
Gavin dan Arinda sudah sampai di depan villa, mereka berdua terlihat sangat senang. Senyum mereka sangat indah apalagi di malam yang bertabur bintang. Gavin dan Arinda masuk ke dalam villa dengan hati yang gembira. Mereka ke lantai dua dan masuk ke dalam kamar. Tubuh mereka berdua sangat lengket karena aktifitas yang menguras tenaga. Gavin lebih dulu masuk ke dalam kamar mandi. Pakaiannya pun sudah ia tinggalkan, ia memutar kran air dan air mengucur dengan deras mengguyur tubuhnya. Lima belas menit Gavin selesai membersihkan tubuh, ia keluar dengan tubuh yang masih basah dan air masih menetes dari rambutnya. Arinda tertegun melihatnya, wajahnya tersipu pipinya merona dengan semburat merah menghiasi pipi chubbynya.
Arinda yang seperti itu membuat Gavin tersenyum dan ingin menggodanya. Tapi sayang sekali Arinda lebih dulu lari ke kamar mandi. Arinda menanggalkan pakaiannya dan ia mengguyur seluruh tubuhnya dengan air hangat. Ia begitu menikmati dengan derasnya air yang membasahi tubuhnya. Tidak butuh waktu yang lama untuk membersihkan tubuhnya dan ia pun keluar dari kamar mandi.
Arinda melihat kekasihnya masih sibuk dengan ponsel yang ia pegang. Tidak ingin mengganggu Arinda ke lemari dan mengambil pakaian. Ia memakai pakaian di depan Gavin karena sudah terbiasa walaupun mereka belum ada ikatan yang sah. Gavin tidak menoleh dan tiba-tiba Arinda sudah ada disampingnya. Ia merebahkan tubuhnya yang sudah sangat kelelahan dan menarik ponsel yang di genggam Gavin dan menaruhnya di atas nakas. Gavin ingin mengambil ponselnya karena banyak email yang ia harus periksa. Tapi Arinda mencegah dengan menarik tangan Gavin untuk memeluknya.
"Sebentar lagi sayang"
"Masih ada besok ka"
__ADS_1
Huft, Gavin menghela nafas pasrah dan hanya bisa mengikuti keinginan kekasihnya. Arinda tidur lebih dulu dan Gavin menyusulnya dan terlelap juga.
...----------------...
Keesokan paginya Arinda bangun terlebih dahulu, Ia masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya dengan cepat. Setelah selesai ia berpakaian dengan celana kulot warna peach dan kaos putih lengan panjang dan tidak lupa merias diri dengan make up natural. Ia membangunkan Gavin dan senyum terbit menghiasi wajah nan rupawan tersebut. Gavin sama sekali tidak menyangka ia bisa memiliki kekasih yang sangat cantik. Gavin beranjak dari ranjang dan mencuri ciuman di kecil bibir Arinda dan langsung kabur ke kamar mandi.
"haish, kakak..." Arinda hanya bisa menggeleng karena Gavin selalu bisa membuat jantungnya berdegup lebih kencang daripada sebelumnya.
"yang, kamu koq gitu sih. bisa-bisanya kamu makan tidak menunggu kakak"
__ADS_1
"hehe,, maaf ya kakakku sayang"
Gavin tersenyum dan mengelus kepala Arinda dan berkata "lain kali jangan diulangi"
"Siap bos qu" Arinda mengangkat tangan dan memberi hormat.
Gavin terkekeh melihatnya, Arinda sangat menggemaskan dan ia tidak ingin siapapun melihat gadis cantik di hadapannya ini.
Gavin duduk dan ia hanya diam, Arinda tersadar dan mulai mengambil makanan dan menghidangkan ke Gavin dan disertai senyum yang sangat menawan "Silahkan bos qu" dan Arinda kembali duduk dan menyantap sarapan paginya dengan hati yang senang. Arinda selesai lebih dahulu dan menunggu Gavin selesai makan. Tidak lama Gavin pun selesai makan. Mereka berdua beranjak dan kembali ke lantai dua, karena waktu liburan sudah selesai.
__ADS_1
Maaf ya baru update, jangan lupa Like, comment, vote dan jangan lupa Gift ya.