Ceo Jatuh Cinta

Ceo Jatuh Cinta
BAB 31


__ADS_3

arinda senyum-senyum sendiri. gavin yang melihat senyuman arinda mengkerutkan dahi. gavin melihat arinda melamun, ga tau apa yang dilamunkan kekasihnya.


gavin beranjak dari kursi kebesarannya, gavin duduk di sebelah arinda. arinda tersadar dari lamunannya. ia merilekskan tubuhnya agar ga gugup.


gavin menggenggam tangan arinda dan ia pun bertanya


"kenapa sayang, apa ada yang kamu pikirkan?"


"ga ada ka"


"bener nih?"


"ya ka"


"ok kalo gitu, aku selesaikan kerjaan aku baru kita pulang"


"ya udah aku tungguin kaka"


gavin kembali ke kursi kebesarannya. gavin mulai berkutat kembali dengan berkas-berkas yang harus ia tanda tangani. karena berkas-berkas itu untuk proyek dengan beberapa perusahaan yang cukup besar.


3 jam kemudian


gavin menyelesaikan pekerjaan yang membuat kepalanya pening. tapi itu terbayarkan karena ada arinda di sisinya.


mata gavin ga pernah lepas dari arinda. gavin mulai mendekati arinda, ia duduk di sebelah arinda. ia ga pernah bosan menatap wajah cantik kekasihnya.


gavin membelai wajah arinda, ia menatap lekat-lekat arinda. senyuman manis terukir di wajah tampan gavin.


gavin menoel pipi arinda dengan telunjuknya. arinda yang di toel pipinya ga bangun-bangun juga. gavin pun berbisik di telinganya arinda


"kebakaran..." ucap gavin pelan di telinga arinda.


arinda yang kaget mendengar suara dari gavin menjadi ketakutan.


arinda ingin berlari dari kantor gavin. tapi saat ia menatap sekelilingnya ga ada api merasa lega. karena ga ada kebakaran yang terjadi. berarti ia terkena tipuan dari gavin.


"kaka....!!! 😡😡😡"

__ADS_1


"maaf sayang, habisnya aku bangunin kamu susah banget tau"


"tapi bukan begitu juga kaka"


"ya sayang, aku janji bangunin kamu pelan-pelan"


"jangan di ulangin lagi ka"


"ya, kamu mau pulang apa disini aja?"


"aku mau pulanglah ka"


gavin dan arinda beranjak dari sofa ia juga memegang handle pintu. gavin dan arinda pun keluar dari ruangan gavin.


gavin dam arinda berjalan di lorong kantor. karyawan masih ada yang di kantor dan ada yang pulang. gavin mrnuju lift khusus CEO.


gavin dan arinda keluar dari lift, ia berjalan beriringan dengan kekasihnya.


arinda masih aja tersenyum. tapi senyumannya hilang seketika. karena tatapan intimidasi darri lawan bicaranya.


gavin melangkahkan kaki ke loby. gusti yang sudah melihat bossnya ingin masuk ke dalam mobil. ia pun membuka pintu belakang mobil.


"kunci mobil gus, sku mau menyetir sendiri"


"ya tuan muda"


gavin membuka pintu depan, arinda yang melihat gavin membuka pintu ia langsung masuk ke dalam mobil.


gavin juga masuk ke dalam mobil. gavin pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. gavin membawa arinda ke sebuah butik terkenal. gavin memperlambat laju mobilnya ysng hampir sampai. mobilpun berhenti di depan butik.


arinda yang tahu kalo berhenti di depan butik merasa keheranan. untuk apa datang ke butik? emang siapa yang butuh gaun?.


gavin menggandeng tangan arinda dan mereka masuk ke dalam butik.


"selamat sore tuan muda"


"hm"

__ADS_1


pelayan butik tersebut membawa gavin dan arinda kepada managernya.


"ada yang bisa saya bantu tuan muda?" tanya bu manager


"pilihkan gaun yang cocok untuk kekasihku"


"baik tuan muda, mari nona ikut saya"


arinda mengikuti manager butik tersebut. manager itu memilhkan beberapa gaun cantik untuk arinda. ia memilih 5 gaun yang cocok untuk arinda.


manager meminta arinda memakai satu persatu gaun yang di pilihkan. ia pun mencoba gaun tersebut satu persatu. dari warna peach, kuning, pink, putih, dan biru. gaun itu cantik-cantik di pakai arinda. tapi gavin memilh gaun lengan pendek leher v neck selutut berwarna biru dan sepatu stiletto hak 7 cm.


arinda memakai gaun dan sepatu yang dipilih gavin.


"perfect" ucap gavin


gavin meminta karyawan butik untuk merias arinda karena arinda dan gavin ingin datang ke salah satu pesta. gavin mendapatkan undangan tersebut makanya gavin mengajak arinda untuk pergi bersamanya ke pesta itu.


para karyawan yang merias arinda telah selesai. arinda pun keluar dari ruang rias. arinda merasa takjub melihat pantulan dirinya di depan cermin. ia pun keluar dari ruang rias dan saat ia keluar. gavin ga berkedip dan mulut menganga melihat arinda yang begitu cantik.


"cantik"


"terima kasih ka"


gavin pun tersadar, ia pun membayar gaun dan sepatu yang dipakai arinda memakai kartu black card. setelsh membayar gavin dan arinda krluar dari butik.


gavin dan arinda masuk ke dalam mobil. mobil gavin melaju ke tempat pesta.


**TOLONG BANTU AKU YA INI NOVEL PERTAMA AKU


like


comment


vote


rate

__ADS_1


happy reading**


__ADS_2