Ceo Jatuh Cinta

Ceo Jatuh Cinta
BAB 69


__ADS_3

rana tidur dengan gelisah, ia berteriak histeris meminta untuk di lepaskan hingga tenaganya habis dan hanya bisa pasrah. rana terbangun dah ia terlihat sangat pucat.


hosh.. hosh.. rana mengambil nafas dengan dalam. ia melirik ke sebelah dan ia mengingat kejafian tadi siang yang mereka lakukan. ia merutuki dirinya karena tidak bisa menolak.


tubuh dan otaknya bertindak lain. ia bangkit dan melanfkah ke kamar mamdi. tidak butuh waktu lama untuknya membersihkan tubuh yang lengket. cukup 15 menit seluruh tubuhnya bersih dan harum.


geraldy melihat istrinya hanya tersenyum tipis. kecantikan istrinya memang tiada duanya.


hari-hari berlalu tak terasa 5 tahun kembali mereka lalui. gavin kecil sudah mejadi anak yang cerdas. bocah 10 tahun itu sudah mengerti kenapa mamanya membencinya, ia hanya bisa menatap mamanya dari jauh. ada rasa rindu yang memupuk di hatinya. ia rindu belaian mamanya. ia ingin seperti teman-temannya. tapi ia sadar jika itu tidak mungkin terjadi.


buktinya pagi ini mamanya sudah mengangkat koper, ia menangis meminta mamanya untuk tidak pergi. tapi mamanya tidak peduli. seakan ia bukan bahian dari mamanya.


geraldy berulang kali meminta msaf dan tetap bersama, tapi percuma hati rana sudah tertutup. ia membenci sosok geraldy.


"kamu boleh oergi tapi hanya sebentar, setelah puas kamu harus kembali. aku dan anak kita selalu disini menunggumu."


"silahkan menunggu, aku tidak akan kembali menginjakkan kaki di rumah ini lagi. aku tak pernah menganggap ia ada"


"kenapa kamu tak bisa berubah rana, buka hati kamu untuk ku dan anak kita"


"hati ku telah mati, setelah kamu merenggut mahkotaku"

__ADS_1


"maafkan aku rana, aku sangat mencintaimu. aku melakukan itu karena aku tak ingin orang lain bersamamu. ya memang aku egois dan caraku salah. tapi aku mohon rana jangan kamu hukum aku dan anak kita."


"rana.. rana.."


"ma.. ma.. aku ikut mama ya, aku mau sama mama?" ucap gavin lembut dengan tangisnya dan air mata membasahi wajahnya yang mungil.


rana tak bergeming langkahnya tidak berhenti. di depan pagar ada mobil yang menunggunya. rana masuk ke dalam mobil dan mobilpun melaju dan meninggalkan rumah geraldy.


geraldy langsumg menghubungi asistennya dan meminta untuk mengikuti kemana rana pergi.


menunggu 45 menit, asisten geraldy menghubungi. ia sudah mendapatkan lokasi nyonya ada dimana. ia pun memberitahukan alamatnya.


geraldy yang pikirannya tak menentu akhirannya mengambil keputusan. ia hanya bisa bersabar setelah ia tahu rana tinggal dimana. ia tak ingin anaknya kecewa akan mamanya yang enggan untuk bersamanya.


gavin menatap senja sore dengan langit berwarna jingga mwnghias langit hanya berdua dengan arinda.


"sayang" panggil gavin dengan lembut


"hum"


"apa bisa aku memaafkannya, apa hatiku mampu. aku takut ia menolakku"

__ADS_1


"kita coba dulu bisa kan jangan pesimis gitu dong, mana gabin orlando yang aku kenal" sahut arinda mantab.


"ya udah aku akan memcobanya, tapi bersama kamu ya sayang" pintanya tulus


"iya kakakku sayang"


mereka menyudahi percakapannya dan masuk ke dalam kamar. arinda sangat letih hari ini. ia hanya ingin istirahat agar esok ia bisa lebih fresh.


arinda mwmbaringkan tubuhnya yang lelah tak lama ia pun terlelap gavin juga melakukan hal yang sama.


pagi menyapa dengan cahaya matahari yang masuk lewat bias cahaya kaca hotel. terlihat 2 insan yang masih bergelung dengan selimutnya


tok tok


bunyi ketukan kamar menggema di dalam kamar. tak ada sahutan yang punya kamar. hampir 1 jam merek.a menunggu.yang akan bertunangan. tapi tak kunjung terbuka.


mama sofia sudah sangat lelah menunggu anaknya keluar. karena kesabarannya sudah habis ia meminta manager keycard duplikat kamar gavin dan manager mengiyakan permintaan mama sofia.


outhor udah up 3 chapter ya hari ini


like, comment, vote, dan rate

__ADS_1


salam hangat 😘😘😘🙏🙏🙏


__ADS_2