Ceo Jatuh Cinta

Ceo Jatuh Cinta
chapter 11


__ADS_3

.


"Kakek!" Panggil chris. Kakek itu menoleh dan tersenyum pada cucu perempuannya.


"chris, Kau ada disini?"


"Justru aku yang seharusnya bertanya. Kenapa kakek tak memberitahuku bahwa kakek adalah pemilik Gamata studio dan Gamahi resort?" .


"Bukannya kakek tak ingin memberitahumu, tapi kau sendiri tak bertanya." Kilah Jaya.


"Tapi...-"


"chris, Kau sudah mengenal Jaya ya?" Potong kelvin tiba-tiba. chris dan Jaya menoleh. "Iya" Jawab chria.


"Bukankah kau anak Dano?" Tanya Jaya. kelvin tersenyum dan memberi hormat. "Benar, Perkenalkan nama saya kelvin Shimura. Senang bisa bertemu dengan anda tuan Jaya" Ujar kelvin.Jaya mengangguk dan tersenyum kaku. Jujur ia sedikit terganggu dengan pandangan chris saat ini padanya. Sepertinya cucunya ini marah padanya.


"Mohon perhatiannya sebentar" Sebuah suara mengintrupsi perhatian tamu didalam pesta tersebut. Dano dan Merry juga Kason bersama Hana strinya berdiri diatas panggung. Dano berbicara dengan microphone ditangannya.


"Saya hanya ingin mengumumkan sesuatu pada kalian yang hadir disini, mungkin ini sudah saatnya. Atas ijin dari Kason selaku tuan rumah pesta ini dan paman dari chris. Saya ingin memberitahukan bahwa putra ku kelvin dan chris, putri dari mendiang sarno Haruno. Akan segera menikah ditahun ini" Ungkap Dano. Semua tamu nampak tertegun mendengar nya, para wartawan yang hadir pun tak membuang kesempatan. chris yang berdiri disamping kelvin nampak terkejut mendengarnya. Ini diluar dugaanya, ia pikir pertunangan mereka yang bakal diketahui publik.


"Jadi, kalian akan segera menikah ya?" Komentar Jaya pada chris dan kelvin yang nampak sama-sama terkejut.


Disisi lain, Naro pun tak percaya. "Tidak mungkin. chris ku , akan menikah dengan kelvin?" .


Bukan hanya Naro , Pria raven yang berdiri disamping Naro pun terkejut. hendru mengepalkan tangannya erat. "sial !".

__ADS_1


"Mungkin kalian bertanya-tanya, kenapa mereka bisa tiba-tiba akan menikah. Sebenarnya kami merahasiakan sesuatu pada kalian. kelvin dan chris mereka sudah lama bertunangan semenjak mereka lulus SMA, kami sengaja tak mengundang banyak orang dan hanya keluarga yang mengetahui hal ini." Sambung dano.


kelvin , menggerang tertahan mendengar ucapan ayahnya. Sedangkan chris nampak menahan sakit dikepalanya yang tiba-tiba kambuh. Dengan segera gadis itu meninggalkan pesta tersebut menuju mobilnya. Ia ingin segera meminum obatnya yang ia taruh didalam mobil.


hendru, mengedarkan pandangannya kesekeliling, ia ingin bicara saat ini juga pada chris namun ia tak melihat gadis itu dimana pun. "Kemana dia?" Gumamnya bertanya-tanya. Ia langkahkan kakinya keluar gedung pesta tersebut namun langkahnya terhenti saat tiba tiba seseorang memeluknya dari belakang.


"hendru, Kau kemana saja. Aku merindukanmu. Jika aku tau kau juga datang kepesta ini juga, lebih baik aku datang bersamamu. Kenapa kemarin kau tak datang kejamuan makan malam?" Tanya gadis itu bertubi-tubi. hendru hanya diam dan memegang kedua tangan gadis itu yang lancang memeluk pinggangnya dari belakang.


"Jangan sentuh tubuhku semaumu!" hendru menekankan kalimatnya dengan aura dingin. Pelukan itu terlepas, tanpa menoleh kearah gadis itu hendru kembali melangkahkan kakinya keluar gedung untuk segera mencari chris. Mei, mengerang. Gadis itu menatap marah punggung pria Uchiha tersebut yang semakin menjauh.


.


.


.


"hendru?"


Pria itu berjalan menghampiri chris yang berdiri disamping mobilnya dengan wajahnya yang pucat. Gadis itu memicingkan matanya saat penglihatannya tiba-tiba mengabur. "chris, Jelaskan padaku" Tuntut hendru yang kini berdiri didepan chris.


"hendru. a.."


BRUUKK


Dengan sigap hendru menangkap tubuh chris yang tak sadarkan diri dalam pelukanya.

__ADS_1


.


.


Hari sudah mulai pagi, sang mentari mulai menyinari muka bumi. Disebuah rumah mewah, tepatnya disebuah kamar yang sedikit gelap karena tirai yang masih menutupi jendela kamar itu sehingga sinar mentari pun susah untuk masuk kekamar tersebut. Seorang pria masuk kedalam kamar tersebut.


SREEEK


Pria itu menyibakkan tirai dijendela sehingga membuat ruangan dikamar itu menjadi terang seketika. hendru, Pria itu kemudian berjalan mendekati ranjang berukuran size yang ada dikamar tersebut, dimana seorang gadis terbaring di atasnya dengan mata yang masih terpejam. hendru lalu duduk ditepi ranjang dan memandangi gadis cantik bersurai merah muda itu dengan pandangan sendu.


Entah kenapa hati pria itu selalu peduli pada gadis didepannya saat ini. Padahal biasanya ia selalu tidak peduli dengan orang lain, apalagi pada seorang gadis. hendru akui, bahwa sejak awal, Ia tertarik pada chris tapi ia tak menyangka bahwa rasa tertariknya akan menjadi lebih dalam seperti ini.


Salah satu tangan kekar hendru membelai lembut wajah chris yang terlihat damai. Matanya terus memperhatikan gadis yang masih terlelap tersebut.


[ Flashback ]


"Bagaimana keadaanya?" Tanya hendru pada seorang dokter yang kini tengah mengobati chris yang tak sadarkan diri diatas ranjang kamar hendru. Sepertinya pria itu membawa chris kerumahnya dan memanggil dokter pribadi kerumah untuk mengecek keadaan gadis itu, meski ia yakin bahwa gadis itu pingsan karena penyakit yang ia derita saat ini. "Dia mengidap kanker otak. Apa itu penyebab ia pingsan?" Tanyanya lagi.


Dokter wanita yang kini memeriksa chris pun menoleh dan berdiri dari posisi duduknya. "Sepertinya iya. Pasien yang mengidap kanker otak tak boleh sampai stress atau tertekan." Dokter itu lalu menyodorkan sebuah botol obat pada hendru. "Ini obat gadis itu bukan? Ini adalah obat penahan rasa sakit. Mungkin dokter pribadinya yang memberikan ini, tapi obat itu tidak ada gunanya. Sebaiknya kau bujuk gadis itu untuk segera melakukan operasi atau kemoterapi." Sambung dokter tersebut.


hendru menerima obat itu dan memandang obat chris lama. "Hn. Akan ku usahakan. Terima kasih, dokter" Ucap hendru.


[ Flashback Off ]


.

__ADS_1


.


bersambung.....


__ADS_2