Ceo Jatuh Cinta

Ceo Jatuh Cinta
chapter 18


__ADS_3

"Ada apa sebenarnya,kelvin?" Tanya Merry lagi.


"Aku dan chris tidak saling mencintai,bibi." Merry terbelalak dan tersentak mendengarnya."Sebenarnya,Aku sudah menyukai gadis lain dan pertunangan kami hanya untuk menyelamatkan gadis itu dari ayahku" Sambung kelvin.


"Jadi,selama ini kalian membohongiku? Dan chris d-dia..."


Bruukk


Merry tak bisa melanjutkan perkataanya karena pingsan, kelvin menangkap tubuh wanita paruh baya tersebut dan berteriak meminta pertolongan. Satu hal yang kelvin lupa bahwa ibu chris memiliki penyakit hipertensi dan mungkin karena dia,emosi Merry jadi tidak setabil dan akhirnya pingsan. kelvin merasa bersalah. Apalagi saat ini chris tidak ada dikota H.


.


.


.


Memorial Hospital, Chicago - Amerika Serikat.


.


Memorial Hospital,adalah rumah sakit terkenal dan 'wah' di Chicago. Rumah sakit yang awalnya bagian dari McGaw Medical Center di Northwestern Unoversity ini memiliki 22 lantai dan mendapatkan gelar rumah sakit tertinggi kedua di Amerika.

__ADS_1


chris memandang sendu rumah sakit didepannya sekarang. Ia tersenyum miris saat mengenang dimana dulu ia pernah magang dirumah sakit itu. Rumah sakit yang juga memiliki kampus fakultas kedokteran yang menciptakan calon calon dokter hebat seperti dokter hendrik misalnya.


Dirumah sakit inilah ia bertemu dan berteman dengan hendrik yang ternyata adalah kakak dari hendru, pria yang berdiri disampingnya saat ini. Ia bahkan rela ikut pria ini kembali ketempat dimana ia meninggalkan cita citanya sebagai dokter demi ayahnya.


chris menghela nafas panjang kala mengingatnya. Pupus sudah harapanya yang ingin menjadi dokter bedah seperti dokter hendrik yang sudah banyak menyelamatkan pasiennya.


bukan karena ayahnya saja tapi juga karena penyakitnya ia meninggalkan impiannya itu sebelum ia diwisuda dan mendapatkan gelar dokter. chris tersadar, ia tak boleh menjadi gadis lemah. Demi ibu dan perusahaannya ia harus menjadi gadis dewasa yang tegar meski kenyataanya hidupnya kini di ambang kematian.


"Dirumah sakit itu, Dokter hendrik bekerja. Kau bisa bertemu dengannya disana" Kata chris tanpa memandang lawan bicaranya. Saat ini ia tak mau melihatkan wajah sedihnya pada hendrik.


"Hn"


"Hoam..." chris menguap entah keberapa kalinya. hendru yang berdiri disampingnya merotasikan matanya melihat wajah kantuk gadis disampingnya."Apa?" Ketus chris saat hendru memperhatikannya.


"Darimana kau tau?" Tanya chris polos.


hendru mendengus."Matamu buta ya? Apa kau tak lihat bangunan tinggi itu? Kau bisa lihat dan membacanya kan? lagi pula bukankah kau tinggal lama disini?".


chris memutar bola matanya bosan."Bukan itu maksudku,sudahlah. Kita tak perlu hotel,aku punya apartemen didekat sini,lebih baik kita tinggal disana" Ketus chris seraya berjalan lebih dulu meninggalkan hendru yang mendengus. Namun sedetik kemudian seringai muncul dibibir tipis pria wijaya tersebut.


"Ini akan jadi menyenangkan. Dan kita tak kan pulang ke jepang sebelum kau menyetujui permintaanku,chris."

__ADS_1


.


.


.


.


chris masuk kedalam apartemenya yang ada di Chicago, dulu ia tinggal diapartemen ini karena tempatnya yang dekat dengan kampusnya di Northwestern University. chris menaruh kopernya didekat sofa ruang tamu. hendru menyilangkan kedua tangannya kedada seraya memandang gadis merah muda didepanya yang tengah duduk bersandar pada sandaran sofa sambil memejamkan berdecak dan mendekati chris.


Pria bungsu wijaya itu kini berdiri lebih dekat didepan gadis itu. chris tak menyadarinya, ia masih memejamkan kedua matanya yang terasa berat karena rasa kantuk dan lelah yang tengah menyerangnya saat ini.


Ia tak bisa tidur selama dipesawat tadi. Gadis itu masih kepikiran ucapan hendru sebelumnya dan pernyataan pria itu mash terngiang diotaknya,sebab itulah ia tak bisa tidur.


hendru memajukan wajahnya kewajah chris yang menutup mata. Pria tampan itu bahkan bisa merasakan hembusan nafas dari gadis didepannya. Senyum tipis muncul dibibir hendru. Matanya hendru mejelajahi tiap inci wajah cantik chris dan berhenti tepat dibibir ranum gadis merah mudah itu yang terlihat menggoda dimata hendru. Ingin sekali pria itu meraup bibir ranum itu. Perlahan tapi pasti hendru mulai mencondongkan kepalanya dan mendekatkan bibirnya pada bibir chris yang terlihat menggoda.


Cup


Dengan detak jantung yang berdetak tak beraturan hendru mencium lembut bibir chris. Untuk pertama kalinya ini terjadi padanya. Ia tak pernah merasakan perasaan ini sebelumnya. Kenapa hanya karena gadis ini jantungnya berdetak lebih cepat. hendru ingin memiliki chris, gadis yang mampu membuatnya tak bisa menjadi dirinya sendiri jika didepan gadis merah muda ini. Lama hendru mencium bibir chris,bahkan ia menghisap sesekali bibir itu pelan tanpa menyadari bahwa kedua mata yang tadinya tertutup kini menampakkan kedua matanya chris yang terbelalak karena ulahnya. chris tak mampu berkata. Ia tertegun,sedangkan hendru yang tak menyadarinya masih sibuk menghisab bibir chris, pria itu menikmatinya bahkan ia menutup matanya.


.

__ADS_1


.


bersambung....


__ADS_2