
arinda sudah menyelesaikan ritual mandinya, arinda keluar dari kamar mandi di ikuti gavin yang menyusulnya. arinda berjalan ke walk in closet memilih dress selutut model sabrina dengan manik-manik cantik bertaburan di bawah area dadanya.
arinda bercermin melihat pantulan dirinya ada yang kurang atau tidak. setelah puas memandangi dirinya sendiri arinda beralih ke meja riasnya. memakai pelembab wajah dan sedikit riasan menambah kecantikannya sore ini. tak lama keluar lah sang kekasih dari walk in closet memakai outfit yang pas di tubuh tegapnya.
"jalan sekarang kan kak?" tanya arinda
"iya sayang, tapi kita ke caffe dulu" sahut gavin sefikit berteriak karena ia ada di ruang tamu
arinda yang sudah tak sabar menarik lengan gavin dengan sangat kuat, hingga gavin reflek melepaskan tangan arinda.
"sabar dong sayang, tunggu sebentar"
"aku cape, lelah dan ingin istirahat kak. kalo tidak jadi aku mau rebahan di kamar aja deh"
"jadi dong, ini kakak udah siap sayangku"
gavin menarik tangan arinda dengan lembut, jemari mereka saling bertaut. gavin melangkah membuka pintu apartemen dan pintu apartemen terkunci otomatis.
gavin dan arinda sudah sampai di lobby memuju basement. mobil gavin sedang terpakir cantik disana. dengan langkah yang tidak terlalu lebar mereka berdua masuk ke dalam mobil. mobil pun menyala dan keluar dari area apartemen
selama di dalam mobil arinda hanya diam, entah kenapa ia sering marah-marah. moodnya naik turun dari tadi pagi. gavin hanya bisa menggenggam tangan arinda karena ia juga bingung sendiri. 30 menit menempuh perjalan akhirnya mereka sampai di area hotel. gavin memakirkan mobilnya dan keluar, gabin bertlari kecil menghampiri pintu samping dan membukakan pintu untuk sang kekasih. uluran tangannya di sambut dan mereka berjalan menuju resepsionis
__ADS_1
"selamat datang di hotel mulia, tuan dan nona. mau pesan untuk berapa hari?" tanya resepsionis hotel dengan ramah
"saya sudah booking disini"
"atas nama bapak siapa?"
"gavin orlando"
"tunggu sebentar pak"
menunggu sekitar 5 menit resepsionis membertahukan nomor kamarnya gavin.
"atas nama bapak gavin orlando di kamar 345 pak, ini keycardnya pak"
"udah belum sayang"
"udah ka, nich keycardnya. katanya mau ke caffe?"
"nanti aja deh sayang, kakak lelah kitra istirahat sebentar di kamar"
"ya udah"
__ADS_1
gavin dan arinda berjalan menuju lift, seelah sampai di depan liftr
lift berbunyi tiing
pintu lift terbuka arinda dan gavin masuk dan menekan lantai 3, tidak butuh waktu lama liftpun terbuka. gaviin dan arinda keluar mencari letak kamar mereka. tidak sulit mencari dan mereka pun menemukannya. gavin mentap keycard kamarnya dan bunyi klik terdengar pintu kamar pun terbuka.
arinda dan gavin masuk ke dalam kamar mereka. arinda langsung saja menjatuhkan tubuhnya di bed. gavin juga tidak mau kalah ia juga melakukannya.
"ka, aku mau tanya sama kakak tapi jangan marah ya"
"tergantung pertanyaannya sayang"
"percuma dong, kalo kayak gitu"
"ngga juga sayang, kamu harus tahu pertanyaan yang kamu ajukan bisa di jawab atau ngga, bukan berarti kakak enggan untuk menjawab hanya saja pertanyaan itu menjurus ke arah mana"
"a- ku mau kakak jangan marah sama mama kakak"
jangan bahas soal itu ya sayang"
**MAAF BARU UP, KEGIATAN NGURUS 2 ORANG ANAK PLUS DI TAMBAH SUAMI MEMBUATR FOKUS OUTHOR TERBAGI.
__ADS_1
like, comment, vote, dan rate.
salam hangat 😘😘😘🙏🙏🙏**