Ceo Jatuh Cinta

Ceo Jatuh Cinta
BAB 32


__ADS_3

mobil gavin berhenrti di depan loby hotel ritz. petugas valet sudah menunggu mobil yang ingin di parkirkan termasuk mobil gavin. gavin keluar dari mobilnya bersama arinda.


gavin melangkahkan kakinya ke dalam ballroom hotel bersama arinda. semua orang ysng hadir menatap mereka berdua karena kagum melihat gavin dan arinda seperti dewa dan dewi.


gavin memberikan kartu undangan kepada tugas yang mengecek undangan di depan pintu bsllroom hotel. gavin sudah berada di dalam ballroom dengan arinda yang menngandeng lengan gavin.


gavin membawa arinda ke meja yang sudah disiapkan pihak hotel. gavin dan artinda duduk di meja tersebut. di meja sudah ada bima dan bella yang menunggu mereka berdua.


bella memandangi gavin dengan penuh kekaguman karena gavin tampan dan gagah. bella juga melihat arinda yang berada disamping gavin, ia merasa iri karena selama ini bella menaruh hati kepada gavin. tapi ia sadar kalo gavin hanya mengganggap bella hanya karyawan


bima sedari tadi menatap bella ia jadi heran. karena ga biasanya bella yang selalu berbicara mengenai beberapa rekan bisnis gavin dan mencari tahu apa yang terjadi mendadak diam.


salah satu rekan bisnis gavin mendatangi meja gavin. ia melirik ke arsh arinda dengan tatapan penuh *****. gavin yang melihat menjadi geram. tapi ia ga bisa melakukan itu di tengah acara pesta.


gavin berusaha mengalihkan pandangan rekan bisnisnya dengan berbicara tentang bisnis yang mereka sepakati. rekan bisnisnya pun menoleh ke arah gavin dan ia senang dengan progres proyek yang mereka sepakati.


selama pembicaraan gavin dengan temannya gavin. arinda mendapatkan chat dari grupnya. ia lupa jalo sudah berjanji ke mall bareng sahabat-sahabatnya.


arinda : sorry guys gue ada acara,maaf banget ya. besok dech gue janji bakal ke mall bareng sama kalian


amel : ya udah kali biasa aja, ga apa-apa koq say


zahra : yups bener tuh kata amel


lily : ok


percakapan chat grup arinda dengan para sahabatmya pun selesai. arinda memasukkan kembali hpnya ke dalam tasnya.


tiba-tiba gavin merangkul pinggang arinda dan ia memperkenalkan arinda sebagai tunangannya di depan semua rekan bisnisnya


semua rekan bisnis gavin dan para undangan yang hadir pun menoleh ke arah gavin. mereka kagum sama arinda karena paras yang cantik dan anggun.


arinda yang di tatap seperti itu merasa malu, ia menundukkan kepalanya. tapi gavin lsngsung berbidik di teling arinda.


"sayang tegakkan kepala kamu jsngan menunduk"


"ya ka"


arinda pun menegakkan kembali kepalanya. is menjadi lebih percaya diri karena gavin mendukungnya.


tapi ga dengan bella, ia merasa iri dengan arinda. ia menahan kecemburuan dan amarahnya dengan mengepalkan tangan. bella berniat pergi dari acara pesta. tapi tangan seseorang menahannya. ya itu tangan bima yang mencekalnya.


"jangan pergi pesta belum selesai" ucap bima berbisik di telinga bella.


bellacpun mengurungkan niatnya untuk pergi dari acara pesta.

__ADS_1


gavin memvertikan pidato singkat tentang perusahaanya kepada semua tamu yang hadir.


arinda kagum dengan pembawaan gavin yang cerdas, gigih, disiplin dan kuat dalam memajuksn kinerja perusahaannya. arinda pun menyadari sekarang kalo ia sangat mencintai gavin dan ia juga sudah memantapkan hatinya.


acara pesta pun hampir berakhir ini yang di tunggu-tunggu sama semua orang yang hadir, yaitu pesta dansa.


gavin mengajak arinda berdansa, tapi arinda menolak karena ia ga bisa berdansa. gavin meraih tangan arinda dan melangkah ke tengah-tengah orang yang mulai berdansa.


