
kota h
kelvin, berada diruang suna saat ini. Ia ingin tau tentang penyakit yang disembunyikan sahabat pinky nya selama ini.
"Aku tau, chris melarangmu mengatakanya. Tapi aku hanya ingin memastikanya saja. Kau tinggal menjawab ya atau tidak" Tegas kelvin.
"Kau memerintahku, anak muda?" Dokter suna terlihat kesal dengan sikap kelvin. suna tau, kelvin peduli pada chris tapi sebagai dokter ia juga memegang teguh rahasia pasien.
"Aku tidak memerintahmu, kau hanya jawab saja. itu saja" kelvin lantas mengeluarkan sebuah bekas botol obat yang ia temukan ditempat sampah kamar chris. "Apa ini obat untuk penderita kanker? Ya atau tidak? ". Tanya kelvin.
"Aku tidak ingin menjawabnya, kelvin. Pulanglah" Elak suna.
"Ini tidak akan melanggar sumpah doktermu, kau tenang saja" kelvin seakan mengerti apa yang membuat suna enggan memberitahunya.
suna menghela nafas. "Kau, tanyakan saja pada tunanganmu itu. Maaf tapi aku harus segera pergi. Ada operasi penting saat ini" suna berdiri dari duduknya. kelvin ikut berdiri dan mendengus.
"Baiklah, aku mengerti. Tapi aku tau satu hal. Jika kau tak mau memberitahu ku, itu berarti penyakit chris sangatlah serius bukan?" kelvin terlihat khawatir akan sahabatnya tersebut.
__ADS_1
"Aku hanya bisa bilang. Jaga chris baik baik dan buat ia bahagia."
...•...
...•...
...•...
kelvin duduk sendirian dan melamun disebuah caffe favoritnya bersama Ina dulu saat masih kuliah. Banyak kenangan indah dicaffe ini saat ia bersama Ina dulu. Ia jadi merindukan gadisnya itu. Seharian ini ia tak datang ke toko bunga gadis itu karena sibuk memikirkan chris. Bahkan ia tak datang kekantor. kelvin menghela nafas pelan.
"Gadis musim semi, sebenarnya kau sakit apa? jangan membuatku khawatir" Gumamnya. kelvin sangat menyayangi chris, sejak kecil mereka berteman dan kelvin sudah menganggap chris sebagai sahabat sekaligus adik perempuannya.
Tapi sebelum bertemu Ina, kelvin mampir sebentar kesebuah tempat, dimana tempat itu akan menjawab rasa penasarannya tentang penyakit chris. Jika suna dan chris tak mau memberitahu itu tak mengapa, karena masih ada cara lain untuk mencari tau sendiri. Dan ditempat inilah ia akan tau obat apa yang selama ini diminum chris.
Northwestern Hospital-America Serikat.
hendru menunggu diluar ruang inap chris karena saat ini gadis itu tengah diperiksa kakaknya, hendrik.
__ADS_1
Didalam ruangan terlihat chris yang tengah selesai diperiksa dokter hendrik.
"Kau harus segera melakukan Radioterapi, chris. Ini tak bisa ditunda lagi." Ujar hendrik.
"Tapi aku akan segera pulang kejepang dua atau tiga hari lagi, dokter hendrik"
hendrik nampak terkejut mendengarnya. "Tapi ini sudah tak bisa ditunda lagi, mengertilah. hendru sangat berharap padamu" Bujuknya.
chris menunduk sedih. "Aku tau, Aku juga ingin, tapi Ibu...".
"Aku akan membantumu bicara pada ibumu, bagaimana?" Potong hendrik. Sejujurnya selain ia peduli pada rekan juniornya ini ia juga tak mau melihat usaha hendru sia sia dan ia juga tak mau melihat adiknya kehilangan orang yang ia cintai.
"Bagaimana caranya?"
"Kau tenang saja, bukankah dulu ibumu pernah bertemu denganku satu kali saat ujian masuk fakultas kedokteran dulu?"
"Aa, dokter benar. Saat itu ibuku datang berkunjung karena ingin mendukungku. Lalu?" chris mulai penasaran.
__ADS_1
hendrik tersenyum penuh arti. "Serahkan padaku, dan sekarang beri aku nomer ponsel ibumu".