CEO, Gadis Bersyarat

CEO, Gadis Bersyarat
Kau milikku...


__ADS_3


Visual suasana Gereja Keluarga Alister di Kota Loumarin Prancis.


Guen tak kuasa membendung air mata saat jemari halusnya mesti menerima sambutan tangan Carcas yang berdiri tegap di hadapannya. Air mata mengalir deras hingga dia berusaha mengusap lembut butiran bening itu dari pipinya.


Mata Elizabeth beradu tatap dengan mata Carcas sang putra kandung yang tidak pernah dia temui selama bertahun-tahun. Pelan dia mengusap lembut wajah sang putra dengan lembut dihadapan para tamu.


"Jaga Guenhumura," pesannya berlalu membalikkan wajah kembali menatap Keanu dan Gerry dengan wajah menunduk.


Deg sheeeer,


Ada perasaan berbeda di hati Carcas saat Elizabeth menyentuh wajahnya, tapi saat ini matanya masih fokus pada wanita yang begitu sempurna berdiri cantik di hadapannya masih di tutupi selayar putih di kepala.


Citra dan Samuel tersenyum bahagia, bahkan mereka tampak serasi di balut gaun indah dan tuxedo dengan warna senada.


Acara pemberkatan kedua insan berjalan dengan sangat hikmat, saat janji pernikahan terucap, saat keduanya menyematkan cincin yang telah di sediakan oleh kedua keluarga membuat Guen harus pasrah menerima Carcas sebagai suami saat ini.


"Kalian telah di persatu kan dalam ikatan pernikahan, silahkan kedua mempelai berciuman," ucap Pasteur dengan nada lembut.


Guen mendengus kesal menatap sinis saat Carcas membuka selayar penutup wajahnya.


"Kau milik ku Guenhumura," bisik Carcas tersenyum menyeringai bak devil yang mematikan.


Deg,


"Kali ini kau bebas melakukannya, tapi tidak untuk tidur denganku," tegas Guen menggerutu.


Carcas tidak peduli, dia bahkan mengangkat dagu indah itu, sedikit menunduk mengecup bibir Guen dengan lembut bahkan sengaja menahan tengkuk belakang Guenhumura.


Guen terpaksa menerima ciuman Carcas demi pencitraan di hadapan para tamu, agar tidak mengecewakan Keluarga Alister.


Ciuman keduanya sangat berbeda, penuh perasaan dan terasa sangat lembut.


"Kau mencintaiku Guen," batin Carcas.


"Kau mencintaiku Carcas," batin Guen.


Tepuk tangan bahagia menggema di dalam gereja. Tatapan mata Anggel semakin tajam saat menyaksikan adegan ciuman Carcas dan Guen yang menusuk hingga ke jantungnya.


"Kau akan menyesal gadis sampah," bisiknya menggeram meninggalkan gereja dengan deraian air mata dan kecewa.


Sementara Keanu dan Gerry harus segera menemui Elizabeth sebelum wanita paruh baya itu meninggalkan gereja mereka.


"Cepat cari Elizabeth, aku tidak ingin pernikahan ini salah Ken," tegas Gerry.


"Cari Elizabeth, bawa dia menemui ku di taman sekarang juga. Kau yang melakukannya agar tidak terlihat oleh keluarga ku," tegas Keanu pada Gerry, tentu wanita sombong itu merasa gerah atas semua kejadian ini.


"Seharusnya dia tidak menghadiri acara pernikahan Carcas. Memuakkan," batin Gerry saat mendekati Elizabeth.


"Bisakah kita bertemu di taman samping?" bisik Gerry di telinga Elizabeth dengan wajah sangat angkuh dan dingin.


"Hmmmm,"


Elizabeth mengikuti langkah kaki Gerry, mata Salsa mengikuti langkah Gerry dan Elizabeth.

__ADS_1


"Kenapa Nyonya besar membawa Ibu Elizabeth?" batin Salsa memilih mengikuti mereka dengan mengendap.


Kasih yang tidak mengetahui permasalahan mereka hanya duduk tersenyum menatap kecantikan Guen sang majikan berdampingan sangat serasi bersama Carcas sang CEO tampan yang membius banyak mata wanita.


Ditaman perkarangan gereja lumayan sepi karena hanya ada beberapa pemakaman Keluarga Alister yang sudah lebih dulu menghadap ilahi di tanami bunga indah dan pepohonan rindang mengarah ke pemandangan hijau yang terhampar luas.


Gerry duduk dengan angkuh disamping Keanu menatap lekat pada Elizabeth yang duduk dihadapan mereka.


"Apakah Guen putrimu?" tanya Keanu langsung pada pokok perkara.


Mata Elizabeth menatap lekat pada kedua manusia kejam berhati iblis berada di depannya.


"Apakah Carcas putraku?" Elizabeth balik bertanya penuh dendam.


"Hmmmm,"


Keanu tak bergeming, wajah tampan itu kaku dan dingin.


"Kenapa kalian menjebak Guen! dia gadis baik, aku pastikan kalian akan menyesal, ingat Ken aku tidak ingin anak angkat ku kalian sakiti. Jika itu terjadi, aku terpaksa mengakui pada dunia bahwa Carcas adalah putra ku," tegas Elizabeth menatap tajam Keanu.


"Kau!" Gerry menggeram.


"Jangan pernah kau mengungkapkan pada siapapun jika kau masih ingin hidup El," ancam Gerry.


Mata mereka saling menantang penuh amarah, tidak menyangka bahwa putra dan putrinya bertemu dan membuka tabir masa lalu mereka.