gavin merengkuh pinggang arinda dan arinda memegang bahu gavin. gavin mulai menggerkkan kakinya dengan lagu dansa di ikuti juga sama arinda. mereka menari dengan lihai, mereka menjadi pusat perhatian. ga lama gavin menyelesaikan dansanya bersama arinda.


gavin dan arinda kembali ke meja mereka. gavin merasa senang karena ada arinda di sampingnya. biasamya gavin enggan datang ke acara-acara pesta yang diselenggarakan oleh rekan bisnisnya.


tapi srkarang berbeda gavin merasa senang membawa arinda ke pesta. ia juga mrngundang mereka semua nanti di acara pertunangan gavin dan arinda 3 minggu lagi.


arinda terkejut mendengar gavin ingin mengadakan acara pertunangan mereka. setahu arinda ia belum mendapatkan restu dari papanya dan orang tua gavin.


arinda ingin bertanya nanti setelah acara pesta selesai.


bima melihat senyum cerah bossnya, ini pertama kali gavin tunjukkan kepada semua orang. bima melihat kehadiran arinda mulai mrluluhkan hati gavin yang tertutup.


acara pun selesai oara undangan satu persatu mulai pergi dari acara pesta. termaduk juga arinda dan gavin.


gavin dan arinda keluar dari ballroom hotel. petugas valet memberikan kunci mobil ke tangan gavin. gavin pun menerimanya dan ia mrmbuka pintu samping kemudi. arinda pun masuk ke dalam dan gavin pun memutar tubuhnya dan masuk ke kursi kemudi.


gavin merasa dibtatap arinda pun menjelaskan ke arinda


"aku mau ajak kamu ke suatu tempat"


"kemana ka?"


"tenang ya sayang kamu bakalan senang koq"


"tapi ka, aku belum izin sama mama dan besok juga aku sekolah ka"


"tenang ya sayang aku udah minta izin sama tante dan masalah izinsekolah itu sudah di urus bima sayang"


"ya udah kalo gitu, aku jga ingin tanya tentang pertunangan kita ka"


"kamu pasti terkejut karena kata-kata aku tadi fi pesta"


"ya pastilah ka ga mungkin aku ga terkejut"


"gini ya sayang, mama kamu udan setuju sama pertunangan kita yang akan diselenggarakan 3 minggu lagi"


tapi ka papa aku juga belum tahu tentang pertunangan kita.

__ADS_1


"kamu tenang ya sayang pasti papa kamu setuju koq dengan perunangan kita."


"koq bisa" tanya arinda polos


"ya bisa sayang, papa kamu salah satu manager di cabang perusahaan aku sayang"


"berarti papa tau hubungan kita dong ka?"


"ya taulah sayang, papa kamu juga sudah setuju dari awal aku deketin kamu"


"papa!!!" teriak artinda marah


"udah donk sayang jangan teriak-teriak ini bukan hutan sayang."


"maaf ya ka,"


"ya sayang"


gavin pun fokus kembali ke jalan, karena ini hampir tengah malam dan lampu jalan yang ada hanya sedikit. gavin pun berhati-hati melajukan mobilnya.


selama diperjalanan arinda tertidur karena mengantuk. gavin yang melihat arinda tidur membelai surai rambut arinda dan mrngusap kepala arinda. ia juga menggenggam tangan arinda dan mengecup punggung tangan arinda.


3 jam perjalan dari kota A ke kota B membuat gavin kelelahan. tapi gavin senang karena kali ini ia bersama arinda.


gavin memakirkan mobilnya di villa pribadinya. sebelum ke billa ia sudah menghubungi pak parman yamg menjaga villanya.


gavin keluar dari mobil dan membuka pintu samping lemudi. ia menggendong arinda als bridal style.


pak parman yang melihat majikannya membawa seorang gadis ke villa keheranan.


gavin melangkah ke dalam kamarnya. ia membaringkan arimda dengan pelan karena takut arinda bangun.


gavin melepsksn sepatu arinda dan menutupi sebahian tunuhnya sebatas dada dengan selimut. gavin pun ke dalam kamar mandi. tubuhmya terasa lengket karena beraktifitas seharian. ia melepadkan seluruh pakaian yang melekat di tubuhmya. ia memyalakan shower dan air yang keluar mengguyur tubuhnya. selama 15 menit gavin selesai membersihkan diri.


**TOLONG BANTU AKU YA INI NOVEL PERTAMA AKU


like


comment


vote


rate


happy reading**

__ADS_1


__ADS_2