Ceo Jatuh Cinta

Ceo Jatuh Cinta
BAB 38


__ADS_3

arinda keluar menuruni anak tangga. ia menatap gavin intens. satu kata terpesona mrlihat ketampanan gavin. padahal sudah biasa tapi arinda masih saja terpukau.


gavin melambaikan tangannya di depan wajah arinda. tapi arinda ga sadar karena melamun. lamunannya terhenti kala gavin mencubit pipi chubby arinda.


"auch" ringis arinda marah karena mengagetkannya.


"maaf sayang, kamu kenapa melamun?"


"aku ga melamun" sanggah arinda memalingkan wajahnya yang bersemu merah


"bener ga melamun?" tanya gavin selidik


"ya bener koq" ucap arinda.


gavin melangkah ke ruang makan karena gavin dan arinda belum makan siang. gavin menarik kursi untuk arinda duduk sedangkan gavin menarik kursi untuk dirinya sendiri.


arinda mulai menuangkan nasi, tumis kangkung dan ayam goreng. gavin bersorak gembira di dalam hati karena selalu bersama arinda. arinda pun juga sama ia menyendokkan nasi ke dalam mulutnya.


satu suapan, dua suapan, dan ketiga suapan akhirnya arinda dan gavin selesai makan. gavin tersenyum melihat ada bulir nasi di pipi arinda. gavin mengusap nasi yang ada di ujung bibjr arinda dengan jempolnya


*deg


deg


deg*


suara degup jantung arinda menari. rasa yang tadinya hanya 50 persen sekarang menjadi 100 persen. sekarang arinda yakin dengan cinta yang ia milki hanya untuk gavin.


"terima kasih ka" ucap arinda tulus


"ya sayang" ucap gavin dengan senyum yang menawan.


gavin meninggalkan meja makan dan arinda membersekan piring kotor untuk di cuci. tapi pak parman mencegah arinda untuk membersihkannya. karena menurut pak parman ga pantas kekadi tuannya membersihkan piring kotor.

__ADS_1


arinda berbalik menuju kamarnya karena tadi sudah di larang pak.parman. arinda yang sudah ada di kamar berusaha menetralkan degup jantung yang sedang bertalu-talu seperti irama musik.


arinda mengedarkan pandangannya di kamar tapi gavin ga ada di kamar. arinda pun keluar dari kamar menuju ruang kerja gavin yang hanya berbeda ruang aja.


arinda mengetuk pintu ruang kerja gavin


*tok


tok


tok*


pintu terbuka gavin menoleh ke arah siapa yang membuka pintunya. gavin pun tersenyum melihat semburat merah pipi arinda.


gavin berdiri dari kursi kebanggannya. gavin menetralkan dirinya yang sudah siap ingin menciumnya. tapi sebelum mencium arinda ada suara gaduh dari luar.


gavin memukul mata-mata yang ia suruh untuk mengawasi pak mandor. arinda menggeram karena gavin mengabaikannya.


"kamu keluar dulu sayang" ucap gavin tulus.


"ya ka" ucap arinda menahan kesal karena ingi tahu


arinda berjalan keluar dari ruang kerja gavin meninggalkan gavin dan anak buah gavin


gavin beralih ke anak buahnya. ia ingin mendengarkan apa yang terjadi dengan pak mandor.


"apa yang kamu tahu" tanya gavin


"maaf tuan saya sudah memata-matai orang yang tuan suruh. orangnya sudah saya amankan tuan" ucap anak buah gavin


"bagus kalo gitu" ucap gavin


gavin kembali melihat berkas-berkas penting yang menumpuk, ia melambaikan tangannya menyuruh anak buahnya untuk keluar.

__ADS_1


"permisi tuan" ucap anak buah gavin


"hm"


ga lama anak buah gavin keluar arinda masuk ke dalam.ruang kerja gavin. arinda penasaran siapa yang berbicara dengan gavin kekasihnya.


"tadi siapa ka?" tanya arinda penasaran


"anak buah kaka" ucap gavin


"oh"


"ada apa sayang, kamu mau apa?"


"aku mau ngomong sesuatu yang penting sama kaka" ucap arinda


"ya udah mau ngomong apa" tanya gavin penasaran


**TOLONG BANTU AKU YA INI NOVEL PERTAMA AKU


like


comment


vote


rate


gift ( jika berkenan)


happy reading**


.

__ADS_1


__ADS_2