Ceo Jatuh Cinta

Ceo Jatuh Cinta
BAB 54


__ADS_3

arinda masuk ke dalam kamar mandi untuk mrmbersihkan diri. 15 menit arinda keluar dari kamar mandi, terlihat cute memakai pakaian santai.


arinda ingin keluar dari kamar untuk menemui mana tercinta. tapi pergelangan tangannya di cekal sama gavin. arinda pun tak berdaya dan berbalik menghadap gavin.


"ada apa ka?" tanya arinda bingung


"kamu tinggal sama kaka di apartemen"


"ga bisa gitu dong ka"


"kenapa ga bisa, kasih tau alasannya?"


"kaka ku sayang kita belum menikah. kaka ga bisa se enaknya aja"


"aku bisa, itu mudah untuk aku"


"kaka keras kepala, naaf aku ga nisa tinggal di apartemen sebelum kita menikah"


"aku akan tetap membawa kamu ke apartemen, aku ga mau di bantah" ucap gavin menahan amarahnya.


arinda pun keluar dari kamar karena pertengkaran kecil mereka membuat mood arinda jatuh. arinda turun ke lantai bawah tepatnya menuju ruang keluarga. mamanya sudah menunggu di sofa. arinda menghampiri mama dan duduk disebelahnya.


"kenapa anak mama yang cantik ini cemberut? tanya mama sofia seraya mengusap kepala arinda


"ka gavin minta aku tinggal di aparteman bareng dia ma".

__ADS_1


"jadi itu masalahnya" tanya mama sofia


"ya ma, ka gavin selalu memaksa arinda menuruti kemauannya."


"kamu harus belajar memahami sifat dan karekternya sayang, mungkin gavin ingin lebih dekat sama kamu sayang" ucap mama arinda dengan lembut.


"kita belum menikah ma, jadi ga boleh satu atap mama" jawab arinda tegas penuh penekanan


"emang bener yang kamu katakan sayang, tapikan kamarnya terpisah. ga mungkin kamu satu kamar sebelum menikah" ujar mama sofia dengan lembut penuh perhatian.


mama, mama ka gavin bukan pria polos yang kayak mama kira. aku sudah menjadi milik ka gavin seutuhnya. ka gabvn tuh mesumnya pake banget mama. batin arinda menangis


ga ada sahutan lagi dari arinda karena memilih diam. ga mungkin juga mengatakan yang sebenarnya terjadi di puncak. bisa-bisa arinda di jadiin samsak hidup sama mama sofia.


ga lama gavin turun dari lantai atas menuju ruang keluarga. gavin melihat kekasihnya memasang wajah cemberut terlihat sangat lucu menurut gavin. tapi gavin hanya diam saja membiarkan arinda marah. karena apapun yang gavin inginkan pasti terjadi dan penolakan arinda pun percuma..


"maaf tan, gavin meminta izin mau membawa arinda tinggal di aparteman sama aku tan"


"tante sih mengizinkan, tapi dengan syarat kamarnya terpisah dan ga boleh macam-macam sampai kalian berdua menikah"


"makasih tan, gavin janji koq jadi tante tenang aja" ucap gavin dengan percaya diri dan sedikit tipu daya.


*maaf tan tapi aku gabisa janji karena aku ga bisa tidur sendiri lagi tanpa anak tante. batin gavin


huft, mama kenapa percaya aja sih sama ka gavin. aku ga bisa menikmati hari-hari indahlu dengan begini. pasti ka gavin minta ini dan itu. make love juga itu sudah pasti. batin arinda*

__ADS_1


gavin dan arinda beranjak dari sofa meninggalkan mama sofia sendiri. arinda kembali ke kamarnya dan mengemas semua barang yang di perlukan dan ga semua di bawa. selesai mengemas semua ke dalam koper arinda dan gavin turun ke lantai bawah. mama arinda sudah menunggu dan ingin mengatakan sesuatu sama arinda dan gavin.


"sayang" panggil mama sofia


"ya ma"


"kamu menginap disini sampai besok ya"


"ya ma, aku menginap disini kalo bisa sampai aku sama ka gavin menikah ma" ucap arinda antusias berusaha menghindar.


gavin ingin menolak tapi gavin ga tega melihat raut kecewa mama mertuanya.


"huft, sabar vin cuma sehari aja koq. loe pasti bisa tahan" gumam gavin menghela nafas pasrah.


**TOLONG BANTU AKU YA INI NOVEL PERTAMA AKU


like


comment


vote


rate


happy reading

__ADS_1


maaf ya reader alurnya masih lambat. 😘😘😘🙏🙏🙏 salam hangat dari outhor**


__ADS_2