meninggalkan kamar itu, menuju lantai dasar tempat para tamu berkumpul.
Keanu menghampiri pengawalnya untuk segera menyusul Carcas dan Guen kerumah sakit.
"Cepat kau bawa anak menantu ku untuk kembali kekediaman ku!" tegas Keanu.
"Baik Tuan," tunduk pengawal.
Sementara pengawal yang lain menjaga didepan pintu kamar sambil mendengarkan dua serigala itu saling membunuh.
"Kenapa Nyonya besar tidak pernah jera?" bisik pengawal pada rekannya.
"Ck, entahlah. Mungkin Nyonya besar sudah rindu menjadi miskin seperti sekarang," kekeh mereka saling berbisik mendengar keributan yang diciptakan oleh majikan dan sahabat Carcas.
"Anjiing kau wanita murahan! kau akan menyesal telah melakukan ini pada ku Anggel," geram Gerry mengunci tubuh Anggel yang sudah babak belur olehnya.
"Kau yang anjing! kau yang memberi aku ruang untuk mengganggu Carcas. Lebih baik aku di New York daripada aku harus tidur dengan pria yang memiliki alat vital kecil," teriak Anggel.
"Ban gsat kau!" Gerry semakin mencakar wajah Anggel, karena telah menghina putranya.
"Aku tidak akan membiarkan putraku jatuh dipelukan mu! wanita laknat!" ucap Gerry semakin kasar.
Dua pengawal yang mendengar itu terkekeh geli mendengar suara dari dalam. Bagi mereka jika mendengar seperti itu akan menjadi sesuatu yang berbeda, karena akan ada kejutan luar biasa dari Keanu Alister.
"Rasakan!" kekeh pengawal.
Tobe continue...
Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah.❤️
__ADS_1