Ceo Jatuh Cinta

Ceo Jatuh Cinta
chapter 27


__ADS_3

Northwestern Hospital- America Serikat.


"Ngh... " chris mulai tersadar dari pingsannya. Hal yang pertama kali ia lihat adalah ruangan yang serba putih dan berbau obat. Ia yakin ini adalah rumah sakit. hendru pasti yang membawanya kesini. Kepalanya masih terasa berat dan sedikit pusing. Perutnya juga terasa sedikit mual.


chris tersentak karena tersadar akan sesuatu, pria itu. hendru wijaya, ia ingat sekarang alasanya ia pingsan karena pria itu, karena adik hendrik itu telah tau tentang dirinya. Kenyataan tentang hidupnya yang diambang hidup dan mati.


chris bangkit dari tidurnya dan menyandarkan punggungnya dibesi ranjang rumah sakit.


"Kau sudah sadar?"


Gadis itu menoleh, ia diam tak menjawab pertanyaan hendru yang baru masuk ruang inapnya. Pria itu pun mendekat dan duduk ditepi ranjang. Mata nya memperhatikan wajah chris yang masih terlihat pucat. Gadis yang ditatapnya hanya diam dan membuang muka. Sepertinya ia masih marah dengan hendru.


"Kau marah padaku?"


Diam. chris masih enggan berbicara dengan hendru. Ia masih marah pada pria itu yang ternyata selama ini mengetahui penyakit kankernya dan tujuannya membawanya ke Amerika ternyata karena ia ingin mengobatiku. chris tau niat pria ini baik, tapi ia tak senang jika dibohongi dan yang paling membuatnya marah adalah karena pria yang semakin lama semakin menarik hatinya ini mengatahui kekuranganya. Ia tak ingin dikasihani dan terlihat lemah didepan hendru.


chris, marah dengan dirinya sendiri.


"Aku peduli padamu, aku ingin kau tetap hidup, chris".

__ADS_1


chris tertegun dan menatap hendru, mata pria itu, chris yakin bahwa pria itu tulus mengatakannya dan tak ada kebohongan dari sorot mata tajam tersebut. Sebelah tangan chris mencengkram selimut putih itu erat.


"Untuk apa kau melakukan ini semua, hen? " Tanyanya tanpa menatap pria tersebut. Gadis itu menunduk.


PLUK


chris tersentak dan mengangkat kepalanya saat sebuah tangan menyentuh kepalanya. "Karena aku mencintaimu, chris" Ungkap hendru.


Entah kenapa air mata chris jatuh tanpa ia kendalikan,bibir yang terlihat pucat dan kering itu bergetar. "Jangan sembarangan mengatakan cinta, jika itu hanya rasa kasihan." Ujar chris.


"Hn" Jawab hendru ambigu. chris terkekeh, jadi benar itu hanya rasa kasihan, eh? Pikir chris dalam hati.


"Hn, aku tau itu Haruno chris"


"Baguslah" Kata chris ketus, jujur ia terlihat sedih dan kecewa karena ternyata benar, pria itu hanya kasihan bukan cinta. Tapi kenapa ia kecewa dan sedih? Bukankah ini bagus dan ia mau? Dengan begini ia tak kan membuat orang ia cintai terluka?


Tunggu!


Orang yang ia cintai? Apa ia benar benar mulai mencintai pria wijaya ini? Rasanya kenapa sesakit ini, tuhan.

__ADS_1


"hendru wijaya, tak pernah mengasihani orang lain, bahkan memperdulikan orang lain, itu kurang kerjaan." Ujarnya.


"Apa katamu? Kurang kerjaan?" Dahi lebar gadis itu mengerut dalam.


"Hn"


"Lalu,kenapa kau mengasihani ku dan peduli padaku sampai kau membawaku ke Amerika,hn?" Sungut chris.


"Sudah ku bilang,Karena aku mencintaimu bodoh!"


chris tertegun. "Aku tidak bodoh,hen!". Gadis itu mulai emosi.


"Hn,kalau kau tak bodoh kenapa kau tak mengerti?" hendru mendekatkan wajahnya pada gadis dihadapanya hingga gadis itu bisa merasakan hembusan nafas pria itu.


"Aku mencintaimu bukan karena rasa kasihan". Wajah chris merona,mata nya berkedip kedip tanda ia gugup. hendru melanjutkan "Hiduplah untukku,chris".


Dan,sebelum gadis itu sempat menjawab. Bibir gadis itu telah disentuh oleh bibir hendru. Ciuman hendru terasa lembut dan memabukan.chris memejamkan kedua matanya.


"tuhan, bolehkah aku mencintainya? bolehkah aku hidup untuknya? aku ingin hidup."Air mata jatuh dibalik kedua matanya yang tertutup.

__ADS_1


__ADS_2