
Merry,entah kenapa sejak semalam hingga siang ini perasaannya tidak enak. Hatinya gelisah memikirkan puterinya yang sudah hampir 5 hari pergi ke Amerika, padahal puterinya itu bilang hanya 3 hari saja disana. Ia pun memutuskan untuk menghubungi puterinya.
Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya puteri semata wayangnya itu pun menjawab panggilan telephonenya.
"Ibu?"
"Ya, ini ibumu. gadis nakal" Merry merengut kesal bicara pada chris diseberang sana."Apa kau sudah melupakan ibu mu,heh? kapan kau pulang!".
"Aku akan pulang ibu. Segera" Jawab chris diseberang sana. Mery dapat mendengar nada suara puterinya yang nampak lesu.
"Apa kau baik baik saja?"
"Ya.".
"Jangan mencoba membohongi ibu,chris." Merry nampak tak percaya."Pulang besok,atau ibu yang akan kesana" Tegasnya.
Diseberang sana chris nampak menghela nafas panjang dan terdiam sejenak sebelum menjawab.
"Aku akan pulang,dua hari "
Merry tersenyum lega setelah mendengar jawaban dari puterinya tersebut.
__ADS_1
...•...
...•...
...•...
Chicago - Amerika Serikat.
chris menutup telephonenya setelah menjawab tuntutan ibunya yang menginginkan ia pulang ke kota h. Gadis itu mendesah panjang dan memijat pelipisnya.
"Kau tak bisa pulang, chris"
chris menolehkan kepalanya kesumber suara yang menginterupsi. hendru berdiri didepan pintu kamarnya. chris yang sedang duduk dikursi sofa tamu pun menatap pria itu bingung. "Kau menguping ya?".
chris lantas segera berdiri. "Apa maksudmu?" Gadis itu nampak mulai kesal.
"Kita akan pulang setelah urusanku disini selesai."
chris mendecih. "Bukankah urusanmu sudah selesai? dan kau sudah bertemu dengan kak hendrik bukan? ".
"Hn. "
__ADS_1
"Lalu? apa masalahmu?"
"Intinya kau dan aku akan tetap disini hingga waktu yang ku tentukan."
chris memijat pelipisnya, ia heran kenapa dengan pria didepannya saat ini yang biasanya bersikap manis dan penurut selama disini tapi sekarang pria ini menjadi dingin dan menyebalkan seperti dikota h Sikap pria ini gampang sekali berubah rupanya.
"Aku akan tetap pulang dua hari lagi. Ibuku merindukanku dan aku harus pulang. " chris melangkah melewati hendru ."Jika kau ingin tetap disini tetaplah disini" Langkah gadis itu terhenti saat salah satu tangannya digenggam hendru, chris menoleh dan menatap pria itu heran. "Apa?".
Wajah hendru memandang serius gadis didepannya."Hasil pemeriksaanmu menyatakan... " raut hendru tegas namun matanya terlihat sendu dan nampak kesedihan mendalam di kedua nya tersebut. "...Kanker otakmu semakin menyebar, chris".
chris tersentak dengan mata membulat sempurna. Ia terkejut, darimana bisa pria itu tau tentang penyakitnya dan juga hasil pemeriksaanya yang ia lakukan kemarin?,pikirnya.
"Apa dokter hendrik yang memberitahumu?"
"Tidak." Jawab hendru dahi chris mengerut. "Aku sudah tau lama, tentang penyakitmu. chris". Dan chris kembali tercengang mendengar ucapan hendru. Gadis itu bahkan menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Air mata perlahan jatuh kedua sisi pipinya. Bukan karena hasil pemeriksaanya atau karena hendru sudah tau tentang penyakitnya yang membuat gadis itu menangis, chris mengira bahwa hendru selama ini bersikap baik dan lembut padanya karena pria itu kasihan padanya, bukan karena pria itu menyukainya seperti apa yang pria itu pernah ungkapkan dengan perlakuannya selama ini padanya. Ia kecewa.
Tapi, bukankah seharusnya ia senang jika pria itu tak menyukainya? dan tak mengetahui perasaanya pada pria itu yang mulai tumbuh semakin dalam.
BRUUUKKKKK
"CHRIS!"
__ADS_1
hendru merengkuh tubuh gadis itu sebelum jatuh kelantai. Gadis merah muda itu tak sadarkan diri masih dengan sisa air mata yang masih membasahi kedua pipinya. hendru nampak khawatir menatap wajah gadis didekapnya yang tak sadarkan diri tersebut.