Keanu menatap tajam pada Elizabeth dan Gerry.


"Bisakah kalian diam? aku telah membantumu El dan kau telah berjanji pada ku. Jangan kau hancurkan nama baik keluargaku," mohon Keanu menatap lekat wajah oriental Elizabeth.


Elizabeth berlalu meninggalkan masa lalunya menuju pesta pernikahan Samuel dan Citra.


Carcas dan Guen menikmati acara yang sangat hangat untuk mereka. Terlihat Carcas menggoda Guen agar mau berdansa bersamanya, tentu tanpa ada penolakan walau dengan wajah sedikit kesal menerima uluran tangan Carcas.


Alunan music slow sangat dinikmati kedua insan yang sedang bahagia dan jatuh cinta. Tidak untuk pasangan Carcas dan Guen. Mereka justru berdansa saling menggerutu dan menggeram.


"Jangan kau berharap aku akan luluh dengan belaian tanganmu CEO bodoh," geram Guen saat merasakan tangan Carcas menyentuh punggung terbuka istrinya.


"Bisakah kau lembut istri ku? aku tidak akan melepas mu jika kau masih menyebut aku bodoh," bisik Carcas.


"Kau," Guen menatap tajam iris mata pria yang berdansa dengannya.


Tidak berapa lama, Samuel dan Citra menghampiri Guen dan Carcas yang masih rapat berdansa bahagia menurut pandangan mereka.


"Guen terimakasih," peluk Citra pada tubuh mungil sahabat barunya itu.


Guen melepas pelukannya dari Carcas membalas pelukan Citra, saling mengecup dan menatap wajah Samuel.


"Berbahagialah, aku senang dengan pernikahan kalian," senyum Guen menyiratkan kesedihan.


Citra menatap wajah Guen dan Carcas, "apa kita akan bulan madu bersama?" tawarnya penuh keyakinan.


"Aku setuju, kita akan berbulan madu bersama. Kapan kita berangkat?" tanya Carcas dengan rona bahagia.


Guen menatap malas memalingkan wajahnya, mencari Salsa dan Kasih sahabatnya. Mata Guen tertuju pada Elizabeth yang tengah mengobrol serius dengan ibu angkat mereka sambil mengusap air mata.

__ADS_1


"Kenapa Ibu menangis?" batin Guen.


Tapi tangannya di tarik oleh Carcas untuk melakukan pelemparan bunga sesuai arahan MC yang mengisi acara resepsi mereka.


"Ini tidak ada dalam kontrak," batin Guen semakin kesal.


Guen berusaha menjadi wanita bahagia karena menikahi pria kaya, keturunan bangsawan dan juga tampan. Menurut pandangan orang orang Guen wanita paling beruntung di dunia bisa di terima oleh Keluarga Alister.


Keanu dan Gerry duduk berdampingan menikmati acara yang di adakan oleh Keluarga Fransiskus untuk putri tercinta mereka.


Setelah melempar bunga mengikuti sesi foto bersama dengan tidak masuk akal, Guen memilih menghindar dari kerumunan para tamu anak muda konglomerat bahkan anak orang terpandang di kotanya.


Guen mendekati Elizabeth yang tengah duduk bersama Salsa dan Kasih.


"Ibu, aku akan mengenalkan mu pada suami ku dan keluarganya," senyum Guen menarik tangan Elizabeth mendekati Keanu dan Gerry yang tengah berpelukan dengan putra kesayangan mereka.


Sheeeer,


Wajah Keanu dan Gerry berubah seketika saat melihat Elizabeth berada di hadapan mereka.


"Tuan, Nyonya, kenalkan ini Ibu angkatku," senyumnya menatap Keanu dan Gerry.


Tentu Keanu tersenyum tipis agar tidak ada satupun yang curiga dengan kedekatan mereka. Begitu juga Gerry, dia justru menatap benci ke arah Elizabeth dan Guen.


Berbeda dengan Carcas, laki laki itu justru memeluk Elizabeth sangat erat tapi di tahan oleh Gerry agar tidak terlalu lama mereka saling mendekap.


"Terimakasih Ibu, telah hadir di pernikahan ku," ucap Carcas mengecup punggung tangannya dengan sopan.


Elizabeth menahan sebak didada, tidak ingin melanjutkan sandiwara ini karena begitu menyakitkan baginya. Dia tersenyum menatap tunduk pada Keanu dan Gerry.


"Ibu duduk disana lagi yah?" izin Elizabeth pada Guen.


Guen mengangguk, tapi dia memilih untuk meninggalkan pesta yang memilukan perasaannya. Melihat kemesraan Samuel dan Citra, mesti beramah tamah dengan keluarga mantan kekasihnya terasa sungguh menyakitkan.


Kedua orang Tua Samuel memeluk lembut tubuh gadis oriental itu saat akan berpamitan meninggalkan pesta.


"Kenapa begitu cepat kau pulang Guen? bukankah ini pesta mu juga?" tanya Barca ayah Samuel.


"Hmmmm, aku akan mengunjungi panti asuhan keluarga ku ayah," jelas Guen menunduk.


"Baiklah, mana Carcas?" tanya Barca.


"Ooogh dia masih ingin disini ayah," jelas Guen.


"Ya, mereka ada pesta malam ini, kalau bisa hadirlah," pesan Barca pada Guen.


"Baik Ayah, aku permisi,"


Guen meninggalkan pesta pernikahan Samuel dan Citra tanpa berpamitan dengan Carcas dan keluarga yang lain.


Guenhumura menghilang dari pesta.


Tobe continue...


Mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah...🙏

__ADS_1


__ADS_2