Ceo Jatuh Cinta

Ceo Jatuh Cinta
BAB 5 SEASON 2


__ADS_3

gavin dan bima sampai di villa, bima memakirkan mobil di garasi. gavin keluar terlebih dahulu setelah itu di susul bima. gavin menekan bel


ting tong


bel berbunyi dan tidak lama keluar wanita paruh baya dan membukakan pintu. senyum menghiasi di bibir wanita paruh baya itu. "den gavin, den bima" sahut wanita paruh baya itu dengan ramah dan antusias.


"ya bi" jawab gavin dan bima dengan ramah


"bibi buatkan teh hangat ya den?" tanya bibi dengan ramah dan senyum yang selalu ia berikan.


"tidak usah bi, aku mau ke atas" sahut gavin dan berlalu ke lantai dua menemui tunangannya yang sangat ia rindukan. padahal belum beberapa jam tidak bertemu. tapi gavin sudah sangat merindukan belahan jiwanya.


"Kalau begitu den bima mau minum apa?" tanya bibi dengan ramah.


"apa saja bi"


"tunggu sebentar ya den, bibi ambilkan dulu" wanita paruh baya itu berjalan ke arah dapur.


...****************...

__ADS_1


gavin melangkah dan menaiki tangga dengan senyum yang tak luntur dari bibirnya. langkah gavin terhenti di depan pintu yang terbuka setengah. menampakkan gadis cantik yang sudah membuat hatinya porak poranda itu sedang asyik tertawa. gavin mengendap-endap dengan langkah yang pelan dan menepuk bahu gadis yang sedang asyik membaca novel romansa.


arinda terkejut dan bangkit dari tidurnya yang nyaman.


"ahhhhh" teriak arinda


gavin hanya tersenyum melihat kelakuan arinda. tiba-tiba gavin menarik arinda dan masuk ke dalam pelukannya gavin memeluk arinda dengan erat. gavin tahu keresahan hati belahan jiwanya. makanya sebisa mungkin memberikan kehangatan agar arinda tidak mengingat hal yang membuat ia resah.


"kakak baru pulang jam segini?" tanya arinda


"kenapa ada yang salah kah?" tanya gavin bingung hingga dia mengerutkan wajahnya


"ngga suka kalo aku pulang lebih cepat?" tanya gavin mencoba menelisik.


"ngga koq ka, aku cuma tanya doang"


masih dalam berpelukan gavin merebahkan tubuh arinda di ranjang. gavin beranjak dan melepaskan jas yang melekat di tubuhnya dan menaruh di atas ranjang. gavin kembali ke ranjang setelah jas sudah di lepaskan dan merebahkan tubuhnya di samping arinda.


"kamu kenapa lagi sih sayang?? ada apa masih ada yang mengganjal di hati kamu?"

__ADS_1


"aku masih resah ka, aku ngga tahu rasanya sesak di hati ini".


"jangan di pikirkan lagi ok!"


"ya ka"


"ini baru arindaku"


"ih kakak bisa aja sih, modus mulu bisanya"


"biarin modus sama calon istri sendiri." sahut gavin dengan tawa yang membuat arinda tersenyum bahagia.


gavin dan arinda seperti kucing dan tikus. mereka saling melempar bantal dan tidak ada yang mau kalah. gavin yang biasanya jarang tersenyum dan hanya ekspresi datar dan dingin senyum.itu menghiasi wajah tampaknya. arinda juga melupakan apa yang mengganjal di hatinya. gavin dan arinda juga lupa kalau ada yang menunggu di bawah dan sedikit kesal yang di tunggu tidak turun-turun juga.


gavin dan arinda akhirnya berhenti dari perang bantal dan kejar-kejarannya. nafas mereka tersengal-sengal karena letih mendera mereka. gavin dan arinda mengatur nafasnya agar bisa kembali normal. setelah lima menit mengatur nafas gavin dan arinda tertawa bersama. mereka tidak menyangka bisa melakukan hal yang di anggap sepele itu sangat menyenangkan.


**Maaf ya readers baru bisa update.


Tolong aku ya like, comment, dan vote biar novel ini masih bisa berlanjut. 😘😘😘🙏**

__ADS_1


__ADS_2