
villa pinggir pantai sangat indah, di pagi hari ini arinda sangat senang. tinggal beberapa minggu lagi mereka akan melangsungkan pernikahan. tapi entah kenapa ada rasa tak enak di dalam hatinya. seperti perasaan buruk, entahlah apa yang terjadi. tapi arinda sangat ketakutan.
ya tuhan apa yang kurasakan ini. kenapa perasaan ku tak enak. tuhan tolong jaga dia, hanya padamu ku berserah dan hanya padamu aku mengadu. batin arinda
"kamu kenapa sayang?" tanya gavin karena sedari tadi memanggil arinda. arinda tak menyahuti panggilannya.
"aku ga apa-apa koq ka" jawab arinda dengan senyum yang sedikit di paksakan.
"benar begitu sayang, tolong katakan yang sejujurnya padaku?" tanya gavin
"entahlah ka, aku juga tak tahu. perasaan ku tak enak." jawab arinda lesu
__ADS_1
"apa yang kamu rasakan saat ini sayang, ceritakan padaku. jangan kamu pedam dalam hati." ucap gavin sambil menenangkan arinda
"perasaan ku mengatakan kamu akan meninggalkanku ka" jawab arinda dengan tangis yang sudah membasahi pipi cantiknya.
"itu tidak mungkin sayang, jangan berpikir terlalu jauh. kita nikmati masa indah ini sayang, hanya kita berdua." sahut gavin dengan untaian kata yang indah dan menenangkan kekasih hatinya.
"baiklah ka" ucap arinda dengan sedikit senyum.
gavin menarik tangan arinda dan menggenggamnya dengan erat. kembali ke dalam villa meuju lantai 2 villa. masuk ke dalam kamar untuk membersihkan tubuh.
meteka berdua mandi bersama masuk ke dalam bathube yang sudah terisi air hangat dan essential oil. gavin dan arinda saling menggosok tubuh secara bergantian.
__ADS_1
gavin menggosok tubuh arinda dengan gerakan yang pelan dan lembut memberikan kenyamanan tersendiri. arinda sangat menikmati usapan-usapan dari gavin. membuat arinda merasakan gelenyar aneh. tubuhnya merasakan kegelian, sentuhan-sentuhan lembut itu sangat mempengaruhinya. arinda merasakan kegerahan, ia menginginkan lebih. gavin hanya mendiamkannya, tapi tidak dengan tangannya yang masih bergerak menyabuni tubuh arinda. merasa cukup gavin membilas tubuhnya dan juga tubuh arinda.
mereka berdua keluar dari kamar mandi. arinda membantu mengusap rambut gavin hingga kering dan juga sebaliknya.
arinda membuka bathrobenya di depan gavin. gavin mendekati arinda dan memberikan sentuhan-sentuhan yang dapat membangkitkan gairah.
gavin mendekatkan wajahnya ke depan wajah arinda. bibir mereka berdua menyatu, gavin melu matnya dengan lembut, luma tan yang lembut di berikan gavin. sangat lembut membuat arinda juga membalas ciuman mereka. walaupun masih kaku tapi arinda berusaha mengimbangi ciuman dari gavin.
puas dengan bibir arinda, gavin menelusuri setiap lekuk wajah arinda di setiap bagiannya. wajah cantik arinda bersemu merah tatkala ciuman yang begitu lembut di berikan gavin padanya.
puas menciumi wajah arinda, gavin menelusuri leher jenjang arinda, mencium dan menyesap leher arinda hingga menimbulkan banyak tanda merah di sekitar leher. cuman gavin berpindah menelusuri bagian bawah leher arinda, menyesap bagian bahu arinda mengigit kecil bagian tubuh itu membuat arinda mende sah. suara lenguhan indah keluar dari mulut manis arinda. sangat merdu, tatkala suara menggema menyeru nama gavin di setiap desa han.
__ADS_1
menelusuri turun hingga ke buah dada arinda yang sangat pas di genggaman. mereka satu dada arinda dengan lembut, arinda mende sah membuat gavin bertambah semangat. mulut gavin juga semangat menyesap pu ting dada arinda dengan kuat. sangat berbeda dengan kegiatan penyatuan mereka sebelumnya. arinda sangat menikmati setiap sentuhan-sentuhan lembut dari gavin.