Ceo Jatuh Cinta

Ceo Jatuh Cinta
BAB 3 SEASON 2


__ADS_3

cahaya matahari merangsek masuk melalui celah jendela, dua insan yang masih terlelap tidak terganggu. tapi gedoran pintu sangat mengganggu mereka. mau tidak mau mereka berdua terbangun dan membuyarkan mimpi indah.


tok tok


gavin bangun dan memakai pakaian dan membuka pintu kamar. terlihat seseorang yang tidak ingin ia temui siapa lagi kalau bukan asisten pribadinya.


ada apa kamu kesini??? tanya gavin


"maaf bos ada meeting siang ini dan ada pesta untuk di hadiri." jawab bima


"hm"


gavin masuk ke dalam kamar meninggalkan bima di luar. bima hanya bisa mengumpatnya dalam hati.


gavin melangkah ke arah ranjang mendekati arinda yang sudah terbangun.


"siapa kak?"


"bima yang datang sayang"


arinda pun tidak bertanya lagi dan melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket. gavin mengikuti arinda masuk ke dalam kamar mandi. mereka berdua membersihkan tubuh bersama dan tidak melakukan apa-apa. dua puluh menit membersihkan tubuh mereka berdua keluar dari kamar mandi.


gavin dan arinda melangkah masuk ke walk in closet arinda mengambil celana panjang dan baju lengan pendek yang menutupi lehernya. sedangkan gavin memilih pakaian formal karena ia harus ke kantor hari ini. arinda yang sudah selesai berpakaian menghampiri gavin dan membantunya memasangkan dasi.

__ADS_1


"sini kak aku bantu"


gavin memberikan dasi dan arinda memakaikannya ke leher gavin.


"perfect"


gavin dan arinda keluar dari kamar dan menuju ruang makan. asisten rumah tangga sudah menyiapkan hidangan untuk sarapan. gavin menarik kursi untuk arinda duduk dan ia juga duduk di sebelah arinda.


arinda menyendokkan nasi dan lauk pauk kesukaan gavin ke dalam piring dan menaruhnya di hadapan gavin.


gavin merasa senang karena hal kecil seperti ini.


"terima kasih ya sayang" ucap gavin tulus


"sama-sama kak"


hoek hoek


arinda memuntahkan makanan yang baru satu suap masuk ke dalam mulutnya. gavin merasa khawatir dan mengikuti ke kamar mandi. gavin membantu dengan memijat bagian tengkuk leher arinda. berkali-kali arinda muntah tapi tidak ada yang keluar. hanya cairan saja yang keluar.


"kamu sakit sayang"


"aku juga tidak tahu kak, sepertinya aku masuk angin"

__ADS_1


"kalau begitu kamu tetap di villa jangan kemana-mana, mengerti sayang!"


"aku tidak apa-apa sayang, lebih baik kakak ke kantor sekarang. jangan menunda pekerjaan banyak yang menunggu kakak di sana"


"terima kasih ya sayang, kamu begitu perhatian terhadapku"


"sama-sama kakakku sayang, aku seperti ini karena aku sayang kakak"


arinda sudah merasa lebih baik, tapi gavin madih mengkhawatirkan keadaan arinda. gavin juga berpesan kepada asisten rumah tangga dan penjaga villa kalau terjadi apa-apa sama arinda kasih tahu langsung kepadanya. asisten rumah tangga dan penjaga villa mengangguk bersama.


gavin dan arinda keluar villa dan di depan mobil sudah ada bima yang menunggu sang bos.


"aku pergi ke kantor ya sayang"


"ya kak, hati-hati. tolong ya kak bima menterinya pelan-pelan"


"baik nona, saya akan menjaga bos dengan segenap hati saya" jawab bima dengan kekehan kecil


"ck" gavin berdecak sebal melihat tingkah asisten pribadinya sendiri.


gavin melangkah masuk ke dalam mobil dan melambaikan tangannya ke arinda dan arinda membalas dengan lambaian juga.


mobil yang di kendarai bima sudah tak terlihat arinda dan asisten masuk ke dalam villa.

__ADS_1


maaf ya readers author jarang update. author banyak banget kesibukan yang menumpuk. tapi sebisa mungkin author pasti up tapi tidak setiap hari.


👉 ayo readers dukung karya aku ya dengan like, comment, vote dan gift ya jangan lupa tambahkan ke favorit


__ADS_2